Menteri Bappenas Bingung, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mandek di 5% Selama 20 Tahun Terakhir

Mohammad Fadil Djailani

Sabtu, 23 November 2024 | 10:41 WIB
Menteri Bappenas Bingung, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mandek di 5% Selama 20 Tahun Terakhir
Menteri Bappenas Rachmat Pambudy (Foto Fadil_Suara.com)

Suara.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, mengungkapkan kebingungannya atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan di angka 5% dalam 20 tahun terakhir. 

Padahal, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

"Saya merasa agak atau semacam merenung sejenak, mengapa 20 tahun terakhir perekonomian kita tidak beranjak dari 5% dan tidak (tumbuh) jauh dari 5%," kata Rachmat dalam acara Core Economic Outlook 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (23/11/2024).

Padahal kata dia, Indonesia pernah mengalami pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% pada tahun 70-an bahkan pertumbuhannya bisa mencapai 7% sampai 8%.

Dia bilang salah satu faktornya adalah terjebaknya Indonesia dalam pendapatan kelas menengah atau middle income trap selama 30 tahun terakhir.

Rachmat menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan-kebijakan yang telah diambil serta mencari solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan ini.

"Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi kita akan melakukan transformasi ekonomi secara besar-besaran disemua sektor, baik sektor pendidikan yang akan menghasilkan perbaikan kualitas SDM," katanya.

Selain itu pemerintah juga akan melakukan transformasi industriliasi sebagai salah satu penopang PDB RI dan tak lupa melakukan transformasi ekonomi digital yang saat ini tengah naik daun.

Tentu, berikut adalah beberapa opsi berita yang bisa Anda gunakan sebagai dasar, disesuaikan dengan sudut pandang dan informasi yang ingin Anda tekankan:

baca juga

Diketahui pemerintahan Prabowo Subianto menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen dalam beberapa tahun ke depan. 

Beberapa sektor kunci yang akan menjadi fokus utama dalam upaya mencapai target tersebut antara lain:

Hilirisasi industri: Pemerintah akan terus mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri untuk meningkatkan nilai tambah produk ekspor.

Investasi: Penciptaan iklim investasi yang kondusif menjadi prioritas utama. Pemerintah akan menyederhanakan regulasi, memberikan insentif, dan meningkatkan infrastruktur untuk menarik investor asing dan domestik.

Sektor manufaktur: Sektor manufaktur akan terus didorong untuk tumbuh lebih pesat, dengan fokus pada peningkatan produktivitas dan inovasi.

Infrastruktur: Pembangunan infrastruktur yang memadai akan menjadi kunci untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonom Senior Ungkap Ancaman Krisis Era Orde Baru: Oil Boom Hingga Kontroversi Ibnu Sutowo

Ekonom Senior Ungkap Ancaman Krisis Era Orde Baru: Oil Boom Hingga Kontroversi Ibnu Sutowo

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 08:15 WIB

Menko Airlangga: Indonesia Siap Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari Amerika Serikat

Menko Airlangga: Indonesia Siap Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Berkelanjutan dari Amerika Serikat

Bisnis | Sabtu, 23 November 2024 | 08:12 WIB

Legislator Nilai Wacana Kebijakan Rokok Baru Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Legislator Nilai Wacana Kebijakan Rokok Baru Bisa Hambat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bisnis | Jum'at, 22 November 2024 | 13:10 WIB

Terkini

Jay Idzes Main Penuh 90 Menit, Sassuolo Takluk di Kandang AS Roma

Jay Idzes Main Penuh 90 Menit, Sassuolo Takluk di Kandang AS Roma

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:14 WIB

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

KPK Usut Perpanjangan SHGB Kota Baru Parahyangan Seret Pejabat ATR BPN

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

5.000 Atlet Siap Bertanding di Bone dan Wajo

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 09:07 WIB

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Apa Itu KidZania yang Disebut Ria Ricis? Ini Makna dan Konsep Sebenarnya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 09:01 WIB

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

Arab Saudi Bombardir Yaman, Puluhan Warga Sipil Tewas di Sanaa

News | Minggu, 08 November 2026 | 08:59 WIB

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

6 Cara Cek Penerima Bantuan Iuran PBI BPJS Kesehatan

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:50 WIB

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Uang Asuransi 2 Miliar Melayang Gara-Gara Mati Suri? Intip Serunya Film Gak Ada Matinya!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 08:48 WIB

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Hadirkan Aroma Kopi Nusantara di Blok M, Pertamina Gelar Pekan Kopi Jelang SMEXPO 2026

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 08:29 WIB

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Kenapa Ria Ricis Dihujat usai Datangi Lokasi Karhutla? Ini Pemicu Kontroversinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 08:23 WIB

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Misi Hijau JCWF 2026: Wujudkan Wisata Berkelanjutan Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

Jogja | Minggu, 08 November 2026 | 07:53 WIB

×