Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Pemerintah Berencana Impor Gula 200 Ribu Ton, Petani Indonesia Gigit Jari?

M Nurhadi

Selasa, 18 Februari 2025 | 07:35 WIB
Pemerintah Berencana Impor Gula 200 Ribu Ton, Petani Indonesia Gigit Jari?
Ilustrasi petani tebu/ist

Suara.com - Pemerintah Indonesia berencana impor gula kristal mentah (GKM) mencapai 200 ribu ton dalam waktu dekat. Namun demikian, Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta petani tidak perlu khawatir dan berjanji pemerintah akan tetap menyerap hasil panen tebu dari petani dalam negeri, serta menjamin harga gula petani tidak akan turun meskipun ada rencana impor.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, usai mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan berbagai pemangku kepentingan di Jakarta pada Senin.

Arief menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan harga acuan penjualan (HAP) gula di tingkat petani sebesar Rp14.500 per kilogram, sedangkan harga di pabrik gula mencapai Rp15.700 per kilogram.

"Kita harus memastikan harga gula di tingkat petani tetap di angka Rp14.500 per kilogram. Yang terpenting, harga gula dan tebu petani tidak boleh turun karena kita sudah sepakat pada harga tersebut," tegas Arief, dikutip dari Antara pada Selasa (18/2/2025).

Impor GKM, menurut Arief, merupakan bagian dari upaya penguatan cadangan pangan pemerintah (CPP) untuk mengantisipasi fluktuasi harga gula konsumsi, terutama menjelang bulan Puasa dan Lebaran 2025. Selain impor GKM yang nantinya akan diolah menjadi gula konsumsi, pemerintah juga akan menyerap hasil panen tebu dalam negeri yang diproyeksikan terjadi pada April hingga Mei. "Kedua langkah ini akan berjalan bersamaan. Panen tebu akan tetap diserap pada April dan Mei," ujar Arief.

Arief menambahkan bahwa rencana impor 200 ribu ton GKM tidak akan mencukupi kebutuhan dalam negeri selama tiga minggu, mengingat konsumsi gula di Indonesia mencapai 250 ribu ton per bulan. "200 ribu ton itu tidak akan cukup untuk tiga minggu karena kebutuhan kita mencapai 250 ribu ton per bulan," jelasnya.

Proses impor GKM akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan, seperti ID FOOD, Perum Bulog, atau PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Namun, Arief belum dapat memastikan kapan impor akan dilakukan atau negara asal yang akan dituju.

"Proses ini membutuhkan waktu. Setelah risalah selesai, kami akan meminta BUMN terkait untuk melakukan bidding berdasarkan penugasan dari Menteri BUMN. Bapanas akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kemenko Pangan, untuk mempersiapkan ini," paparnya.

Arief juga mengungkapkan bahwa stok gula saat ini perlu dikeluarkan dari gudang karena adanya kenaikan harga di beberapa daerah. Setelah stok dikeluarkan, gudang akan kembali terisi dengan gula dari hasil panen dalam negeri. "Stok gula yang ada sekarang harus dikeluarkan karena harga gula sedang naik. Setelah itu, stok baru akan masuk, salah satunya dari hasil panen tebu pada April dan Mei," kata Arief.

baca juga

Saat ini, stok gula nasional mencapai sekitar 4,5 juta ton, yang diperkirakan akan mencukupi kebutuhan selama lima bulan ke depan hingga masa panen tebu.

"Stok kita saat ini sekitar 4,5 juta ton, yang akan mencukupi kebutuhan hingga lima bulan ke depan, sampai masa panen tebu tiba. Saat ini, panen tebu belum dimulai," pungkas Arief.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ingin Harga Pangan Naik, Kecuali....

Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ingin Harga Pangan Naik, Kecuali....

News | Selasa, 18 Februari 2025 | 02:30 WIB

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Petrokimia Gresik Teken MoU Perluas Program MAKMUR 2025

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Petrokimia Gresik Teken MoU Perluas Program MAKMUR 2025

Bisnis | Senin, 17 Februari 2025 | 13:18 WIB

Berkas Dugaan Korupsi Importasi Gula Dilimpahkan ke Kejari Jakpus, Tom Lembong Berharap Kebenaran Terungkap

Berkas Dugaan Korupsi Importasi Gula Dilimpahkan ke Kejari Jakpus, Tom Lembong Berharap Kebenaran Terungkap

News | Jum'at, 14 Februari 2025 | 17:25 WIB

Daftar 8 Minuman Penurun Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes

Daftar 8 Minuman Penurun Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes

Lifestyle | Rabu, 12 Februari 2025 | 17:24 WIB

Bapanas Usulkan HET MinyaKita Wilayah Timur Naik

Bapanas Usulkan HET MinyaKita Wilayah Timur Naik

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2025 | 13:17 WIB

Harga Bawang Merah & Cabai Rawit Melonjak, Cek Harga Pangan Terbaru Hari Ini!

Harga Bawang Merah & Cabai Rawit Melonjak, Cek Harga Pangan Terbaru Hari Ini!

Bisnis | Rabu, 12 Februari 2025 | 11:21 WIB

Terkini

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Novel Bamukmin Diisukan Jadi Komisaris, Website PT Hotel Indonesia Natour Hilang

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:26 WIB

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

×