Waskita Karya Garap Bendungan Berstatus PSN

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 11 Maret 2025 | 14:01 WIB
Waskita Karya Garap Bendungan Berstatus PSN
Gambar Ilustrasi Logo Waskita Karya. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) kini lebih memilih untuk fokus menggarap proyek-proyek bendungan yang masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Langkah ini diambil setelah perusahaan pelat merah tersebut mengalami kerugian besar akibat proyek-proyek jalan tol yang mereka garap sebelumnya.

WSKT sendiri kini tengah mengerjakan enam bendungan berstatus PSN, yaitu Bendungan Jragung, Bener, Mbay, Tiga Dihaji, Karangnongko, dan Cibeet.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan Bendungan Jragung sudah hampir rampung, realisasinya saat ini di atas 87 persen. Progres pembangunan Bendungan Bener dan Mbay pun telah lebih dari 60 persen, masing-masing sebesar 64,25 persen dan 74,86 persen.

Sedangkan progres Bendungan Tiga Dihaji, Karangnongko, dan Cibeet di bawah 50 persen. Ermy memastikan, seluruh pengerjaan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

"Waskita Karya merasa bangga dapat menjadi bagian dari pembangunan PSN dan mendorong program swasembada pangan pemerintah melalui pembangunan bendungan. Kami berkomitmen menyelesaikan semua proyek tersebut dengan tepat waktu dan mutu, agar bisa segera digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Ermy dalam keterangannya dikutip Selasa (11/3/2024).

Ia menyebutkan, bendungan merupakan proyek multifungsi yang memberikan banyak dampak positif. Bendungan Jragung di Jawa Tengah misalnya, berfungsi menyuplai air ke Daerah Irigasi (DI) seluas 4.528 hektare (ha) di Kabupaten Demak dan Grobogan.

"Bendungan tersebut diperkirakan bisa meningkatkan produksi pertanian hingga tiga kali tanam, sehingga mendukung ketahanan pangan," jelas dia. Dirinya menambahkan, bendungan berkapasitas tampung 90 juta meter kubik (m3) ini juga mampu mendukung ketahanan energi, karena berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) berkapasitas sebesar 1.400 kilowatt (kw).

Bendungan senilai Rp3 triliun tersebut, sambungnya, bisa pula dikembangkan menjadi objek pariwisata maupun agrowisata. Dengan begitu, dampaknya dapat dirasakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar lokasi, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal.

baca juga

Selain Jragung, Bendungan Bener yang berada di Jawa Tengah juga memiliki sejumlah manfaat. Bahkan digadang-gadang menjadi bendungan tertinggi di Indonesia, karena tingginya menembus 169 meter.

Tidak hanya mampu mengalirkan air ke lahan irigasi seluas 15.519 ha, bendungan senilai Rp2,06 triliun itu pun mampu menampung air hingga 92 juta meter kubik (m3). Bendungan Bener, lanjut dia, dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota, dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke Kabupaten Purworejo, Kebumen, Kulon Progo, termasuk Bandara YIA.

Proyek ini turut mencegah banjir di sekitar bendungan. Hal itu karena mampu mereduksi debit banjir dari 583,94 m3 per detik menjadi 178 m3 per detik atau 70 persen pada debit banjir per 25 tahun (Q25).

"Bendungan Cibeet juga dibangun guna mengatasi banjir. Diharapkan, dengan adanya proyek itu, titik-titik rawan banjir di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi dan Karawang bisa berkurang," kata Ermy. Ia menambahkan, bendungan yang menghabiskan biaya hingga Rp5,5 triliun tersebut, mampu mereduksi banjir hingga 6.080 ha.

Dirinya menuturkan, seluruh proyek bendungan yang dikerjakan Waskita tidak hanya berfungsi meningkatkan produksi hasil pertanian, tapi juga memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Contohnya Bendungan Tiga Dihaji di Sumatera Selatan dan Bendungan Mbay di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Keduanya berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dan mendorong lahirnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), sehingga dapat dikembangkan menjadi sektor pariwisata yang akan mengundang banyak pengunjung. Bahkan Bendungan Tiga Dihaji dapat dimanfaatkan sebagai arena olahraga air," jelas dia.

Ermy melanjutkan, Bendungan Karangnongko di Jawa Tengah dapat pula dijadikan lokasi pariwisata. Bahkan proyek senilai Rp1,26 triliun ini mampu menyediakan tempat budidaya perikanan sekaligus menjadi tempat konservasi tumbuhan dan hewan.

"Sebagai BUMN konstruksi yang sudah berpengalaman lebih dari 64 tahun membangun berbagai proyek terrmasuk infrastruktur air, Waskita Karya menyadari pentingnya pembangunan bendungan bagi masyarakat. Maka ke depannya, Perseroan siap membangun lebih banyak bendungan, sesuai arahan pemerintah," tegas Ermy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bongkar PSN Peninggalan Jokowi, Tindakan Prabowo Bisa Bikin Investor Kabur?

Bongkar PSN Peninggalan Jokowi, Tindakan Prabowo Bisa Bikin Investor Kabur?

News | Selasa, 11 Maret 2025 | 09:27 WIB

Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN, AHY: Harus Segera Diwujudkan!

Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN, AHY: Harus Segera Diwujudkan!

Bisnis | Sabtu, 08 Maret 2025 | 15:24 WIB

Proyek Pembayaran Tol Tanpa Stop MLFF Terlempar dari PSN

Proyek Pembayaran Tol Tanpa Stop MLFF Terlempar dari PSN

Bisnis | Jum'at, 07 Maret 2025 | 17:06 WIB

Terkini

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

5 Penyebab HP Cepat Panas, Ketahui untuk Mencegah Kerusakan Fatal

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:42 WIB

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

Sempat Berkali-kali Hilang, Nusron Wahid Akhirnya Nongol di DPR Bahas RUU Reforma Agraria

News | Senin, 21 September 2026 | 13:41 WIB

2 Penyebab Nasi Cepat Bau dan Menguning, Ini Biang Keroknya

2 Penyebab Nasi Cepat Bau dan Menguning, Ini Biang Keroknya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:40 WIB

Review The Great Flood: Saat Film Bencana Berubah Jadi Misteri Sci-Fi yang Bikin Pikiran Meledak!

Review The Great Flood: Saat Film Bencana Berubah Jadi Misteri Sci-Fi yang Bikin Pikiran Meledak!

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:39 WIB

2000 Lebih Pasukan Tewas, Houthi Rekrut Pasukan dari Imigran Afrika dan Kelompok Marginal

2000 Lebih Pasukan Tewas, Houthi Rekrut Pasukan dari Imigran Afrika dan Kelompok Marginal

News | Senin, 21 September 2026 | 13:35 WIB

Cara Mudah Menghitung Keliling Trapesium Sama Kaki Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soalnya

Cara Mudah Menghitung Keliling Trapesium Sama Kaki Lengkap dengan Rumus dan Contoh Soalnya

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:31 WIB

Take My Hand: Ketika Menjadi Anak Kelas 12 Tak Semudah yang Dibayangkan

Take My Hand: Ketika Menjadi Anak Kelas 12 Tak Semudah yang Dibayangkan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:30 WIB

Sebut Praperadilan 'Perang Dokumen', Kubu Silmy Karim Uji Keabsahan Penangkapan dan Penyitaan KPK

Sebut Praperadilan 'Perang Dokumen', Kubu Silmy Karim Uji Keabsahan Penangkapan dan Penyitaan KPK

News | Senin, 21 September 2026 | 13:28 WIB

Logo Tut Wuri Handayani: Sejarah dan Maknanya

Logo Tut Wuri Handayani: Sejarah dan Maknanya

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:28 WIB

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB

×