Pastikan Petani Sejahtera, PCO Pantau Langsung Implementasi Pembelian Gabah Rp6.500/Kg

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Sabtu, 22 Maret 2025 | 05:38 WIB
Pastikan Petani Sejahtera, PCO Pantau Langsung Implementasi Pembelian Gabah Rp6.500/Kg
Ilustrasi petani Indonesia di sawah (Pexels/hartono subagio)

Suara.com - Pemerintah menaikan harga pembelian gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram. Sebelumnya, harga pembelian pemerintah (HPP) terhadap GKP petani berada di angka Rp6.000 per kilogram.

Sebagai langkah konkret dalam implementasi kebijakan pangan nasional, Presiden Communication Office (PCO) turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebijakan penyerapan gabah dengan harga Rp6.500 per kilogram berjalan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas pasokan beras nasional.

Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama PCO, Prita Laura mengungkapkan, Indonesia menghadapi paradoks dalam sektor pangan. Sebagai negara dengan populasi hampir 290 juta jiwa, kebutuhan pangan sangat besar, namun kesejahteraan petani masih menjadi tantangan. Selain itu, ketergantungan pada impor pangan masih menjadi masalah yang perlu diselesaikan. Melalui kebijakan ini, Presiden Prabowo berupaya menjawab paradoks tersebut dengan memastikan kesejahteraan petani melalui harga beli gabah yang adil.

"Kami datang ke sini untuk melihat bagaimana proses implementasi dari kebijakan Presiden karena kita tahu Presiden Prabowo melalui pemerintah terus berusaha untuk memperkuat sektor pertanian dan juga sektor pangan," ujar Prita kepada awak media saat meninjau langsung puncak panen di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat, (21/3/2025).

Prita meyakini, pembelian harga gabah yang lebih tinggi dapat memotong praktik-praktik yang selama ini memiskinkan petani. Di mana, dia menduga ada praktik-praktik middleman yang selama ini memiskinkan petani.

Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama PCO, Prita Laura saat mengunjungi Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)
Juru Bicara dan Tenaga Ahli Utama PCO, Prita Laura saat mengunjungi Sentra Penggilingan Padi (SPP) Sragen. (Dok: Restu Fadilah/Suara.com)

Dalam proses implementasinya, dia tak menampik masih terdapat tantangan yang perlu disesuaikan. Namun, kemandirian pangan adalah hal mutlak yang tak bisa diganggu gugat. Oleh karena itu, agar program ini berjalan optimal, dia mendorong Perum Bulog untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap praktik-praktik curang yang memiskinkan petani tersebut.

"Ada beberapa hal yang tentunya perlu untuk terus dikalibrasi dengan berbagai kebijakan baru pemerintah ini, termasuk juga upaya-upaya untuk mengedukasi petani itu sendiri. Bagaimana petani ini berkomitmen untuk menjual gabah yang memiliki kualitas yang baik. Karena bagaimanapun gabah yang memiliki kualitas yang baik, akan menghasilkan juga kualitas beras yang juga baik," tambah Prita Laura.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama Perum Bulog, Marga Taufiq menjelaskan, untuk memastikan harga beli gabah di angka Rp6.500 per kilogram, pihaknya melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari TNI dan Bhayangkara Pembina Keamanan serta Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dari Polri.

"Saya kira kita sudah mengimbau juga seperti katanya, bahwa bulog tidak sendiri, bersama dengan para penyuluh pertanian, kemudian teman-teman dari Babinsa, dari Babinkamtibmas itu, sama-sama memberikan pendampingan untuk sampai ke Bulog," jelas Marga.

baca juga

Hal ini diamini oleh Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Fadillah Rachmawati. Fadillah meyakini, keterlibatan TNI-Polri membuat program ini berjalan optimal. Pasalnya, Babinsa mendampingi petani sejak sebelum awal menanam hingga masa panen. Sehingga, mereka memiliki pengetahuan terkait lokasi panen gabah para petani.

Sebagai informasi, wilayah Solo Raya tengah mengalami puncak panen. Hingga April 2025, serapan gabah oleh Perum Bulog Surakarta diproyeksikan mencapai sekitar 28.000 ton setara beras. Serapan itu tersebar dari tujuh wilayah kerja yang meliputi enam kabupaten dan satu kota di Solo Raya mencakup Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Petani Jual Padi ke Tengkulak, Bulog Gercep Serap Gabah di Solo Raya

Cegah Petani Jual Padi ke Tengkulak, Bulog Gercep Serap Gabah di Solo Raya

Bisnis | Sabtu, 22 Maret 2025 | 04:46 WIB

La Nina Ancam Panen Raya Petani, Waka Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini

La Nina Ancam Panen Raya Petani, Waka Komisi IV DPR Desak Pemerintah Lakukan Hal Ini

News | Kamis, 20 Maret 2025 | 20:33 WIB

Masyarakat Merauke Rayakan Keberhasilan Bersama: Panen Raya yang Mengubah Takdir!

Masyarakat Merauke Rayakan Keberhasilan Bersama: Panen Raya yang Mengubah Takdir!

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 20:04 WIB

Komitmen Nyata Menuju Swasembada Pangan: Panen Raya Serentak Optimasi Lahan di Merauke

Komitmen Nyata Menuju Swasembada Pangan: Panen Raya Serentak Optimasi Lahan di Merauke

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 17:18 WIB

Lumbung Padi Sulawesi Jadi Prioritas: BRI dan Bulog Kolaborasi Serap Gabah Petani

Lumbung Padi Sulawesi Jadi Prioritas: BRI dan Bulog Kolaborasi Serap Gabah Petani

Bri | Senin, 17 Maret 2025 | 11:54 WIB

Sri Mulyani Wanti-wanti Anggaran Rp16,6 Triliun Untuk Beli Beras Petani Tidak di Korupsi

Sri Mulyani Wanti-wanti Anggaran Rp16,6 Triliun Untuk Beli Beras Petani Tidak di Korupsi

Bisnis | Selasa, 11 Maret 2025 | 13:40 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×