Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

BRI Gebrak Pertumbuhan Industri: Siapkan Pembiayaan Dukung Sektor Berkelanjutan

M Nurhadi

Minggu, 23 Maret 2025 | 15:04 WIB
BRI Gebrak Pertumbuhan Industri: Siapkan Pembiayaan Dukung Sektor Berkelanjutan
BRI dan HKI kolaborasi memperkuat daya saing kawasan industri. (Ist)

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) semakin memperkuat sinerginya dalam mendukung pertumbuhan kawasan industri guna mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada periode 2025-2029. Langkah ini sejalan dengan misi Asta Cita Pemerintah ke-5, yang bertujuan untuk mempercepat hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam guna meningkatkan nilai tambah dalam negeri.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, BRI menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI). Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Commercial, Small & Medium Business BRI, Amam Sukriyanto, dan Sekjen HKI, Priyo Budianto, dalam acara Gathering Nasional Kawasan Industri 2025 yang berlangsung di Menara BRILiaN, Jakarta, pada 18 Maret 2025. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, serta para pemangku kepentingan dari pemerintah dan pelaku usaha.

Amam Sukriyanto menegaskan bahwa BRI siap mendukung pertumbuhan industri manufaktur melalui berbagai layanan dan produk unggulan yang dapat memperkuat ekosistem bisnis kawasan industri.

"BRI selalu mendukung inisiatif yang mendorong pertumbuhan industri nasional. Dengan sinergi bersama HKI, kami optimistis dapat mengoptimalkan perkembangan bisnis kawasan industri di seluruh Indonesia melalui layanan perbankan yang komprehensif," ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan industri yang berdaya saing tinggi, sekaligus mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam. BRI berkomitmen untuk menyediakan pembiayaan berkelanjutan, termasuk skema khusus bagi kawasan industri yang berorientasi pada lingkungan. Hal ini bertujuan untuk mendorong investasi di sektor industri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Wakil Menteri Perindustrian RI, Faisol Riza, menekankan bahwa kawasan industri tidak hanya berfungsi sebagai lokasi produksi, tetapi juga sebagai pusat ekosistem industrialisasi yang berkontribusi besar terhadap produktivitas nasional.

"Pada tahun 2024, sektor industri pengolahan nonmigas tetap menjadi penyumbang terbesar bagi PDB nasional, yaitu sebesar 17,16%, dengan tingkat pertumbuhan mencapai 4,75%. Selain itu, sektor ini juga menjadi kontributor utama dalam penerimaan pajak, menyumbang hingga 25,84%," jelas Riza.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa industri pengolahan nonmigas tetap menjadi sektor kunci dalam menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan di Indonesia. Kawasan industri yang berkembang dengan baik akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi, terutama dalam mendorong ekspor dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

BRI berkomitmen untuk terus mendorong pembiayaan berkelanjutan bagi kawasan industri, termasuk melalui program-program yang mendukung efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia di kancah global.

"Kami percaya bahwa dengan dukungan pembiayaan yang tepat, kawasan industri di Indonesia dapat berkembang menjadi pusat produksi yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan. Ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional," tambah Amam Sukriyanto.

Gathering Nasional Kawasan Industri 2025 menjadi wadah strategis bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan industri. Beberapa isu yang dibahas antara lain kebutuhan infrastruktur yang memadai, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kebijakan pemerintah yang mendukung investasi di sektor industri.

Para peserta juga merumuskan strategi dan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat daya saing kawasan industri di Indonesia. Salah satu rekomendasi utama adalah perlunya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga keuangan seperti BRI untuk menciptakan ekosistem industri yang lebih baik.

Dengan sinergi antara BRI dan HKI, diharapkan kawasan industri di Indonesia dapat berkembang lebih cepat dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan industri nasional. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% pada periode 2025-2029," tutup Amam Sukriyanto.

Penandatanganan MoU antara BRI dan HKI menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem industri nasional. Melalui dukungan pembiayaan berkelanjutan dan layanan perbankan yang komprehensif, BRI siap mendorong pertumbuhan kawasan industri yang berdaya saing tinggi dan ramah lingkungan. Dengan sinergi ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Unggul dalam Keberagaman: Bukti Nyata Komitmen pada Inklusi dan Kesetaraan Dunia Kerja

BRI Unggul dalam Keberagaman: Bukti Nyata Komitmen pada Inklusi dan Kesetaraan Dunia Kerja

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 14:54 WIB

BRI Pimpin Penyaluran KUR di Kalimantan Selatan, Dukung Pertumbuhan UMKM

BRI Pimpin Penyaluran KUR di Kalimantan Selatan, Dukung Pertumbuhan UMKM

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 13:12 WIB

Ada Cashback, iPhone 15 Pro, Hingga Voucher Travel Khusus Nasabah RDN BRI, Cek di Sini!

Ada Cashback, iPhone 15 Pro, Hingga Voucher Travel Khusus Nasabah RDN BRI, Cek di Sini!

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 12:29 WIB

BRI Kasih Kejutan! Beli Kacamata di Optik Melawai, Bayar 1 Dapat 2!

BRI Kasih Kejutan! Beli Kacamata di Optik Melawai, Bayar 1 Dapat 2!

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 12:04 WIB

BRI Siapkan Layanan e-Channel Andal untuk Dukung Transaksi Lancar saat Lebaran 2025

BRI Siapkan Layanan e-Channel Andal untuk Dukung Transaksi Lancar saat Lebaran 2025

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 11:23 WIB

Kinerja Keuangan BRI Tetap Perkasa di Tengah Penghapusan Utang UMKM

Kinerja Keuangan BRI Tetap Perkasa di Tengah Penghapusan Utang UMKM

Bri | Minggu, 23 Maret 2025 | 09:22 WIB

Terkini

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Chatib Basri Ungkap Jalan Keluar Krisis Ekonomi saat Rumor Jadi Menkeu: Jangan Naikkan Pajak

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:14 WIB

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Gegara BI-Rate Rupiah Bernasib Baik Hari Ini, Tapi Masih Rp 18.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:53 WIB

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Cadev Turun 1,3 Miliar Dolar AS, Gubernur BI Singgung IMF

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:49 WIB

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Harga Kedelai Mahal Gegara Rupiah Melemah, Pemerintah Beri Subsidi Rp2.000

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:41 WIB

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Masih Menarikkah Investasi Saham BBCA? Tengok Strateginya

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 15:34 WIB

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Daftar Saham Paling Laris Hari Ini: BBCA Transaksi Jumbo, BUMI Tembus Volume Besar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:40 WIB

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Jurus Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen Sesuai Ambisi Prabowo

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Rupiah Jebol ke Rp18.000 Karena Fiskal Menkeu Ugal-ugalan, Chatib Basri: Isu Ini Tidak Ditangani!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:02 WIB

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Menaker Paparkan Program Prabowo terkait Tenaga Kerja di Konferensi Perburuhan Internasional

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Chatib Basri: Tugas Menkeu Gampang!

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:17 WIB