Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Bareskrim Polri Subdit V Siap Jemput Investor yang 'Kabur' dari IHSG

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 24 Maret 2025 | 12:28 WIB
Bareskrim Polri Subdit V Siap Jemput Investor yang 'Kabur' dari IHSG
Bareskrim Polri Subdit V Siap Jemput Investor yang Kabur dari Indonesia (Ist)

Suara.com - Sebuah narasi mencekam telah mencuat di social media X (dulu Twitter). Seorang netizen membagikan sebuah video yang mengungkap Bareskrim Polri Subdit V mewacanakan akan menjemput investor yang kabur dari Indonesia.

"Saat ini sedang memantau saham. Apakah saham-saham ini sedang baik-baik saja atau perlu sebuah mekanisme tertentu, sehingga nantinya presiden RI bisa melakukan upaya apa. Seandainya investor kabur, apakah harus kita jemput? Ayo baik-baik, balik ke Indonesia," ucap sosok dalam video yang tersebar di media sosial. Belum diketahui, kapan, di mana dan dalam agenda apa video ini direkam.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pada perdagangan pasar saham pada Jumat, 21 Maret 2023, IHSG turun, berada di level 6.258 berdasarkan data market live sekuritas IPOTGO. Adapun rata-rata Harga saham di pasar modal menurun drastis hingga didominasi warna merah.

Penurunan IHSG yang merupakan jendela minat investor luar negeri kepada perkembangan ekonomi Indonesia menunjukkan banyak investor luar negeri yang angkat kaki dari IHSG. Ini menyebabkan kepanikan di antara investor dalam negeri, hingga menimbulkan market crash.

Banyak pihak mulai mempertanyakan peran pemerintah untuk menjaga kestabilan dan Kesehatan pasar modal. Untuk itu, beragam narasi mulai bermunculan. Kepanikan ditanggapi leh Bareskrim Polri Subdit V Dirtipideksus. Beredar di social media, video Bareskrim Polri mengaku memantau pergerakan Harga saham untuk kestabilan ekonomi. Bila investor kabur, Bareskrim memberikan sinyal siap untuk 'menjemput' para investor tersebut.

Namun demikian, langkah ini dianggap kurang tepat karena seharusnya yang mengambil peran dalam meningkatkan Kembali IHSG adalah stakehorlder di bidang pasar modal, antara lain:
- emiten
- Investor
- otoritas Jasa Keuangan (OJK)
- Bursa Efek Indonesia (BEI)
- Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
- Lembaga Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia (KPEI)
- Perantara pedagang efek (PPE)
- Penilai Efek (PE)
- Konsultan Hukum, bukan polisi atau TNI melainkan firma hukum dan pengacara bidang ekonomi.
- Akuntan Publik (AP).

Bagi netizen, situasi saat ini menunjukkan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia berada dalam efek dunning krugger, di mana orang yang tidak berkompeten di bidang tertentu cenderung merasa lebih bisa dan lebih tahu tentang bidang tersebut.

Sebelumnya, BEI sampai menerapkan kebijakan Trading Halt untuk mengantisipasi penurunan tajam saham dan menahan kerugian investor agar tak semakin jauh. Pada 18 Maret 2025, IHSG terperosok sampai 5 persen.

Trading halt sendiri merupakan penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham karena IHSG anjlok hingga melewati batas tertentu. Trading Halt diterapkan agar perdagangan efek tetap teratur, wajar, dan efisien.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa investor berbondong-bondong menjual sahamnya dan juga menarik modal dari IHSG. Di mana ini juga menunjukkan investor masih menunggu kepastian terkait kebijakan ekonomi Indonesia.

Saat ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus menunjukkan tren penurunan menjelang penutupan perdagangan Sesi I pada Senin (24/3/2025). Berdasarkan pantauan Redaksi Suara.com, pada pukul 11.45 WIB, IHSG tercatat berada di level 6.090, turun 2,6% dibandingkan pembukaan pasar hari ini. Volume transaksi hingga pukul 10.19 WIB mencapai 5,74 miliar saham dengan nilai transaksi Rp5 triliun, dan frekuensi perdagangan sebanyak 426.817 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 68 saham yang menguat, sementara 549 saham tercatat turun dan 158 saham stagnan.

Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh koreksi pada saham-saham blue chip, terutama di sektor perbankan, emiten yang dikendalikan oleh grup konglomerat, dan emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tekanan ini terjadi menjelang pengumuman penting yang dinantikan oleh investor, yaitu pengumuman susunan kepengurusan baru Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Selain itu, pemerintah secara resmi telah mengalihkan seluruh saham seri A ke PT Biro Klasifikasi Indonesia, yang merupakan holding operasional yang dimiliki dan dikendalikan oleh Danantara sebagai bagian dari penyertaan modal.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penyebab IHSG Sulit Menguat Hari Ini, Imbas Pengumuman Penting Danantara?

Penyebab IHSG Sulit Menguat Hari Ini, Imbas Pengumuman Penting Danantara?

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 11:57 WIB

IHSG Tetap Melemah Jelang Penutupan Sesi I, Potensi Bakal Trading Halt Lagi?

IHSG Tetap Melemah Jelang Penutupan Sesi I, Potensi Bakal Trading Halt Lagi?

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 11:22 WIB

Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Cek CCTV

Bareskrim Selidiki Teror Kepala Babi di Kantor Tempo, Cek CCTV

News | Minggu, 23 Maret 2025 | 19:08 WIB

IHSG Anjlok, Rupiah Tertekan: Kesalahan Kebijakan atau Faktor Global?

IHSG Anjlok, Rupiah Tertekan: Kesalahan Kebijakan atau Faktor Global?

Your Say | Sabtu, 22 Maret 2025 | 13:34 WIB

IHSG Loyo, Sandiaga Uno Saran Borong Saham untuk Investasi

IHSG Loyo, Sandiaga Uno Saran Borong Saham untuk Investasi

Bisnis | Jum'at, 21 Maret 2025 | 10:01 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS: Dongkrak Kepercayaan Investor, Efek Jangka Pendek?

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS: Dongkrak Kepercayaan Investor, Efek Jangka Pendek?

Bisnis | Kamis, 20 Maret 2025 | 15:35 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB