Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Vania Rossa

Kamis, 03 April 2025 | 19:19 WIB
Harga Emas 'Menggila', Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Ilustrasi penyebab harga emas naik. (Photo by Sabrianna on Unsplash)

Suara.com - Harga emas terus mencatatkan rekor tertinggi dalam beberapa waktu terakhir. Fenomena ini tentu menimbulkan pertanyaan, apa sebenarnya yang terjadi? Mengapa harga emas terus meroket, dan apa dampaknya bagi kita?

Menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak disukai, emas dipilih bukan tanpa alasan. Pasalnya, harga emas cenderung terus naik dan membawa keuntungan ketika dijual pada harga yang tepat. Tapi kira-kira apa penyebab harga emas naik terus?

Emas dinilai jadi perangkat investasi yang tepat dan terlindung dari terjadinya inflasi. Harganya yang cenderung terus naik menyesuaikan dengan nilai inflasi memungkinkan Anda menjaga nilai kekayaan yang Anda miliki dari waktu ke waktu.

Selain itu, emas juga menjadi perangkat investasi yang mudah dicairkan. Hanya memerlukan waktu singkat untuk menjadikan emas ke bentuk dana segar yang siap digunakan, selama surat-surat dan ketentuan penjualannya sudah terpenuhi.

Setelah Lebaran 2025, harga emas menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas ini antara lain: 

1. Dinamika Ekonomi Global

Terjadinya dinamika pada perekonomian global menjadi salah satu penyebab harga emas mengalami kenaikan. Tidak sedikit investor yang beralih dan memilih emas sebagai investasi yang dinilai aman, sehingga hal ini menimbulkan permintaan yang meningkat

Terjadinya krisis keuangan, seperti ketika pandemi, atau gejolak politik, dapat mendorong harga emas untuk terus naik. Emas menjadi aset yang dapat mempertahankan nilai bahkan ketika kondisi ekonomi benar-benar buruk. Jadi tak heran jika harganya dipengaruhi faktor global seperti ini.

2. Terjadinya Inflasi

baca juga

Inflasi yang tinggi juga jadi salah satu faktor penyebab harga emas naik. Ketika terjadi inflasi, nilai mata uang cenderung menurun. Emas yang dianggap sebagai alat pelindung kekayaan akan memiliki nilai yang lebih tinggi, agar nilai kekayaan yang dimiliki tidak menurun dan terpengaruh besar oleh inflasi.

Di sisi lain, inflasi tinggi juga dapat mengurangi daya beli masyarakat secara umum. Harga emas yang cenderung naik menggoda semakin banyak orang, sehingga menjadi opsi paling masuk akal dan aman untuk melindungi aset yang dimiliki.

3. Pelemahan Nilai Dolar AS

Sebagai mata uang yang digunakan sebagai acuan banyak hal, nilai dolar AS juga turut mempengaruhi harga emas. Harga emas secara umum memiliki hubungan terbalik dengan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Artinya ketika nilai dolar AS melemah, maka harga emas akan cenderung naik. Di sisi lain ketika nilai dolar AS menguat, harga emas cenderung semakin terjangkau. Emas di pasar global dinilai dalam dolar AS. Ini mengapa harganya sangat terpengaruh dengan nilai tukar dolar AS yang terjadi.

4. Kebijakan Moneter

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram

Harga Emas Antam Lompat Tinggi di Libur Lebaran Jadi Rp1.836.000/Gram

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:46 WIB

Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR

Harga Emas Antam, UBS, Pegadaian dan Galeri 24 Hari Ini, Cocok untuk Investasi THR

Bisnis | Kamis, 03 April 2025 | 09:05 WIB

H+3 Lebaran, Ini Harga Emas di Pegadaian: Saatnya Beli atau Jual?

H+3 Lebaran, Ini Harga Emas di Pegadaian: Saatnya Beli atau Jual?

Bisnis | Rabu, 02 April 2025 | 12:34 WIB

Terkini

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 23:05 WIB

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Dolar AS Diproyeksi Perkasa Ditopang Wall Street, Rupiah Bisa Anjlok Lagi?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:31 WIB

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Trump Mau Pecat Gubernur The Fed, Malah Kena 'Tampar' Mahkamah Agung!

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 22:04 WIB

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Kilang Terbesar Arab Kembali Dibuka, Harga Minyak Dunia Mulai Stabil

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 21:34 WIB

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Harga LNG Dipangkas, Mampukah Bendung PHK?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 20:07 WIB

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Harga Gas untuk Industri Turun, Dasco: Kabar Gembira untuk Buruh

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal dan Rinciannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:45 WIB

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Pasokan Gas Murah Seret, Kemenperin Minta AGIT Dicabut demi Tak Ada PHK

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:32 WIB

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

DEN: Rupiah Melemah saat Kepercayaan pada Pemerintah Tergerus

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:29 WIB

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Investor Ritel Kini Bisa Punya Analis Saham Berbasis AI

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 18:28 WIB

×