Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Pengamat Bocorkan Strategi Rahasia Pi Network Menjelang Consensus 2025

M Nurhadi

Jum'at, 25 April 2025 | 22:09 WIB
Pengamat Bocorkan Strategi Rahasia Pi Network Menjelang Consensus 2025
Ilustrasi [Pixabay/vjkombajn]

Suara.com - Mendekati Consensus 2025, yang akan menjadi panggung bagi inovasi dan perkembangan terkini dalam industri kripto, proyek Pi Network menunjukkan langkah maju yang signifikan dalam membangun dan memperkuat ekosistemnya.

Para pengamat kripto, termasuk Dr. Altcoin, menyoroti berbagai inisiatif strategis yang tengah digarap oleh tim inti Pi Network (Pi Core Team/PCT) untuk meningkatkan posisi mereka di lanskap aset digital global.

Dr. Altcoin menekankan bahwa partisipasi Pi Network dalam Consensus 2025 di Toronto akan menjadi kesempatan emas untuk memamerkan kemajuan teknologi dan potensi ekosistemnya kepada komunitas kripto internasional. Dalam unggahannya di platform X, Dr. Altcoin mengungkapkan bahwa PCT telah memberikan persetujuan resmi dan verifikasi (ditandai dengan centang ungu) kepada aplikasi terdesentralisasi (dApp) bernama Fruity Pi.

Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata komitmen PCT dalam mendorong adopsi dan penggunaan berbagai aplikasi di dalam jaringan Pi, yang akan memperkaya fungsionalitas dan daya tarik ekosistem.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga Pi Coin di tengah dinamika pasar kripto, PCT dilaporkan telah mengimplementasikan strategi pembelian kembali token dari berbagai bursa terpusat. Dr. Altcoin mengungkapkan bahwa tim inti telah mengalokasikan dana dan membentuk sub-wallet khusus yang digunakan untuk mengakuisisi sekitar 48,5 juta Pi Coin dengan nilai mencapai $31 juta.

Langkah ini diyakini bertujuan untuk mengurangi tekanan jual yang mungkin timbul akibat pelepasan token oleh pengguna, sehingga dapat menjaga dan menstabilkan nilai Pi Coin di pasar perdagangan.

Selain memberikan lampu hijau kepada Fruity Pi, PCT juga dikabarkan memiliki rencana untuk mempercepat proses persetujuan bagi aplikasi terdesentralisasi (dApp) lainnya yang berpotensi untuk bergabung dan berkontribusi dalam ekosistem Pi Network. Selain itu, PCT juga berfokus pada percepatan proses Know Your Business (KYB), sebuah mekanisme verifikasi identitas untuk entitas bisnis yang ingin berpartisipasi dalam jaringan Pi.

Langkah ini dianggap krusial untuk memastikan bahwa ekosistem Pi Network tumbuh dengan kehadiran aplikasi dan entitas bisnis yang terpercaya, aman, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku di berbagai yurisdiksi.

Perkembangan menarik lainnya datang dari bursa kripto HTX, yang memberikan indikasi kuat mengenai kemungkinan listing Pi Coin di platform perdagangan mereka. Melalui unggahan di platform X, HTX menampilkan logo Pi Network, yang langsung memicu gelombang spekulasi dan antusiasme di kalangan komunitas Pi dan investor kripto.

baca juga

Listing di bursa kripto besar seperti HTX berpotensi secara signifikan meningkatkan likuiditas Pi Coin dan memperluas eksposurnya kepada audiens pasar global yang lebih luas, sehingga dapat berdampak positif pada permintaan dan harga aset digital ini.

Sebelumnya, Pi Network telah berhasil mencatat lebih dari 12 juta pengguna yang sukses bermigrasi ke fase pertama mainnet. Saat ini, komunitas global Pi yang mencapai lebih dari 60 juta pengguna tengah menantikan kejelasan mengenai dimulainya fase kedua migrasi.

Tim inti Pi Network menjelaskan bahwa proses migrasi koin Pi ke mainnet memerlukan waktu yang lebih lama dari perkiraan karena pendekatan Pi Network yang berbeda dari proyek kripto lainnya. Alih-alih airdrop yang cepat, Pi Network memilih pendekatan yang lebih terstruktur dan menyeluruh, mengingat volume akun yang terlibat dan tuntutan akurasi serta verifikasi yang tinggi setelah enam tahun proses penambangan yang kompleks.

PCT menekankan bahwa migrasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan akurasi, keamanan, dan keadilan bagi para Pioneers (sebutan untuk pengguna Pi Network) yang jujur, sekaligus mencegah aktivitas kecurangan. Proses verifikasi dilakukan secara internal melalui sistem KYC tanpa biaya tambahan bagi pengguna, menunjukkan fokus Pi Network pada keberlanjutan dan integritas jaringan. S

aat ini, fokus utama tim adalah menyelesaikan seluruh proses migrasi tahap pertama, termasuk verifikasi imbalan penambangan dasar, imbalan lingkaran keamanan, imbalan penguncian token, imbalan penggunaan aplikasi utilitas, serta imbalan node yang telah dikonfirmasi. Fase kedua migrasi akan dimulai setelah seluruh proses tahap pertama berhasil diselesaikan.

Meskipun proses migrasi berlangsung lebih lama dari ekspektasi sebagian pengguna, pendekatan Pi Network yang berhati-hati dan berorientasi jangka panjang dipandang sebagai langkah yang tepat untuk membangun fondasi ekosistem yang kuat, adil, dan berkelanjutan.

Perkembangan positif menjelang Consensus 2025, termasuk persetujuan aplikasi baru, strategi stabilisasi harga, dan potensi listing di bursa besar, menjadi indikator yang menjanjikan bagi masa depan Pi Network. Investor dan pengamat industri kripto akan terus memantau perkembangan selanjutnya dari proyek inovatif ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin Lampaui Amazon dan Google, Kini Jadi Aset Kelima Terbesar di Dunia

Bitcoin Lampaui Amazon dan Google, Kini Jadi Aset Kelima Terbesar di Dunia

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 13:57 WIB

Meski Naik 7 Persen Selama Sepekan, Pi Network Dihantui Penurunan

Meski Naik 7 Persen Selama Sepekan, Pi Network Dihantui Penurunan

Bisnis | Jum'at, 25 April 2025 | 11:20 WIB

Harga Pi Network Hampir Rp11.000, Ini Prediksi Fluktuasi Pasarnya

Harga Pi Network Hampir Rp11.000, Ini Prediksi Fluktuasi Pasarnya

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 20:49 WIB

Bitcoin 'Safe Haven'? Pakar Ungkap Peluang dan Risiko Kripto saat Perang Dagang AS vs China

Bitcoin 'Safe Haven'? Pakar Ungkap Peluang dan Risiko Kripto saat Perang Dagang AS vs China

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 20:25 WIB

Setelah Terkoreksi Pi Network Mulai Kembali Melaju Naik, Dalam Sepekan Naik 4,7 Persen

Setelah Terkoreksi Pi Network Mulai Kembali Melaju Naik, Dalam Sepekan Naik 4,7 Persen

Bisnis | Kamis, 24 April 2025 | 11:50 WIB

Harga Coin Pi Network Naik Stabil dalam 24 Jam, Kapitalisasi 4,52 Miliar Dolar AS

Harga Coin Pi Network Naik Stabil dalam 24 Jam, Kapitalisasi 4,52 Miliar Dolar AS

Bisnis | Rabu, 23 April 2025 | 18:17 WIB

Terkini

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

DPR Siap Cecar Tiktok yang Dituding Tahan Duit UMKM hingga Triliunan Rupiah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:08 WIB

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Potongan Aplikasi Ojol 8 Persen Tak Untungkan Mitra Pengemudi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:42 WIB

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Minyak Dunia Anjok, Mengapa Harga Pertamax Tak Ikut Turun?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:27 WIB

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Kapal Tanker Pertamina Berhasil Lolos dari Selat Hormuz, Sisanya Menunggu Aman

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:16 WIB

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Rupiah Menuju Rp18.000 per Dolar AS Lagi, Akan Menguat Jika Investor Asing Kembali ke Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bukan Pemain, Manchester United Mau Beli Kredit Karbon Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Antrean BBM Surabaya-Gresik Mulai Terurai, BPH Migas dan Pertamina Perkuat Distribusi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Stok Batu Bara Normal, Bos PLN Janji Tak Ada Mati Lampu

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:48 WIB

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:35 WIB

×