Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Lulusan SMA Bisa Kerja di Jepang Tahun 2025: Cek Syarat, Gaji dan Risikonya

M Nurhadi

Selasa, 29 April 2025 | 14:47 WIB
Lulusan SMA Bisa Kerja di Jepang Tahun 2025: Cek Syarat, Gaji dan Risikonya
Ilustrasi Jepang. [Sofia Terzoni/Pixabay]

Suara.com - Kerja ke luar negeri kini mulai dilirik bukan hanya untuk lulusan universitas, tetapi juga untuk jebolan SMA/ sederajat. Jepang menjadi salah satu negara yang dilirik karena kebutuhan tenaga kerja yang tinggi, sekaligus gaji kompetitif. Syarat kerja di Jepang tahun 2025 pun inklusif untuk siapa saja. Secara spesifik, bahkan pemerintah Jepang membuka keran bagi imigran untuk bekerja melalui program Tokutei Ginou atau pekerja dengan ketrampilan spesifik.

Tokutei Ginou dibuka untuk pekerja dari luar negeri dengan minimum usia 18 tahun yang menguasai 16 bidang yakni keperawatan, pengelolaan dan pembersihan gudang, pembuatan produk industri, konstruksi, pembuatan kapal dan mesin kapal, perbaikan mobil, industri penerbangan, perhotelan. pertanian, perikanan, produksi makanan, pelayanan restoran, bisnis transportasi mobil, kereta api, kehutanan, dan industri kayu.

Untuk mendaftar sebagai pekerja dengan spesifikasi ketrampilan di atas, terlebih dahulu Anda harus mendaftarkan diri dalam sistem ujian Tokutei Ginou di website khusus pemerintah Jepang.

Sebelum berangkat dan menetap di Jepang, calon pekerja dari Indonesia dan negara lain perlu melewati sejumlah tahapan tes. Di Jepang, tes dibagi dalam dua tahapan. Yang pertama, adalah tes atau pengecekan yang dilakukan oleh imigrasi Jepang untuk memproses apakah seorang warga negara asing diizinkan masuk, bertempat tinggal, dan bekerja di Jepang. Setelah melalui tes dari imigrasi, tes tahap kedua dilakukan oleh instansi pemberi kerja.

Tahap Imigrasi dan Pengurusan Izin Tinggal

Situs resmi kedutaan Jepang menyatakan orang asing yang ingin masuk ke Jepang harus mendapat visa di Kedutaan Besar Jepang di luar wilayah Jepang.

Namun, orang yang memiliki visa bukan berarti selalu diizinkan memasuki Jepang. Ketika tiba di Jepang, calon pekerja perlu menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pelayanan Imigrasi Jepang. Biasanya pemeriksaan dilakukan di bandara atau tempat lainnya, unuk memperoleh status izin tinggal sesuai dengan aktivitas yang akan dilakukan selama di Jepang. 

Pekerja berketrampilan spesifik biasanya tak perlu menjalani pelatihan tertentu untuk bisa memulai bekerja. Perusahaan Jepang juga lebih sering mencari tenaga kerja siap pakai. Namun, ada juga sistem lain yang disebut Pelatihan Teknis Magang, yang bertujuan memberikan kontribusi internasional di mana pekerja asing yang telah menguasai berbagai keterampilan di Jepang melalui pelatihan teknis di lapangan membagikan keterampilan tersebut di negara asalnya setelah kembali.

Mereka yang telah sukses menyelesaikan pelatihan tertentu di bawah sistem ini dapat mengubah status izin tinggalnya menjadi Pekerja Berketerampilan Spesifik No. 1 di bidang yang sama tanpa mengikuti ujian keterampilan dan ujian kemampuan bahasa Jepang.

baca juga

Pekerja No. 1 ini hanya diizinkan bertempat tinggal di Jepang maksimal selama lima tahun. Sementara kategori lain yakni Pekerja Berketerampilan Spesifik No. 2 tidak memiliki batas waktu dalam pengurusan izin tinggal.

Syarat Kemampuan Bahasa Jepang

Sebelum mendaftar ke perusahaan dan datang ke Jepang para calon pekerja wajib mengantongi sertifikat kemampuan bahasa Jepang. Sejumlah ujian ketrampilan berbahasa yang diikuti calon pekerja antara lain JFT Basic atau JLPT minimum level N-4.

Gaji dan Biaya Hidup di Jepang

Gaji bekerja di Jepang tentunya bervariasi tergantung sektor usaha, jabatan, serta pendidikan. Gaji juga dipengaruhi oleh lokasi tempat tinggal. Gaji di kota metropolitan seperti Tokyo tentu bakal lebih tinggi dibanding jika bertempat tinggal di kota kecil seperti Kagoshima. Begitu pula dengan biaya hidup. Namun, rata – rata pekerja bisa memperoleh gaji di atas 500.000 yen sebulan atau kisaran Rp50 juta.

Untuk pekerja pabrik,  data Economic Research Institute, gaji rata-rata yang diperoleh 2.865.341 yen atau Rp330 juta dalam setahun dengan kisaran mulai dari 2.174.794 yen–3.335.257 yen (sekira Rp227 juta–Rp349 juta).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menit Bermain Sandy Walsh di Yokohama F Marinos Jadi Sorotan, Khawatir Senasib Justin Hubner

Menit Bermain Sandy Walsh di Yokohama F Marinos Jadi Sorotan, Khawatir Senasib Justin Hubner

Bola | Senin, 28 April 2025 | 19:01 WIB

Manusia Tertua di Jepang Meninggal Dunia, Segini Usianya

Manusia Tertua di Jepang Meninggal Dunia, Segini Usianya

Tekno | Senin, 28 April 2025 | 15:37 WIB

Duka Gubernur Pramono Atas Meninggalnya Pesepeda di Depan Kedubes Jepang: Tak Boleh Terulang Lagi

Duka Gubernur Pramono Atas Meninggalnya Pesepeda di Depan Kedubes Jepang: Tak Boleh Terulang Lagi

News | Minggu, 27 April 2025 | 15:19 WIB

Review Novel 'Kotak Pandora': Saat Hidup Hanya soal Bertahan

Review Novel 'Kotak Pandora': Saat Hidup Hanya soal Bertahan

Your Say | Minggu, 27 April 2025 | 14:33 WIB

Persiapan Jelang Peluncuran di Indonesia, Intip Spesifikasi Suzuki Fronx India dan Jepang

Persiapan Jelang Peluncuran di Indonesia, Intip Spesifikasi Suzuki Fronx India dan Jepang

Otomotif | Sabtu, 26 April 2025 | 17:43 WIB

Link Nonton Semifinal Liga Voli Jepang SV League 2025 Game 2, Peluang Rivan Masuk Final

Link Nonton Semifinal Liga Voli Jepang SV League 2025 Game 2, Peluang Rivan Masuk Final

Sport | Sabtu, 26 April 2025 | 13:03 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×