Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

IHSG Kembali Betah di Level 6.800 pada Pembukaan Perdagangan Senin, Cek Saham Pendorongnya

Achmad Fauzi

Senin, 05 Mei 2025 | 09:17 WIB
IHSG Kembali Betah di Level 6.800 pada Pembukaan Perdagangan Senin, Cek Saham Pendorongnya
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terus menanjak naik pada pembukaan perdagangan, Senin, 5 Mei 2025. IHSG dibuka naik ke level 6.844

Mengutip data RTI Business, pada pukul 09.05 WIB, IHSG terus meroket menguat menuju level 6.845, atau naik 29,42 poin atau 0,43 persen.

Pada perdagangan di waktu itu, sebanyak 1,83 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp935,2 miliar, serta frekuensi sebanyak 98.027 kali.

Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 273 saham bergerak naik, sedangkan 154 saham mengalami penurunan, dan 193 saham tidak mengalami pergerakan.

Di perdagangan hari ini, beberapa saham yang mengalami kenaikan sebagai penggerak IHSG diantaranya, JATI, DWGL, MBMA, JAWA, BCAP, PACK, MINA, EMTK, BRPT, CNMA, BREN, CUAN.

Sementara, saham-saham yang alami jeblok pada perdagangan hari ini diantaranya, SNLK, LEAD, SPTO, HILL, KRYA, NCKL, UNTD, NAIK, KETR, CENT, TOWR.

Proyeksi Hari Ini

IHSG terus menunjukkan kekuatannya dan diperkirakan akan melanjutkan tren penguatan dalam beberapa waktu ke depan.

Sentimen positif dari pasar global, khususnya membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta dukungan kuat dari investor asing menjadi bahan bakar utama di balik pergerakan positif IHSG belakangan ini.

baca juga

Pada perdagangan Jumat lalu, IHSG ditutup menguat sebesar 0,72 persen dan mencatatkan aksi beli bersih asing (net foreign buy) senilai sekitar Rp204 miliar. Saham-saham seperti ANTM, BBCA, BMRI, TLKM, dan TPIA menjadi incaran utama investor asing, mencerminkan kepercayaan terhadap prospek pasar domestik.

Menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, sinyal positif dari pasar global serta aliran dana asing yang terus masuk menjadi indikasi kuat bahwa IHSG masih memiliki ruang untuk menguat.

"Kami melihat peluang IHSG untuk terus unjuk gigi dan bertahan di zona hijau masih terbuka lebar, didukung oleh membaiknya sentimen global serta partisipasi aktif investor asing," ungkap Fanny riset hariannya, yang dikutip Senin (5/5/2025).

Lebih lanjut, Fanny menjelaskan bahwa perkembangan terbaru di panggung global telah meredakan kekhawatiran investor. Di Wall Street, tiga indeks utama kompak ditutup menguat pada Jumat, 2 Mei 2025 waktu setempat.

Dow Jones Industrial Average melonjak 1,39 persen, S&P 500 naik 1,47 persen, dan Nasdaq menguat 1,51 persen. Penguatan tersebut didorong oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari ekspektasi serta tanda-tanda meredanya ketegangan dagang antara AS dan China.

China dikabarkan sedang mengevaluasi tawaran dari AS untuk kembali membuka pembicaraan dagang, setelah Presiden AS Donald Trump melakukan pembalikan sebagian tarif impor. Langkah ini memberikan angin segar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang selama ini menghantui investor.

"Kondisi global yang mulai stabil, terutama dari sisi geopolitik dan perdagangan, akan memberi ruang lebih besar bagi investor untuk kembali fokus pada fundamental. Ini menjadi landasan penting bagi pergerakan IHSG ke depan," kata Fanny.

Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Pasar Asia juga ikut merespons positif kabar baik dari China. Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,74 persen, Nikkei 225 Jepang naik 1,04 persen, sementara ASX 200 Australia menanjak 1,31 persen.

Meski pasar China tutup karena libur Hari Buruh, dampak sentimen tetap terasa luas di kawasan Asia Pasifik.

Dari sisi teknikal, IHSG kini mengincar level resistance di 6.850. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan lanjutan terbuka lebar. Namun, apabila gagal menembus resistance tersebut, pasar berpotensi mengalami koreksi minor dengan support kuat berada di kisaran 6.750-6.780. "Secara teknikal, IHSG berada dalam tren naik jangka pendek. Kami tetap optimistis selama support kunci terjaga dan investor terus merespons positif data dan sentimen global," kata Fanny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Unjuk Gigi, Diproyeksikan Bisa Menguat Hari Ini

IHSG Terus Unjuk Gigi, Diproyeksikan Bisa Menguat Hari Ini

Bisnis | Senin, 05 Mei 2025 | 08:27 WIB

IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan

IHSG Makin Mantap di Zona Hijau ke Level 6.815, Cek Saham Apa Saja yang Jadi Jagoan

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 16:45 WIB

IHSG Dibuka Menguat Tembus Level 6.800

IHSG Dibuka Menguat Tembus Level 6.800

Bisnis | Jum'at, 02 Mei 2025 | 09:19 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB