Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Bitcoin Diramal Tembus USD 250.000, Robert Kiyosaki: Beli yang Banyak, Jangan Jual

Achmad Fauzi

Senin, 19 Mei 2025 | 12:04 WIB
Harga Bitcoin Diramal Tembus USD 250.000, Robert Kiyosaki: Beli yang Banyak, Jangan Jual
Investor Kawakan dan Penulis Buku Robert Kiyosaki/(Dok X).

Suara.com - Investor kawakan Robert Kiyosaki menyebut masa depan aset kripto Bitcoin akan cerah. Pasalnya, Penulis buku finansial legendaris Rich Dad Poor Dad memperkirakan harga Bitcoin bisa menembus USD250.000.

Seperti dilansir dari Cryptonews, lewat pernyataan terbarunya di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Kiyosaki tidak hanya menyampaikan prediksi harga, tapi juga memberikan peringatan keras mengenai kondisi sistem keuangan global saat ini.

Dalam tulisannya, Kiyosaki menyebut bahwa sistem keuangan dunia yang dikendalikan oleh bank sentral sedang menuju kehancuran. Ia menyarankan masyarakat untuk menyiapkan perlindungan dengan memegang aset seperti Bitcoin, emas, dan perak.

"Sistem Bank Sentral Marxis sedang runtuh… Banyak yang bangkrut. Teruslah tahan. Saya sedang membeli lebih banyak Bitcoin," tulis Kiyosaki seperti dikutip dari Media Sosial X pribadinya @TheRealKiyosaki, Senin (19/5/2025).

Pernyataan ini menegaskan kembali keyakinannya bahwa Bitcoin dan logam mulia merupakan "uang sungguhan" yang tidak bisa dimanipulasi oleh pemerintah.

Ia mengkritik praktik pencetakan uang berlebihan yang dilakukan bank sentral, yang menurutnya telah merusak daya beli dan nilai simpanan masyarakat luas.

Kiyosaki kemudian menutup pesannya dengan seruan yang tegas kepada para investor, khususnya ritel. "Beli lebih banyak. Jangan jual," kata Kiyosaki.

Menurutnya, meski harga Bitcoin bisa mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, aset ini tetap menjadi alat pelindung kekayaan yang efektif dalam menghadapi kemungkinan keruntuhan sistem keuangan tradisional.

Kiyosaki bukan tokoh pertama yang memproyeksikan kenaikan tajam harga Bitcoin. Ia bahkan telah beberapa kali menyebut Bitcoin sebagai "uang sungguhan" dalam berbagai kesempatan, terutama ketika menggambarkan potensi terjadinya kejatuhan pasar saham terbesar dalam sejarah. Dalam narasi tersebut, ia secara konsisten mendorong orang-orang untuk melindungi kekayaan mereka dengan beralih ke aset seperti Bitcoin, emas, dan perak.

baca juga

Dalam prediksinya sebelumnya, Kiyosaki menyebut Bitcoin bisa turun di bawah USD 80.000 sebelum naik signifikan ke kisaran USD 180.000 atau bahkan USD 200.000 pada 2025. Kini, dengan target baru di angka USD 250.000, ia menambah optimisme yang terus tumbuh di kalangan investor kripto.

Sentimen positif ini juga digaungkan oleh sejumlah tokoh lainnya. Salah satunya adalah pembawa acara podcast The Wolf of Wall Street, yang juga memprediksi bahwa Bitcoin akan menyentuh harga USD 250.000 mencerminkan konsensus yang semakin menguat mengenai potensi lonjakan besar di pasar kripto dalam beberapa tahun ke depan.

Saat ini, Bitcoin (BTC) diperdagangkan di kisaran USD 103.181,32, turun 1,10 persen dalam 24 jam terakhir. Harga tersebut masih berada sekitar 5,48 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 20 Januari 2025, yakni di angka USD 109.114,88.

Meski belum kembali menyentuh puncaknya, tren jangka panjang Bitcoin tetap menunjukkan kecenderungan bullish menurut banyak analis, terutama dengan meningkatnya minat institusional, ketidakpastian geopolitik global, serta melemahnya kepercayaan terhadap fiat money akibat inflasi dan kebijakan moneter longgar. Dengan latar belakang ini, prediksi Kiyosaki semakin menegaskan narasi bahwa Bitcoin bukan hanya instrumen spekulatif, tetapi juga alat perlindungan kekayaan terhadap ketidakpastian sistemik.

Ilustrasi bitcoin (Photo by Traxer on Unsplash)
Ilustrasi bitcoin (Photo by Traxer on Unsplash)

Seiring waktu, investor akan terus memantau apakah prediksi USD 250.000 pada 2025 akan menjadi kenyataan atau sekadar mimpi dari seorang tokoh finansial kontroversial yang dikenal dengan keberaniannya dalam mengambil sikap di luar arus utama.

Keunggulan Bitcoin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Robert Kiyosaki: Masa Kejayaan Uang Kertas Sudah Berakhir

Robert Kiyosaki: Masa Kejayaan Uang Kertas Sudah Berakhir

Bisnis | Jum'at, 16 Mei 2025 | 15:13 WIB

Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 Miliar, Sentimen Ini Pendongkraknya

Harga Bitcoin Tembus Rp 1,7 Miliar, Sentimen Ini Pendongkraknya

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 16:35 WIB

1 Persen Aset Danantara Bisa Buat RI Jadi Raja Bitcoin Global Sejajar AS dan China

1 Persen Aset Danantara Bisa Buat RI Jadi Raja Bitcoin Global Sejajar AS dan China

Bisnis | Kamis, 15 Mei 2025 | 14:48 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×