Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Model Baru Pemberdayaan Ekonomi, Desa Wisata Sukasari Gandeng Swasta dan Anak Muda

Iwan Supriyatna

Kamis, 05 Juni 2025 | 17:13 WIB
Model Baru Pemberdayaan Ekonomi, Desa Wisata Sukasari Gandeng Swasta dan Anak Muda
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.

Suara.com - Dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Sukasari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, secara resmi diluncurkan dalam sebuah perhelatan budaya dan edukasi yang meriah di Saung Incu Abah Ruskawan.

Acara ini menjadi ajang kolaboratif antara masyarakat, pemerintah, tokoh budaya, serta dua mitra strategis yakni Olahkarsa Group dan Inovasi Muda, yang bersama-sama mendorong penguatan kapasitas lokal, pengelolaan wisata berkelanjutan, serta pelibatan aktif anak-anak dan pemuda desa dalam transformasi sosial.

Dalam sambutannya, Ketua Pokdarwis M. Ismail Saleh menekankan pentingnya kearifan lokal sebagai pondasi pariwisata desa yang autentik. Hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Ketua TP PKK Kabupaten Cianjur, budayawan, Kepala Desa Sukasari, perwakilan Dinas Pariwisata, serta mitra lembaga dan pendidikan lainnya.

"Keterlibatan pihak swasta dalam mendukung desa wisata harus dibarengi dengan pendekatan data, inovasi sosial, dan penguatan kapasitas warga. Sementara itu, Inovasi Muda hadir membawa semangat penggerak anak muda dalam literasi lingkungan dan pengembangan potensi lokal berbasis partisipasi," kata Perwakilan dari Inovasi Muda, Restu Andini, ditulis Kamis (5/6/2025).

Acara dimeriahkan dengan dialog parenting antara Ki Dalang dan tokoh Cepot bersama Ibu Bupati dan para penggerak komunitas, yang sekaligus menandai deklarasi komitmen bersama mewujudkan Desa Wisata Sukasari sebagai desa ramah anak.

Setelah sesi seremoni, peserta diajak melakukan tur edukatif ke beberapa destinasi lokal: Padepokan Saung Kuwu, Bale Goyobod, dan Kampung Lumpia, sambil mempelajari budaya dan proses produksi kuliner khas. Pelibatan Karang Taruna Desa juga menjadi wujud nyata semangat kolaboratif dari generasi muda.

Sebagai penutup, peserta didik dari RA/PAUD diajak mengikuti kegiatan edukatif berupa penukaran minyak jelantah, sebagai simbol praktik berkelanjutan sejak usia dini.

Peluncuran Pokdarwis ini menjadi tonggak baru bagi Desa Sukasari dalam mengembangkan pariwisata yang berbasis budaya, ramah anak, dan didukung oleh inovasi sosial serta gerakan anak muda, melalui kolaborasi bersama mitra strategis seperti Inovasi Muda yang turut mendorong keterlibatan generasi muda dalam pembangunan desa wisata.

Desa wisata telah menjadi tren populer dalam industri pariwisata, menawarkan pengalaman yang lebih otentik dan berkelanjutan bagi para wisatawan.

baca juga

Konsep ini tidak hanya mempromosikan keindahan alam dan budaya lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat setempat secara ekonomi dan sosial. Salah satu daya tarik utama desa wisata adalah keasliannya.

Wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan penduduk desa, mempelajari tradisi dan adat istiadat yang masih dijaga, serta menikmati kuliner khas yang diolah dengan resep turun temurun.

Pengalaman ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kehidupan masyarakat lokal dan kekayaan budaya yang dimiliki.

Selain itu, desa wisata juga seringkali menawarkan berbagai aktivitas menarik, seperti trekking di alam, belajar kerajinan tangan, mengikuti kelas memasak tradisional, atau berpartisipasi dalam upacara adat.

Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dengan budaya setempat.

Pengembangan desa wisata juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Dengan adanya wisatawan yang datang, masyarakat desa dapat menjual produk-produk lokal, seperti hasil pertanian, kerajinan tangan, atau makanan olahan.

Selain itu, desa wisata juga menciptakan lapangan kerja baru, seperti pemandu wisata, pengelola akomodasi, atau staf restoran. Namun, pengembangan desa wisata juga perlu dilakukan secara hati-hati dan berkelanjutan.

Penting untuk menjaga kelestarian lingkungan alam dan budaya, serta memastikan bahwa manfaat ekonomi yang diperoleh didistribusikan secara adil kepada seluruh masyarakat desa.

Dengan pengelolaan yang baik, desa wisata dapat menjadi model pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif. Desa wisata menawarkan alternatif liburan yang menarik dan bermakna.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang lebih dari sekadar pemandangan indah, desa wisata adalah pilihan yang tepat untuk menjelajahi keindahan lokal dan kearifan tradisional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasabah PNM Mekaar Ubah 10 Ton Pakaian Bekas Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Nasabah PNM Mekaar Ubah 10 Ton Pakaian Bekas Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bisnis | Selasa, 27 Mei 2025 | 17:36 WIB

6 Rekomendasi Desa Wisata di Jogja, Liburan Sekaligus Belajar Budaya Jawa

6 Rekomendasi Desa Wisata di Jogja, Liburan Sekaligus Belajar Budaya Jawa

Your Say | Kamis, 22 Mei 2025 | 16:17 WIB

Megawati Hanya Didampingi Prananda Prabowo Hadiri Penganugerahan Trisaksti, Puan ke Mana?

Megawati Hanya Didampingi Prananda Prabowo Hadiri Penganugerahan Trisaksti, Puan ke Mana?

News | Jum'at, 09 Mei 2025 | 07:13 WIB

Terkini

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

Kasus Timah Jadi Pelajaran, Pakar Minta Pengadilan Konsisten Gunakan Audit BPK

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Desa Les, Astra dan Pendidikan: Ngupapira Kearifan Lokal hingga Aksi Nyata yang Selangkah Mendahului

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

Keluarga Resmi Laporkan Kematian Sutrimo ke Polisi, Siap Jika Harus Diautopsi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Tiga Dara | Wamenkop Ungkap Bangun Koperasi Merah Putih Gak Bisa Sembarang

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Review Drama You Are My Hero, Misi Kemanusiaan dan Perjalanan Asmara

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:58 WIB

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Sarif Abdillah Dorong UMKM & Pariwisata Ikut Ketiban Berkah

Jawa Tengah | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:50 WIB

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Semua Ikan di Langit: Novel Unik yang Mengajak Merenungi Arti Kehidupan

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:40 WIB

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Ijazah Makin Tinggi, Kerja Layak Makin Langka: Siapa yang Gagal?

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:30 WIB

×