- PT PLN melaporkan gangguan cuaca pada transmisi 275 kV di Jambi menyebabkan listrik padam massal di Sumatera pada Jumat malam.
- Gangguan tersebut memicu efek domino berupa ketidakstabilan frekuensi dan voltase yang menyebabkan pembangkit listrik otomatis mati secara mandiri.
- PLN berhasil memulihkan seluruh gardu induk dan transmisi dalam dua jam serta melakukan normalisasi pasokan listrik secara bertahap.
Suara.com - PT PLN (Persero) mengungkap penyebab padamnya listrik secara massal atau blackout di Pulau Sumatera. Sebagaimana dilaporkan listrik padam di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, hingga Jambi pada Jumat (22/5/2026) malam kemarin.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan berdasarkan indikasi awal, gangguan listrik terjadi disebabkan gangguan cuaca di ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai, Jambi.
"Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 kV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi, yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca sehingga terjadi gangguan pada sistem transmisi tersebut, dan sistem transmisi tersebut keluar dari sistem kelistrikan Sumatera," jelas Darmawan saat menggelar konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (23/5/2026).
Akibatnya berdampak pada guncangan di pembangkit-pembangkit listrik di Sumatera.
Di beberapa wilayah yang kehilangan beban listrik, terjadi kelebihan pasokan (oversupply) yang memicu lonjakan frekuensi dan tegangan sistem kelistrikan, sehingga membuat pembangkit otomatis mati atau keluar dari sistem secara mandiri.
Selain itu ada juga daerah yang justru mengalami defisit pasokan karena berkurangnya kapasitas pembangkit.
![Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo (kiri) kolaborasi diperlukan untuk mencapai target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/19/51623-direktur-utama-pln-darmawan-prasodjo.jpg)
Kondisi tersebut memicu penurunan frekuensi dan voltase yang membebani pembangkit lain, sehingga sistem pengaman otomatis kembali membuat pembangkit di wilayah itu lepas dari sistem dan padam.
"Dan kami menyampaikan kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ketenagalistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, sampai Aceh, dan ini gangguan kelistrikan yang cukup luas di Sumatera," kata Darmawan.
Darmawan menyebut, pihaknya langsung mengerahkan sejumlah tim ke lapangan untuk melakukan asesmen mengenai dampak ke gardu induk dan transmisi.
"Dan alhamdulillah dalam waktu sekitar 2 jam seluruh sistem gardu induk dan transmisi kami bisa kami pulihkan," katanya.
Setelahnya, sejumlah pembangkit yang terdampak langsung dipulihkan secara bertahap.
Saat ini, pasokan listrik di beberapa wilayah yang sebelumnya sempat padam total dilaporkan sudah mulai normal kembali.
"Atas nama PT PLN mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi di masyarakat karena sistem kelistrikan terutama di Sumatera bagian selatan, tengah, dan utara mengalami gangguan," kata Darmawan.