Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Banyak UMKM Mati Sebelum Tumbuh, Ini Bukti Pendamping Menjadi Penting

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 16 Juni 2025 | 11:30 WIB
Banyak UMKM Mati Sebelum Tumbuh, Ini Bukti Pendamping Menjadi Penting
Ilustrasi. UMKM seringkali menjadi tulang punggung yang tak terlihat, namun memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja.

Suara.com - Di tengah hiruk-pikuk pembangunan nasional, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seringkali menjadi tulang punggung yang tak terlihat, namun memiliki potensi luar biasa untuk mendongkrak ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja. 

Meski demikian ada hal yang perlu dilakukan agar pelaku usaha kecil ini bisa berkembang. 

Corporate Secretary PT Semen Indonesia Tbk (SIG) Vita Mahreyni mengatakan pendampingan dan pembinaan kepada pelaku UMKM menjadi suatu hal yang penting.

Maka dari hal itu Kementerian BUMN kata dia membentuk program Rumah BUMN sebagai wadah bagi perusahaan plat merah untuk berkontribusi dalam melakukan pendampingan pelaku usah kecil agar bisa sukses.

Untuk SIG lanjut Vita, pihaknya membuat Rumah BUMN Rembang yang diklaimnya telah melahirkan pengusaha-pengusaha UMKM yang sukses. 

Dia menjelaskan hasil dari pendampingan ini telah membuat para pengusaha kecil ini tidak hanya mampu mengembangkan usahanya sendiri, tetapi juga turut berkontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi daerah dan yang terpenting, membuka lapangan pekerjaan baru.

"Sejak beroperasi pada tahun 2020, Rumah BUMN SIG di Rembang telah mendampingi 495 UMKM naik kelas," ujar Vita Mahreyni, Senin (16/6/2025).

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari peningkatan kapasitas, daya saing, dan pertumbuhan usaha para pelaku UMKM. "Dampak positifnya pun langsung terasa dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 1.869 orang." Ungkap Vita.

Dirinya mencontohkan salah satu pembinaan UMKM yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik yakni Kopi Lelet Pandawa mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang signifikan.

baca juga

Usaha yang dirintis sejak Oktober 2019 silam dengan modal awal Rp25 juta itu, kini telah mengalami banyak perkembangan dari segi pemasaran. Kini sekitar 14 orang karyawan telah bekerja di UMKM kopi ini. Produknya juga telah menjangkau pasar yang lebih luas seperti Blora, Pati, Kudus, Jepara, Demak, hingga Tuban di Jawa Timur. 

Bahkan dengan peran e-commerce, Totok mampu menjangkau pemasaran hingga Provinsi Jawa Barat, Kalimantan dan Bali.

Dengan kualitas premium dan racikan otentik tanpa campuran seharga Rp19 ribu per bungkusnya, Kopi Lelet Pandawa kini mampu menjual hingga 2.100 bungkus per hari dan meraih omzet rata-rata Rp30 juta per hari.

Hasil ini menggarisbawahi mengapa pembinaan UMKM menjadi hal yang sangat penting. Pertama, UMKM memiliki kemampuan inheren untuk menciptakan lapangan kerja dalam skala besar. Dengan modal yang relatif kecil, UMKM dapat menyerap tenaga kerja lokal, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 

Dalam kasus Rumah BUMN SIG Rembang, hampir 2.000 lapangan kerja baru telah tercipta dalam kurun waktu empat tahun, sebuah capaian yang patut diacungi jempol.

Kedua, UMKM berperan vital dalam mendongkrak ekonomi daerah. Ketika UMKM tumbuh dan berkembang, terjadi peningkatan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Produksi meningkat, transaksi perdagangan bergeliat, dan perputaran uang di daerah menjadi lebih cepat. Hal ini menciptakan efek domino positif, mulai dari peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) hingga geliat sektor-sektor pendukung lainnya.

Lebih lanjut, Vita Mahreyni menegaskan bahwa pencapaian ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang memprioritaskan peningkatan lapangan kerja dan pendorong kewirausahaan, serta pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan UMKM bukan hanya inisiatif korporasi semata, melainkan juga selaras dengan agenda pembangunan nasional yang lebih luas.

Di Indonesia, terdapat sekitar 66 juta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2023. UMKM menyumbang 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja nasional. Usaha Mikro mendominasi struktur UMKM, dengan sebagian besar pelaku usaha adalah usaha mikro. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laba Bank BUMN Tergerus Imbas Kewajiban Setor Dividen ke Danantara

Laba Bank BUMN Tergerus Imbas Kewajiban Setor Dividen ke Danantara

Bisnis | Minggu, 15 Juni 2025 | 14:29 WIB

Rakernas IMA 2025 Soroti Pemasaran sebagai Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Rakernas IMA 2025 Soroti Pemasaran sebagai Kunci UMKM Tembus Pasar Global

Your Say | Sabtu, 14 Juni 2025 | 19:43 WIB

Pemerintah Janji UMKM yang Dapat Konsesi Tambang akan Diseleksi, Bisa Disusupi Korporasi Besar?

Pemerintah Janji UMKM yang Dapat Konsesi Tambang akan Diseleksi, Bisa Disusupi Korporasi Besar?

News | Jum'at, 13 Juni 2025 | 20:47 WIB

Terkini

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:42 WIB

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:37 WIB

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB