Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Gaya Rumah Minimalis Japandi Berkolaborasi Budaya Bali Jadi Rujukan Warga Mancanegara

M Nurhadi

Selasa, 08 Juli 2025 | 21:19 WIB
Gaya Rumah Minimalis Japandi Berkolaborasi Budaya Bali Jadi Rujukan Warga Mancanegara
Ilustrasi desain rumah (Ist)

Suara.com - Pasar properti Bali tengah mengalami pergeseran menarik. Para developer menemukan bahwa pembeli properti dari mancanegara semakin tertarik pada estetika desain yang berakar pada minimalisme khas Skandinavia, namun dibalut dengan gaya universal yang mengutamakan kenyamanan dan fungsionalitas. Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan cerminan fundamental tentang cara individu menikmati hidup, terlepas dari asal-usul mereka.

Bali, yang pada tahun 2024 kedatangan 5,2 juta wisatawan (meningkat 24,5% dari tahun sebelumnya), menjadi melting pot budaya. Di pasar raeal estat yang kian kompetitif, properti dengan desain arsitektur khas mampu memiliki nilai 7% hingga 15% lebih tinggi. Dengan peningkatan permintaan pembelian properti sebesar 14% di tahun 2024, diferensiasi desain menjadi krusial untuk mendapatkan posisi yang kuat di pasar.

Interaksi antara warga lokal dan pendatang dari berbagai penjuru dunia di Bali telah secara organik mengembangkan gaya arsitektur tersendiri yang melampaui latar belakang budaya individu. Salah satu gaya desain yang menonjol adalah Skandinasian, yang secara cerdik memadukan minimalisme Skandinavia dengan sensibilitas khas Asia.

Filosofi Skandinavia tentang lagom—takaran yang tepat, tidak kurang dan tidak berlebihan—menciptakan ruang yang terasa mewah dan layak huni. Karakteristiknya meliputi garis-garis tegas, material alami, dan pemanfaatan maksimal cahaya natural, menghasilkan rumah yang fungsional dan nyaman. Tambahan perhatian terhadap detail ala minimalisme Jepang dan konsep harmoni khas Bali, melahirkan hunian yang terasa akrab sekaligus segar bagi pembeli lokal maupun internasional dari latar belakang yang sangat beragam.

Perencanaan ruang mengikuti prinsip-prinsip Skandinavia di mana setiap jengkal area dibuat multi-fungsi, namun dalam skala yang lebih besar untuk mengakomodasi pembeli mancanegara yang terbiasa dengan hunian lapang.

Pemilihan material pun selaras dengan gaya ini: kayu alami dengan berbagai sentuhan akhir menciptakan kedalaman visual yang menjadi ciri khas interior Skandinavia, sementara aksen logam yang ditempatkan secara strategis menambah kesan elegan tanpa mendominasi ruang. Pendekatan ini mengakomodasi kecintaan masyarakat Skandinavia terhadap material yang “semakin tua, semakin indah”.

Namun, penting untuk dicatat bahwa perawatan menjadi hal krusial di iklim tropis Bali, karena menjadi penentu keberhasilan investasi properti jangka panjang.

Pencahayaan alami dimaksimalkan melalui penempatan jendela-jendela besar tanpa mengurangi privasi. Sementara itu, sistem penyimpanan (storage) menggabungkan konsep built-in khas Skandinavia dengan kepraktisan khas tropis, menghadirkan furnitur modern yang menjaga ruangan tetap rapi. Desain yang baik juga mengutamakan kemudahan perawatan, sangat penting jika properti kosong saat disewakan. Finishing khusus diterapkan agar hunian tahan terhadap kelembapan dan kerusakan sinar UV, serta tetap terlihat indah seiring usia—sesuai prinsip Skandinavia: desain yang baik seharusnya semakin baik seiring waktu.

Shanny Poijes, Pendiri dan CEO CORE Concept Living, menjelaskan bahwa pembeli properti mancanegara saat ini sangat cerdas dalam memilih desain. Meski demikian, mereka juga tetap tertarik dengan gaya otentik khas ornamen budaya Bali.

baca juga

"Mereka telah banyak bepergian, tinggal di berbagai negara, dan memahami arti kualitas. Mereka tidak sekadar membeli properti, namun berinvestasi dalam gaya hidup yang mencerminkan perspektif global mereka,” ujarnya.

Di sisi lain, gaya desain Japandi (Jepang-Skandinavia) terus berkembang di tahun 2025. Gaya ini memadukan minimalisme ala Jepang dan fungsionalitas Skandinavia dengan elemen desain biofilik, keberlanjutan, dan teknologi pintar, serta fokus pada minimalisme, fungsionalitas, dan koneksi mendalam dengan alam.

Perpaduan gaya Skandinavia-Jepang ini telah menjadi daya tarik masyarakat internasional, diaplikasikan di banyak hunian mewah dari Singapura hingga Los Angeles. Penekanannya pada kenyamanan, fungsionalitas, dan material alami selaras dengan keinginan pembeli yang mencari efisiensi sekaligus ketenangan. Amanda Gunawan, Founding Partner OWIU Studio yang berbasis di Los Angeles, mengamati fleksibilitas desain Skandinavia yang sangat cocok untuk dipadupadankan.

“Desain ini menggabungkan fungsi dan keindahan, serta selalu berusaha menciptakan harmoni dalam sebuah ruang. Gaya Skandinavia mengutamakan desain yang tahan lama dan tidak mudah ketinggalan zaman, serta menekankan pada kualitas pengerjaan yang baik," terangnya.

Keberlanjutan tercapai secara alami melalui standar durabilitas Skandinavia dan desain yang sadar energi. Kombinasi dengan strategi ventilasi alami membuat rumah-rumah ini hanya memerlukan sedikit pendingin udara buatan, namun tetap menjaga interior yang nyaman dan terang. Pendekatan ini juga memanfaatkan keterampilan pengrajin lokal untuk menghasilkan karya kontemporer, di mana teknik tradisional menghasilkan produk berkualitas modern.

Tren ini mencerminkan bagaimana pembeli properti internasional memaknai kualitas hidup saat ini: mereka menginginkan ruang yang elegan sekaligus nyaman, mengesankan namun tetap layak huni. Perpaduan kehangatan ala Skandinavia, kesadaran ala Jepang, dan harmoni khas Bali menciptakan hunian yang universal. Itulah mengapa estetika ini begitu kuat pengaruhnya di lanskap multikultural Bali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal

Nakhoda KMP Tunu Pratama Jaya Dicari Netizen: Jadi Saksi Kunci Tenggelamnya Kapal

News | Selasa, 08 Juli 2025 | 16:36 WIB

7 Desain Ruang Tamu Minimalis Gampang Ditiru, Bikin Betah dan Anti Bosan

7 Desain Ruang Tamu Minimalis Gampang Ditiru, Bikin Betah dan Anti Bosan

Lifestyle | Selasa, 08 Juli 2025 | 12:02 WIB

5 Inspirasi Desain Rumah Minimalis Anti Banjir dan Estimasi Biayanya

5 Inspirasi Desain Rumah Minimalis Anti Banjir dan Estimasi Biayanya

Lifestyle | Selasa, 08 Juli 2025 | 10:57 WIB

Selain Shayne Pattynama, Buriram Rekrut Pemain Keturunan Eks Bali United

Selain Shayne Pattynama, Buriram Rekrut Pemain Keturunan Eks Bali United

Bola | Selasa, 08 Juli 2025 | 01:47 WIB

5 Hari Tenggelam, Ini Temuan Terbaru Terkait Keberadaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

5 Hari Tenggelam, Ini Temuan Terbaru Terkait Keberadaan Kapal KMP Tunu Pratama Jaya

News | Senin, 07 Juli 2025 | 19:09 WIB

Hari Ke-5 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya: Fokus ke Selatan, Ada Titik Terang?

Hari Ke-5 Pencarian KMP Tunu Pratama Jaya: Fokus ke Selatan, Ada Titik Terang?

Video | Senin, 07 Juli 2025 | 16:05 WIB

Terkini

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:39 WIB

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:35 WIB

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:22 WIB

Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Jogja Dibanjiri Event, Pelaku Industri Kreatif Diingatkan Jangan Ganggu Aktivitas Warga

Jogja | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:12 WIB

×