Adopsi Kripto Indonesia 2025 Turun Peringkat 7, Apa Penyebabnya?

Suhardiman

Kamis, 04 September 2025 | 12:48 WIB
Adopsi Kripto Indonesia 2025 Turun Peringkat 7, Apa Penyebabnya?
Ilustrasi Aset Kripto. [ChatGPT]

Suara.com - Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam Global Crypto Adoption Index 2025 yang dirilis Chainalysis pada 2 September 2025.

Jika tahun 2024 berhasil masuk tiga besar dunia, tahun ini Indonesia terlempar ke peringkat tujuh.

Dalam laporan terbarunya, Chainalysis menghapus sub-indeks "Retail DeFi value received ranking". Alasan mereka, meskipun DeFi menyumbang volume global, porsi aktivitas penggunanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan platform terpusat.

Chainalysis menggantikan sub-indeks itu dengan yang baru, yakni "Institutional centralized service value received ranking". Ini yang mengukur aktivitas institusional, yaitu transfer di atas US$1 juta dari entitas besar seperti hedge fund, kustodian, dan investor profesional.

"Jika tetap dijadikan kategori mandiri, menimbulkan penekanan yang tidak proporsional pada perilaku yang relatif niche. Dengan menghapusnya (Retail DeFi value received ranking-Red), indeks memberikan bobot yang lebih merata pada aktivitas tingkat pengguna di berbagai jenis layanan. Sehingga menghasilkan ukuran adopsi akar rumput yang lebih akurat dan representatif," tulis Chainalysis di laporan itu.

Dengan ini, indeks tak hanya memotret adopsi ritel, tapi juga arus institusional yang makin menunjukkan kripto sudah masuk arus utama.

Menurut pengamat kripto Vinsensius Sitepu, turunnya peringkat Indonesia dalam adopsi kripto di 2025 ini, pangkal masalahnya bukan karena adopsi di dalam negeri melemah, tapi karena Chainalysis mengubah metodologi pengukurannya.

"Sub-indeks DeFi retail value received yang selama ini jadi kekuatan Indonesia dihapus, lalu diganti dengan indikator transaksi institusional bernilai lebih dari satu juta dolar," kata Vinsensius kepada suara.com, Kamis 4 September 2025.

Vinsensius mengatakan, langkah ini terasa agak timpang. Chainalysis beralasan Decentralized Finance (DeFi) hanya dianggap "niche" dan tidak mewakili keterlibatan akar rumput.

Namun faktanya, di banyak negara berkembang termasuk Indonesia, DeFi justru pintu masuk utama jutaan pengguna ritel.

"Menyebutnya tidak relevan sama saja menutup mata terhadap pola adopsi kripto paling riil di lapangan," ujarnya.

Perubahan metodologi ini akhirnya menguntungkan negara dengan basis institusional besar, seperti Amerika Serikat yang punya ekosistem Exchange-Traded Fund (ETF) matang.

Sebaliknya, negara seperti Indonesia yang unggul di ritel dan DeFi jadi kelihatan kendor. Padahal dari sisi jumlah pengguna dan transaksi ritel, kita masih sangat kuat.

Dengan kata lain, kata Vinsensius, klaim bahwa indeks 2025 ini kini lebih "mewakili akar rumput" terasa kontradiktif.

"Justru menghapus DeFi membuat gambaran adopsi jadi berat sebelah, condong ke arah institusi besar dan pasar maju. Kalau tujuannya benar-benar ingin menggambarkan adopsi global secara seimbang, seharusnya bobot DeFi tidak dihapus, melainkan disesuaikan," ungkap Vinsensius.

Namun demikian, jika publik tetap mengacu pada kriteria Chainalysis yang sekarang, mau tidak mau Indonesia harus mengejar di dua lini utama.

Pertama, meningkatkan jumlah dan aktivitas akun institusional di spot market lokal, sehingga volume transaksi jumbo bisa tercatat sebagai kontribusi resmi.

Kedua, mendorong hadirnya produk ETF kripto di bursa efek Indonesia, agar investor institusional punya jalur aman dan legal untuk masuk.

"Kalau dua sektor ini bisa dikejar, Indonesia berpeluang kembali mengimbangi kekuatan ritel yang sudah mapan dengan basis institusional yang solid," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bitcoin cs Turun, Indeks CFX10 Meloyo 0,12 Persen

Bitcoin cs Turun, Indeks CFX10 Meloyo 0,12 Persen

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 13:50 WIB

Indeks CFX10 Melambung Tinggi, Bitcoin Cs Lagi Hijau

Indeks CFX10 Melambung Tinggi, Bitcoin Cs Lagi Hijau

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 09:59 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto Miliknya Tembus Rp366 Triliun per Agustus 2026

OKX Catat Cadangan Kripto Miliknya Tembus Rp366 Triliun per Agustus 2026

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 11:51 WIB

Kegiatan Izin YWWSDC dan RTHAE Dicabut, Diduga Tawarkan Investasi Kripto Ilegal

Kegiatan Izin YWWSDC dan RTHAE Dicabut, Diduga Tawarkan Investasi Kripto Ilegal

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 08:18 WIB

Pasar Kripto Mulai Bergairah, Bitcoin Lagi Terbang

Pasar Kripto Mulai Bergairah, Bitcoin Lagi Terbang

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:49 WIB

Bitcoin cs Ramai-ramai Merosot, Indeks CFX10 Ikutan Turun 1,98%

Bitcoin cs Ramai-ramai Merosot, Indeks CFX10 Ikutan Turun 1,98%

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:26 WIB

Jurus Bybit Indonesia Gaet Investor RI, Andalkan Teknologi hingga Program Berhadiah

Jurus Bybit Indonesia Gaet Investor RI, Andalkan Teknologi hingga Program Berhadiah

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 19:03 WIB

Bos Bybit Indonesia Blak-blakan Alasan Buka Operasional di RI

Bos Bybit Indonesia Blak-blakan Alasan Buka Operasional di RI

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 18:18 WIB

Perpetual DEX Mulai Masuk Pasar Indonesia, Apa Dampaknya bagi Pengguna Kripto?

Perpetual DEX Mulai Masuk Pasar Indonesia, Apa Dampaknya bagi Pengguna Kripto?

Tekno | Rabu, 02 September 2026 | 15:28 WIB

Bursa Kripto CFX Dukung Atlet Muda Indonesia dalam 20th Asian Games Aichi-Nagoya

Bursa Kripto CFX Dukung Atlet Muda Indonesia dalam 20th Asian Games Aichi-Nagoya

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 11:00 WIB

Terkini

Kenapa Adidas Diboikot?

Kenapa Adidas Diboikot?

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Busuk dan Tak Sedap di Kulkas, Mudah Anti Repot

7 Cara Menghilangkan Bau Busuk dan Tak Sedap di Kulkas, Mudah Anti Repot

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 12:11 WIB

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Gen Z Impact Fest 2026 Dorong Generasi Muda Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

Wamen PANRB: RUU Satu Data Indonesia Jadi Fondasi Tata Kelola Pemerintahan Digital

News | Rabu, 09 September 2026 | 12:10 WIB

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Eks Bangunan Liar Disulap Jadi Kawasan Hijau, Ribuan Pohon Ditanam di Sepanjang Bantaran Kali

Bekaci | Rabu, 09 September 2026 | 12:07 WIB

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Serangan Zionis Israel di Lebanon Tewaskan Belasan Orang

Video | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Cinta Tak Cukup, Uang Panai Menanti: Ambisi Menikah dalam Menuju Pelaminan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 12:00 WIB

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Heran Izin Persija vs Persib di Stadion GBK Belum Turun, Shin Tae-yong: Bukankah Itu Mengganggu?

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 11:58 WIB

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Rakyat Simpan Emas di Bawah Bantal, Konglomerat Simpan Aset di Luar Negeri

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:56 WIB

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Tayang di Netflix, Why Did I Get Married Again? Soroti Lika-liku Pernikahan

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 11:50 WIB

×