- CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha menyatakan perusahaan mengandalkan teknologi canggih dan fitur lengkap untuk menarik investor kripto lokal.
- Bybit Indonesia menargetkan komunitas serta investor institusi untuk memperluas pangsa pasar sejak meluncurkan layanannya pada Juli 2026.
- Perusahaan menyiapkan berbagai program insentif menarik seperti kampanye peluncuran berhadiah kendaraan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan pengguna.
Suara.com - Bybit Indonesia menyiapkan sejumlah strategi untuk menggaet investor dan trader aset kripto di Indonesia. Selain mengandalkan teknologi dan kelengkapan fitur, platform perdagangan kripto ini juga menyasar komunitas serta investor institusi.
CEO Bybit Indonesia Lawrence Samantha mengatakan, salah satu keunggulan yang ditawarkan Bybit Indonesia adalah teknologi yang digunakan.
Menurutnya, pengguna Bybit secara global akan mendapatkan pengalaman yang relatif serupa ketika menggunakan layanan Bybit di Indonesia, meski menyesuaikan dengan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Jadi, mungkin ada beberapa fitur yang di global tidak bisa ditawarkan di Indonesia, atau belum bisa lah," ujarnya saat berbincang dengan Suara.com, Kamis (2/9/2026).
"Tapi di luar itu sebenarnya ya, yang kita tawarkan semua bahasa yang mirip ya. Jadi, new iditas yang bagus, aplikasinya yang enak, cepet dipake, chart-nya udah dipake, remote-nya lengkap, angkar-angkarnya instan, deposit cepet, withdrawal cepet, mungkin kalau kripto itu suka ada pilihan chain-nya ya. Pilihan chain-nya harus lengkap," sambung Lawrence.
Tak Hanya Rebut Investor dari Exchange Lokal

Lawrence mengatakan Bybit juga menyadari adanya pemain lokal yang telah lebih dulu membangun pasar aset kripto di Indonesia. Namun, perseroan tidak melihat persaingan hanya sebagai upaya merebut pengguna dari platform lain.
"Tapi ya, sama pemain lokal juga, yang kita tahu ya, mungkin Indodax misalnya yang memang yang membuka industri ini lah. ini jalan dari zaman BEI, tidak peduli kripto, sampai sekarang mulai sedikit was-was dengan kripto. Itu kan memang ya, mereka yang bisa gitu, mereka memiliki pasarnya sederhana," imbuhnya.
Lawrence menuturkan, ruang pertumbuhan pasar kripto Indonesia masih cukup besar. Karena itu, strategi Bybit tidak semata-mata diarahkan untuk mengambil pengguna dari bursa kripto yang sudah ada.
"Lalu juga, kalau bisa dibilang ya, likuiditas kita, boleh diadu. Terus, kita sendiri juga melihat sebenarnya musuh kita bukan merebut user-nya Indodax atau user exchange, Masih luas. Ya, jadi sebenarnya masih banyak lah. Jadi kita lihat itu. Tapi juga institusi, mungkin kalau retail kita ketinggalan beberapa tahun, tapi kalau institusi kan sama-sama baru juga," bebernya.
Bidik Komunitas hingga Investor Institusi
Selain menyasar investor ritel, Bybit juga melihat peluang dari segmen institusi. Lawrence menilai segmen tersebut masih relatif baru sehingga persaingan belum sama seperti pasar ritel.
"Ya, itu hal-hal yang dukungan kita dari institusi, remote-ingnya kita yang bagus, kita sendiri juga datang, kita juga bisa bawa case study di luar negeri seperti apa. Kita juga mau ngomong sama regulator juga apa yang paling kita bisa lakukan di Indonesia ini, supaya industri ini bisa berkembang," katanya.
Untuk memperkenalkan diri kepada pasar Indonesia, Bybit juga menggelar roadshow ke sejumlah kota sejak peluncuran layanan lokal pada Juli 2026. Dalam hal ini, Bybit telah melakukan roadshow ke Solo, Bandung, hingga medan.
"Jadi memang tujuannya ya ketemu komunitas-komunitas investor, ketemu investor trader, investor crypto, gitu. Dari situ kita mengenalkan diri lah," katanya.