Indonesia Ngebut Kejar Tarif Nol Persen dari AS, Bidik Kelapa Sawit Hingga Karet!

Mohammad Fadil Djailani | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:43 WIB
Indonesia Ngebut Kejar Tarif Nol Persen dari AS, Bidik Kelapa Sawit Hingga Karet!
Pemerintah Indonesia menyatakan optimisme tinggi bahwa sejumlah komoditas andalan Tanah Air akan segera mendapatkan tarif bea masuk nol persen dari Amerika Serikat (AS). Foto Novian-Suara.com
  • Pemerintah RI optimis sejumlah komoditas andalan RI bakal mendapatkan tarif nol persen ke AS.
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut negosiasi akan dimulai segera setelah pertemuan APEC di bulan November.
  • Airlangga menegaskan bahwa Indonesia kini menunggu giliran negosiasi, menyusul langkah yang telah dilakukan oleh beberapa negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

Suara.com - Pemerintah Indonesia menyatakan optimisme tinggi bahwa sejumlah komoditas andalan Tanah Air akan segera mendapatkan tarif bea masuk nol persen dari Amerika Serikat (AS).

Hal ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menyebut negosiasi akan dimulai segera setelah pertemuan APEC di bulan November.

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia kini menunggu giliran negosiasi, menyusul langkah yang telah dilakukan oleh beberapa negara ASEAN lainnya seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam.

“Indonesia ditargetkan dalam bulan November ini sesudah APEC meeting besok, kita akan memulai negosiasi kembali,” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Indonesia berkeyakinan akan mampu menyamai pencapaian negara tetangga, seperti Malaysia, yang telah mendapatkan tarif nol persen untuk komoditas tertentu. Strategi negosiasi Indonesia berfokus pada produk-produk yang tidak diproduksi oleh AS, sehingga tidak menimbulkan persaingan di pasar domestik mereka.

Komoditas utama yang menjadi target tarif nol persen tersebut meliputi kelapa sawit, kakao dan karet.

“Kita sudah bicarakan untuk produk-produk yang Amerika tidak bisa produksi, seperti kelapa sawit, kakao, rubber, itu seluruhnya diberikan nol,” jelas Airlangga.

Selain komoditas pertanian, pemerintah juga mengajukan permintaan untuk produk-produk yang penting dalam rantai pasok global AS, seperti industri medical.

Saat ini, meski negosiasi masih menunggu jadwal, Airlangga menyebut sebagian besar pembahasan telah selesai, dan saat ini hanya tinggal menyelesaikan legal drafting atau penyusunan kerangka hukum dengan AS. Jika berhasil, tarif nol persen ini akan menjadi keuntungan besar bagi eksportir Indonesia dan memperkuat posisi komoditas Tanah Air di pasar global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Turun Gunung Bereskan Polemik Utang Whoosh

Prabowo Turun Gunung Bereskan Polemik Utang Whoosh

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 21:34 WIB

Dinilai Bebani Petani Kecil, SPKS Minta Pemerintah Tinjau PP 45 Tahun 2025

Dinilai Bebani Petani Kecil, SPKS Minta Pemerintah Tinjau PP 45 Tahun 2025

News | Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:28 WIB

Prabowo Mau Kirim 500 Ribu Tenaga Kerja ke Luar Negeri, Siapkan Anggaran Rp 8 Triliun

Prabowo Mau Kirim 500 Ribu Tenaga Kerja ke Luar Negeri, Siapkan Anggaran Rp 8 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 22:28 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Pemerintah Siapkan Tim Koordinasi Hadapi Investigasi Perjanjian Dagang RI-AS

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:41 WIB

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Purbaya Salurkan Rp 4,39 Triliun ke Wilayah Terdampak Bencana Banjir Sumatra

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:24 WIB

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Purbaya Mau Efisiensi Anggaran MBG: Tak Harus Rp 335 Triliun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:52 WIB

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas saat Ramadan dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:40 WIB

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah, Kini 400 Ribu Unit per Tahun

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:14 WIB

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Purbaya Pilih Efisiensi Ketimbang Defisit APBN Naik: Nanti Marah-marah Pemerintah Utang Terus

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Ironi Lebaran, Larangan Operasional Truk Justru Buat Buruh Gudang Nganggur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:07 WIB

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:58 WIB

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Pendampingan dan Pelatihan Dongkrak Produktivitas Petani Sawit

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:50 WIB