Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Bisnis Pizza Hut di Ujung Tanduk, Pemilik 'Pusing' Berat Sampai Berniat Melego Saham!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 06 November 2025 | 21:07 WIB
Bisnis Pizza Hut di Ujung Tanduk, Pemilik 'Pusing' Berat Sampai Berniat Melego Saham!
Ilustrasi: Pizza Hut, kini berada dalam posisi genting. Perusahaan induknya, Yum! Brands, secara serius mempertimbangkan untuk menjual seluruh jaringan restoran pizza tersebut menyusul anjloknya kinerja penjualan yang berlarut-larut. Foto ist.
baca 10 detik
  • Yum! Brands, secara serius mempertimbangkan untuk menjual seluruh jaringan restoran Pizza Hut.
  • CEO Yum! Brands, Chris Turner, mengakui tim Pizza Hut telah bekerja keras.
  • Meskipun Pizza Hut secara global memiliki sekitar 20.000 gerai, dengan 6.500 di antaranya berada di AS, kinerja di pasar domestik AS inilah yang menyeret rapor merah perusahaan.

Suara.com - Salah satu merek waralaba makanan cepat saji paling ikonik di dunia, Pizza Hut, kini berada dalam posisi genting. Perusahaan induknya, Yum! Brands, secara serius mempertimbangkan untuk menjual seluruh jaringan restoran pizza tersebut menyusul anjloknya kinerja penjualan yang berlarut-larut.

Dilansir dari CNBC International, Kamis (6/11/2025), CEO Yum! Brands, Chris Turner, mengakui tim Pizza Hut telah bekerja keras. Namun, situasi di pasar Amerika Serikat (AS) yang menjadi penentu utama telah memaksa perusahaan untuk mencari jalan keluar radikal.

"Kinerja Pizza Hut menunjukkan perlu adanya tindakan lain, contohnya seperti dijalankan di luar Yum! Brands," kata Turner, mengisyaratkan bahwa opsi pelepasan atau penjualan sedang dipertimbangkan.

Meskipun Pizza Hut secara global memiliki sekitar 20.000 gerai, dengan 6.500 di antaranya berada di AS, kinerja di pasar domestik AS inilah yang menyeret rapor merah perusahaan. Dalam beberapa kuartal terakhir, penjualan di gerai-gerai AS dilaporkan mengalami penurunan sebesar 1 persen, dan menjadi pemberat bagi kinerja global merek tersebut.

Kontrasnya, dua "saudara" Pizza Hut di bawah naungan Yum! Brands justru mencatat hasil positif. Taco Bell sukses meningkatkan penjualan gerai sebesar 7 persen, sementara KFC tumbuh stabil 3 persen meskipun juga menghadapi tekanan pasar. Padahal, Pizza Hut saat ini menyumbang sekitar 11 persen dari total laba operasional Yum! Brands.

Penurunan ini terjadi di tengah badai persaingan yang makin brutal dan pelemahan daya beli konsumen. Pesaing utama, seperti Domino's Pizza dan Papa John's, terus agresif merebut pangsa pasar. Domino's bahkan melaporkan kenaikan penjualan 6% bulan lalu berkat strategi promosi yang gencar.

Chris Turner juga menyoroti sentimen makroekonomi yang menekan: inflasi tinggi dan melambatnya pasar tenaga kerja membuat konsumen di AS lebih hati-hati dalam membelanjakan uangnya untuk makanan di luar rumah.

Tekanan serupa tak hanya terjadi di AS. Di Inggris, Pizza Hut dilaporkan berencana menutup separuh gerainya karena turunnya minat pelanggan. Industri pizza saat ini semakin padat, menuntut adaptasi cepat terhadap tren dan selera konsumen generasi muda, hal yang tampaknya gagal dilakukan oleh Pizza Hut.

Hingga kini, Yum! Brands belum mengumumkan kapan keputusan final mengenai masa depan Pizza Hut akan diambil, namun sinyal untuk melepaskan merek ikonik ini sudah sangat jelas.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat ke Level Tertinggi, IHSG Terus Meroket Hingga Akhir Perdagangan Gara-gara Indeks MSCI

Sempat ke Level Tertinggi, IHSG Terus Meroket Hingga Akhir Perdagangan Gara-gara Indeks MSCI

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 17:09 WIB

Saham PJHB ARA Hari Pertama, Dana IPO Mau Dipakai Apa Saja?

Saham PJHB ARA Hari Pertama, Dana IPO Mau Dipakai Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 12:02 WIB

Rebalancing Indeks MSCI Bawa IHSG Terbang ke Level 8.300 Pagi Ini

Rebalancing Indeks MSCI Bawa IHSG Terbang ke Level 8.300 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 06 November 2025 | 09:19 WIB

Terkini

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB