Pertama Kalinya Setelah Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat

Achmad Fauzi | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Jum'at, 14 November 2025 | 14:49 WIB
Pertama Kalinya Setelah Pandemi, Pertumbuhan Ekonomi China Melambat
bendera China [antara]
  • Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat pada awal kuartal IV 2025, ditandai investasi aset tetap turun 1,7 persen Januari-Oktober 2025.
  • Kontraksi investasi properti Tiongkok mencapai 14,7 persen hingga Oktober 2025, sementara manufaktur dan utilitas masih menunjukkan kenaikan.
  • Penjualan ritel naik 2,9 persen pada Oktober 2025, meskipun terjadi perlambatan konsumsi selama lima bulan berturut-turut sebelumnya.

Suara.com - Pertumbuhan ekonomi China dilaporkan melambat pada awal kuartal IV 2025. Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Nasional China, perlambatan ini terlihat dari investasi aset tetap termasuk real estat yang terkontraksi 1,7 persen selama periode Januari hingga Oktober 2025.

Perlambatan ekonomi itu lebih besar dibanding pada periode Januari-September sebesar 0,5 persen. 

Mengutip dari CNBC, Jumat (14/11/2025), pelambatan ekonomi yang dialami China pada awal kuartal IV ini untuk pertama kalinya setelah pandemi covid-19 pada 2020. 

Desa budaya teh Huanglongxian, distrik Jiangning, kota Nanjing provinsi Jiangsu pada Selasa (10/6/2025) [Suara.com/ANTARA]
Desa budaya teh Huanglongxian, distrik Jiangning, kota Nanjing provinsi Jiangsu pada Selasa (10/6/2025) [Suara.com/ANTARA]

Dilaporkan, investasi aset tetap turun 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara rinci investasi properti terus turun, menyusut menjadi 14,7 persen hingga Oktober, dibandingkan dengan kontraksi 13,9 persen sembilan bulan pertama 2025. 

Sementara, investasi manufaktur naik 2,7 persen, dan belanja utilitas yang mencakup pasokan listrik, bahan bakar dan air naik 12,5 persen. Kemudian produksi industri meningkat 4,9 persen pada Oktober, melambat 6,5 persen pada bulan sebelumnya, dan gagal memenuhi perkiaraan sebesar 5,5 persen. 

Aktivitas manufaktur juga berkontraksi lebih besar dari perkiraan, terperosok lebih dalam pada enam bulan terakhir. Hal itu dipicu libur nasional yang berlangsung pada tanggal 1 sampai dengan 8 Oktober 2025 yang mengakibatkan sebagaian besar pabrik tidak beroperasi. 

Lalu, penjualan ritel naik 2,9 persen pada bulan Oktober dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun melampaui proyeksi pertumbuhan 2,8 persen dalam dalam jajak pendapat Reuters, indikator konsumsi turun selama lima bulan berturut-turut ke level terendah tahun ini, menurut data LSEG.

Sedangkan tingkat pengangguran perkotaan berbasis survei turun menjadi 5,1 persen  bulan lalu dari 5,2 persen pada bulan September.

Presiden dan kepala ekonom di Pinpoint Asset Management, menilai Penurunan tajam dalam investasi aset tetap sebagian besar disebabkan oleh kurangnya investasi di sektor properti dan infrastruktur. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Strategi Bibit Jaga Investor Pasar Modal Terhindar dari Investasi Bodong

Strategi Bibit Jaga Investor Pasar Modal Terhindar dari Investasi Bodong

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 19:25 WIB

Tips dan Cara Memulai Investasi Reksa Dana dari Nol, Aman untuk Pemula!

Tips dan Cara Memulai Investasi Reksa Dana dari Nol, Aman untuk Pemula!

Bisnis | Kamis, 13 November 2025 | 20:00 WIB

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula

Cara Mudah Beli Obligasi Pemerintah, Pilihan Investasi Aman untuk Pemula

Bisnis | Rabu, 12 November 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Ketum Gekrafs Ngamuk Ide dan Editing Dihargai Nol: Bebaskan Amsal Sitepu

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:13 WIB

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Purbaya Akan Mutasi Ratusan Pegawai Ditjen Anggaran ke DJP

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:08 WIB

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:55 WIB

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

Kolaborasi Telkom dan AYS Indonesia Dorong Pemulihan Ekosistem Alam di Tarakan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:44 WIB

Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar

Pemerintah Klaim Mudik dan Arus Balik 2026 Berjalan Lancar

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:40 WIB

IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran

IHSG Semakin Menurun di Sesi I, 453 Saham Kebakaran

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:19 WIB

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Rupiah Makin Keok saat Harga Minyak Meroket, Pengamat Ungkap Kabar Buruk

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:47 WIB

Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!

Daftar Harga Pangan yang Naik Pasca lebaran, Bawang Melonjak Tajam!

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:20 WIB

BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu

BRI Dorong UMKM Desa Hendrosari Lewat Program Desa BRILiaN dan Wisata Lontar Sewu

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 12:11 WIB

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Emas Dunia Berpotensi Tertekan, Pengamat: Penurunan Harga Hanya Sementara

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 11:54 WIB