Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Modus Fake BTS: Celah Keamanan 2G Dimanfaatkan untuk Serangan Phishing

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Selasa, 16 Desember 2025 | 14:00 WIB
Modus Fake BTS: Celah Keamanan 2G Dimanfaatkan untuk Serangan Phishing
Ilustrasi phishing (Freepik)

Suara.com - Penipuan digital melalui SMS masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Salah satu modus yang belakangan kembali marak adalah penggunaan fake Base Transceiver Station (BTS), yakni perangkat pemancar sinyal palsu yang meniru BTS resmi milik operator seluler. Dengan cara ini, pelaku dapat menyebarkan pesan penipuan secara massal tanpa melalui sistem resmi penyedia layanan.

Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Heru Sutadi, menilai maraknya kejahatan fake BTS tidak terlepas dari mudahnya akses terhadap perangkat tersebut. Menurutnya, alat yang digunakan pelaku relatif murah, mudah dirakit, dan dapat dioperasikan secara mobile, sehingga sulit dilacak aparat maupun operator seluler.

Selain faktor teknis, Heru juga menyoroti lemahnya regulasi dan pengawasan terhadap penyebaran sinyal palsu. Pelaku biasanya berpindah-pindah lokasi, bahkan beroperasi dari dalam kendaraan, sehingga keberadaan BTS palsu hanya terdeteksi dalam waktu singkat. Minimnya edukasi publik turut memperbesar risiko, karena banyak korban masih mudah percaya pada SMS yang tampak resmi meski tanpa verifikasi.

Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan BTS palsu untuk mengirim SMS phishing yang berisi tautan berbahaya. Pesan tersebut sering menggunakan sender ID yang menyerupai nama bank, perusahaan logistik, atau penyedia layanan digital. Modus ini dirancang untuk menciptakan kepanikan, misalnya dengan klaim akun diblokir, transaksi mencurigakan, atau hadiah yang harus segera diklaim. Saat korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi, pelaku dapat mencuri informasi sensitif, termasuk kode one time password (OTP), hingga menguras rekening.

Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa modus fake BTS umumnya memanfaatkan jaringan 2G yang masih digunakan sebagai jalur pengiriman SMS. Pelaku memasang perangkat BTS palsu yang memancarkan sinyal sangat kuat dalam radius sekitar 500 hingga 1.000 meter, sehingga ponsel di sekitarnya otomatis terhubung ke jaringan tersebut.

“Ketika ponsel terkunci ke sinyal palsu, pelaku menjadi perantara antara ponsel korban dan BTS asli. Dari situ, mereka bisa menyadap dan mengirim SMS seolah-olah berasal dari pihak resmi,” jelas Alfons.

Ia menegaskan, meski fake BTS juga bisa memanfaatkan jaringan lain, 2G tetap menjadi target utama karena keamanannya paling lemah dan SMS lebih mudah disadap.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut menegaskan bahwa penipuan ini tidak berkaitan dengan peretasan sistem bank atau lembaga keuangan. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa SMS palsu tersebut sepenuhnya dikirim oleh pelaku melalui BTS palsu dengan teknik penyamaran identitas pengirim (masking).

“Ini bukan SMS bank yang dibelokkan. Pelaku memang menyebarkan SMS palsu langsung ke masyarakat menggunakan BTS palsu, dan ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Kiki, sapaan Friderica, menambahkan bahwa masih beroperasinya jaringan 2G di sejumlah wilayah menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Oleh karena itu, OJK mendorong industri perbankan untuk mengurangi ketergantungan pada SMS sebagai sarana komunikasi dengan nasabah, terutama untuk notifikasi penting. Perbankan diharapkan beralih ke kanal yang lebih aman, seperti aplikasi mobile banking atau notifikasi berbasis internet.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada SMS bernada mendesak, meskipun menggunakan nama perusahaan resmi. Nasabah disarankan untuk tidak mengklik tautan apa pun, tidak membagikan data pribadi atau OTP, serta segera menghubungi pihak bank melalui saluran resmi apabila menerima pesan atau panggilan yang mencurigakan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegiat Fintech Didorong Saling Kerja Sama Demi Sehatkan Ekosistem Keuangan Digital

Pegiat Fintech Didorong Saling Kerja Sama Demi Sehatkan Ekosistem Keuangan Digital

Bisnis | Selasa, 16 Desember 2025 | 09:21 WIB

BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

BNI Raih Apresiasi Kementerian UMKM Dorong Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

News | Sabtu, 13 Desember 2025 | 20:16 WIB

Transformasi Digital BRI Didukung Infrastruktur Satelit BRIsat

Transformasi Digital BRI Didukung Infrastruktur Satelit BRIsat

Bisnis | Kamis, 11 Desember 2025 | 16:44 WIB

Pemprov Sumut Hadirkan Fast Track Young Preneur 2025, 1.700 Pelaku UMKM Didorong Naik Kelas

Pemprov Sumut Hadirkan Fast Track Young Preneur 2025, 1.700 Pelaku UMKM Didorong Naik Kelas

News | Kamis, 11 Desember 2025 | 14:01 WIB

Partisipasi di TEI 2025, UMKM Binaan BCA Kantongi Potensi Ekspor Rp110,9 Miliar

Partisipasi di TEI 2025, UMKM Binaan BCA Kantongi Potensi Ekspor Rp110,9 Miliar

Bisnis | Rabu, 10 Desember 2025 | 10:00 WIB

BCA Syariah WEpreneur Summit 2025: Dukung UMKM Perempuan Berdaya, Tumbuh, dan Memimpin

BCA Syariah WEpreneur Summit 2025: Dukung UMKM Perempuan Berdaya, Tumbuh, dan Memimpin

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 19:00 WIB

Terkini

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB