Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Emas Antam Terjun Bebas Hari ini, Dibanderol Rp 2,5 Juta per Gram

Achmad Fauzi

Selasa, 30 Desember 2025 | 09:48 WIB
Harga Emas Antam Terjun Bebas Hari ini, Dibanderol Rp 2,5 Juta per Gram
Emas Antam bergambar kerbau. (Dok: Antam
baca 10 detik
  • Harga emas Antam per 30 Desember 2025 per gram adalah Rp 2.501.000, mengalami penurunan Rp 95.000 dari hari sebelumnya.
  • Harga beli kembali (buyback) emas Antam pada tanggal tersebut tercatat Rp 2.204.000 per gram, turun Rp 21.000 dari hari Senin.
  • Harga emas dunia anjlok 4,50 persen karena aksi ambil untung dan penguatan Dolar AS, namun prospek jangka menengah masih didukung faktor makroekonomi.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 30 Desember 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.501.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam lagi-lagi terjun bebs Rp 95.000 dibandingkan hari Senin, 29 Desember 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.204.000 per gram.

Harga buyback itu juga merosot Rp 21.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 Gram Rp 1.300.500
  • Emas 1 Gram Rp 2.501.000
  • Emas 2 gram Rp 4.942.000
  • Emas 3 gram Rp 7.388.000
  • Emas 5 gram Rp 12.280.000
  • Emas 10 gram Rp 23.505.000
  • Emas 25 gram Rp 61.137.000
  • Emas 50 gram Rp 122.195.000
  • Emas 100 gram Rp 244.312.000
  • Emas 250 gram Rp 610.515.000
  • Emas 500 gram Rp 1.220.820.000
  • Emas 1.000 gram Rp 2.441.600.000

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.

Harga Emas Dunia Meluncur

Harga emas dunia mengalami penurunan tajam pada awal pekan ini. Logam mulia global atau XAU/USD anjlok sekitar 4,50 persen pada perdagangan Senin dan diperdagangkan di kisaran 4.330 dolar AS per ons, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru pada akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari FXStreet, tekanan terhadap harga emas dipicu oleh aksi ambil untung yang cukup kuat di tengah kondisi likuiditas pasar yang menipis menjelang libur akhir tahun.

baca juga

Situasi ini memperkuat pergerakan koreksi setelah reli tajam yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Selain itu, pemulihan moderat nilai tukar Dolar AS turut menambah tekanan pada harga emas. Menguatnya dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar Amerika Serikat.

FXStreet mencatat, penguatan dolar tersebut terjadi seiring penyesuaian posisi investor menjelang penutupan tahun, menyusul kinerja emas yang sangat impresif sepanjang 2025.

Meski demikian, tekanan jangka pendek ini dinilai tidak mengubah prospek jangka menengah emas. Dari sisi fundamental, latar belakang makroekonomi global masih cenderung mendukung pergerakan logam mulia tersebut.

Pasar saat ini terus mengantisipasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve (The Fed) pada tahun depan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga diperkirakan akan menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga tetap menjadi faktor penopang harga.

Di sisi lain, dinamika politik di Amerika Serikat juga turut menjaga daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Kekhawatiran terhadap independensi bank sentral dinilai mempertahankan tingkat ketidakpastian yang biasanya menguntungkan aset safe haven.

Dari aspek geopolitik, ketegangan global yang masih berlangsung ikut menopang permintaan struktural terhadap emas.

FXStreet menyoroti perkembangan konflik di Ukraina serta aktivitas militer China di sekitar Taiwan sebagai pengingat bahwa risiko geopolitik tetap tinggi, meski pergerakan pasar jangka pendek saat ini cenderung memasuki fase konsolidasi.

Dengan kondisi tersebut, koreksi harga emas saat ini dinilai lebih sebagai jeda teknis setelah lonjakan historis, bukan sinyal pembalikan tren utama. Faktor makroekonomi dan geopolitik yang ada masih mendukung minat berkelanjutan terhadap emas dalam jangka menengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 2.596.000 per Gram

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Merosot Jadi Rp 2.596.000 per Gram

Bisnis | Senin, 29 Desember 2025 | 10:19 WIB

Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci

Harga Emas Diprediksi Makin Naik Tahun 2026, Faktor 'Perang' Jadi Kunci

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 12:50 WIB

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Harga Emas Kompak Meroket: Galeri24 dan UBS di Pegadaian Naik Signifikan!

Bisnis | Minggu, 28 Desember 2025 | 11:10 WIB

Terkini

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:35 WIB

×