Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.401,888
LQ45 632,283
Srikehati 308,081
JII 381,604
USD/IDR 17.820

Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham

M Nurhadi

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:59 WIB
Proyeksi Harga TOBA di Tengah Aksi Buyback 790 Juta Lembar Saham
PT TBS Energi Utama Tbk [PT TBS Energi Utama Tbk]
baca 10 detik
  • Saham TOBA menghadapi tekanan jual kuat dan tren penurunan teknikal meskipun pendapatan tumbuh signifikan hingga Kuartal III-2025.
  • Manajemen TOBA mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai Rp586,27 miliar hingga Maret 2026.
  • Proyeksi satu bulan ke depan menunjukkan harga saham diperkirakan stabil antara Rp740 hingga Rp800 karena aksi korporasi tersebut.

Suara.com - Pergerakan saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah menjadi sorotan tajam para pelaku pasar modal di penghujung tahun 2025.

Emiten yang sedang bertransformasi menjadi perusahaan energi hijau ini menghadapi dinamika yang kompleks. Di satu sisi, indikator teknikal dan fundamental perusahaan masih menunjukkan beban yang cukup berat.

Namun, di sisi lain, manajemen meluncurkan aksi korporasi agresif berupa pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Berikut adalah bedah tuntas prospek TOBA untuk satu bulan ke depan tanpa mengabaikan realitas pasar yang ada.

Tekanan Teknis: Menghadapi Dominasi Aksi Jual

Secara teknikal, saham TOBA masih terperangkap dalam tren penurunan (downtrend) yang kuat sejak beberapa bulan terakhir.

Meskipun harga sempat jatuh ke bawah level psikologis Rp700 dan kemudian mengalami pemulihan teknis (technical rebound), posisi harga terakhir di level Rp740 masih menunjukkan sinyal waspada.

Kemunculan candle merah dengan volume penawaran (offer) yang besar mengindikasikan bahwa tekanan jual dari pasar belum benar-benar mereda.

Tanpa adanya dorongan sentimen yang luar biasa, saham dengan pola seperti ini biasanya akan bergerak mendatar di area bawah atau justru perlahan merosot kembali.

baca juga

Saat ini, harga sedang menguji level support di kisaran Rp680 hingga Rp700, dengan batas hambatan atau resistance terdekat pada rentang Rp760 hingga Rp780.

Satu aspek yang membuat pasar cenderung menahan diri adalah rapor keuangan sepanjang 2025.

Meski secara pendapatan (top-line) TOBA menunjukkan pertumbuhan impresif tiap kuartalnya—dari Rp1,17 triliun pada kuartal pertama hingga menyentuh Rp1,89 triliun pada kuartal ketiga—perusahaan belum mampu mencetak laba bersih.

Hingga kuartal III-2025, TOBA masih mencatatkan rugi bersih berjalan sebesar Rp205 miliar.

Walaupun angka kerugian ini menyusut signifikan dibandingkan kuartal pertama yang mencapai Rp964 miliar, beban usaha yang besar tetap menjadi ganjalan utama.

Pasar pada umumnya sulit memberikan penilaian premium bagi perusahaan yang masih terjebak di zona merah, terlepas dari seberapa menarik branding "transisi energi" yang dipresentasikan.

Sentimen Buyback 

Di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif, manajemen TOBA mengambil langkah strategis yang cukup berani.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 24 Desember 2025, TOBA berencana melakukan buyback sebanyak-banyaknya 825,74 juta lembar saham atau setara 10 persen dari modal ditempatkan.

Anggaran yang disiapkan mencapai Rp586,27 miliar yang bersumber dari kas internal perusahaan.

Aksi korporasi ini dijadwalkan berlangsung selama tiga bulan hingga Maret 2026. Menurut Hendra Wardana, Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, langkah ini merupakan salah satu yang paling agresif di sektor energi pada awal 2026.

Secara teoretis, buyback akan menyerap pasokan saham di pasar dan mencegah penurunan harga lebih dalam.

Dana sebesar Rp586 miliar tersebut diprediksi mampu menyerap sekitar 790 juta lembar saham pada harga rata-rata saat ini.

Hal ini memberikan sinyal psikologis bahwa manajemen menganggap harga saham perusahaan sudah terlalu murah (undervalued), sekaligus memberikan dukungan likuiditas untuk menahan panic selling.

Proyeksi Harga Satu Bulan ke Depan

Dengan adanya variabel buyback ini, berdasarkan analisis Tim Bisnis Suara.com, proyeksi harga (target harga) saham TOBA untuk satu bulan mendatang mengalami revisi ke arah yang lebih positif dibandingkan analisis teknikal murni sebelumnya. Terdapat tiga skenario utama yang mungkin terjadi:

Pertama, skenario yang paling mungkin adalah harga akan bergerak stabil cenderung mendatar di area atas pada rentang Rp740 hingga Rp800.

Kedua, jika minat investor ritel ikut terpicu oleh aksi beli perusahaan, tidak menutup kemungkinan terjadi kenaikan moderat menuju level Rp800 hingga Rp850.

Namun, tetap ada risiko kecil di mana harga tertahan di kisaran Rp700 hingga Rp740 apabila pasar secara keseluruhan bersikap sangat pesimistis terhadap sektor energi.

Desclaimer: Redaksi tidak menyarankan pembelian atau penjualan instrumen investasi apapun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Target Harga CDIA Tahun 2026, Katalis Sahamnya Sudah Muncul di Penghujung 2025

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 13:47 WIB

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Investor Pasar Modal Banyak di Dominasi Umur 30-40 Tahun, Gajinya Ada yang Rp100 Juta

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 12:24 WIB

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Emas Antam Stagnan Jelang Tahun Baru, Harganya Masih Rp 2.501.000 per Gram

Bisnis | Rabu, 31 Desember 2025 | 09:57 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Sepatu Lari Spotec, Harga Rp300 Ribuan Empuk dan Nyaman Dipakai

4 Rekomendasi Sepatu Lari Spotec, Harga Rp300 Ribuan Empuk dan Nyaman Dipakai

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Tecno Pova 8 5G Resmi di Indonesia, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Kamera Sony

Tecno Pova 8 5G Resmi di Indonesia, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Kamera Sony

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Flirty dan Sensual! Katseye Jadi Pusat Perhatian di Lagu Hootie Frutti

Flirty dan Sensual! Katseye Jadi Pusat Perhatian di Lagu Hootie Frutti

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:20 WIB

AFAID26 Rayakan Satu Dekade Budaya Pop Jepang di Indonesia: Sarat Konser, Anime, Cosplay, Kuliner

AFAID26 Rayakan Satu Dekade Budaya Pop Jepang di Indonesia: Sarat Konser, Anime, Cosplay, Kuliner

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:12 WIB

Bukan Mengosongkan Pikiran, Meditasi Ini Justru Mengajak Berdamai dengan Gejolak Batin

Bukan Mengosongkan Pikiran, Meditasi Ini Justru Mengajak Berdamai dengan Gejolak Batin

Health | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:09 WIB

Perbedaan Purging vs Breakout saat Mencoba Serum Baru dan Cara Mengatasinya

Perbedaan Purging vs Breakout saat Mencoba Serum Baru dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:03 WIB

Jadwal dan Siaran Langsung Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka 2026

Jadwal dan Siaran Langsung Upacara 17 Agustus di Istana Merdeka 2026

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:02 WIB

Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan

Ulasan Ketok Mejik: Aksi Konyol Para Mekanik Mempertahankan Rumah Warisan

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!

Promo Agustus di Warung Kopi Klotok, BRI Kasih Diskon Besar!

Bri | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Mesin Pertumbuhan Habis, Ekonomi RI Cuma Hanya Bisa Tumbuh 4,7% di 2027

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:56 WIB

×