Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Target Harga Emas dan Perak 2026, Mampu Tembus Rekor Baru?

M Nurhadi

Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:51 WIB
Target Harga Emas dan Perak 2026, Mampu Tembus Rekor Baru?
Ilustarsi emas dan perak [US Gold Bureau]
baca 10 detik
  • Analis Finex, Brahmantya Himawan, optimis terhadap emas dan perak di awal 2026 didorong kebijakan moneter dan geopolitik.
  • Proyeksi emas dunia diprediksi mencapai $4.700–$5.000 per ounce, didukung penurunan imbal hasil riil obligasi AS.
  • Perak diprediksi bergerak agresif mencapai $90–$120 per ounce karena permintaan energi terbarukan dan status mineral kritis.

Suara.com - Memasuki gerbang tahun 2026, arah pergerakan logam mulia menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal dan investor ritel di berbagai kota besar Indonesia.

Brahmantya Himawan, Analis Keuangan dari Finex, mengungkapkan pandangan yang sangat optimis terhadap masa depan emas dan perak.

Menurutnya, kondisi pasar saat ini menunjukkan potensi penguatan yang jauh lebih kokoh dan berkelanjutan dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Pendorong utama dari tren positif ini adalah perpaduan harmonis antara kebijakan moneter global, ketegangan geopolitik yang belum mereda, serta lonjakan kebutuhan sektor industri.

Kombinasi faktor-faktor ini diperkirakan akan menciptakan fondasi bagi kenaikan harga yang bersifat struktural dan jangka panjang.

Dalam pernyataan resminya di Jakarta pada Jumat (2/1/2026), Brahmantya memproyeksikan harga emas dunia akan bergerak dinamis pada rentang 4.700 hingga 5.000 dolar AS per troy ounce di sepanjang tahun ini.

Jika angka tersebut dikonversikan dengan asumsi nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.715 per dolar AS, maka nilai emas diperkirakan mencapai Rp78,5 juta hingga Rp83,6 juta per troy ounce.

Bagi masyarakat luas yang terbiasa dengan satuan gram, proyeksi ini setara dengan harga jual berkisar antara Rp2,52 juta hingga Rp2,69 juta per gram.

Katalis fundamental di balik lonjakan harga emas ini adalah merosotnya imbal hasil riil (real yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat. Penurunan ini biasanya menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa pelonggaran kebijakan moneter akan segera terjadi.

baca juga

“Ketika real yield turun dan pasar melihat potensi pelonggaran moneter, emas secara historis selalu mendapat dorongan struktural. Kondisi saat ini sangat mirip dengan fase awal reli jangka panjang sebelumnya,” tutur Brahmantya, dikutip via Antara.

Berbeda dengan emas yang murni dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven), perak memiliki daya tarik unik karena status gandanya sebagai logam mulia sekaligus bahan baku industri vital.

Karakteristik ini membuat pergerakan harga perak diprediksi akan jauh lebih agresif dibandingkan "kakak"-nya, emas.

Analis Finex memproyeksikan harga perak pada tahun 2026 akan melambung pada kisaran 90 hingga 120 dolar AS per troy ounce. Jika dirupiahkan, harga perak akan berada di angka Rp1,5 juta sampai Rp2 juta per gram.

Ada tiga faktor utama yang mendukung lonjakan harga perak ini:

  • Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik: Permintaan masif dari sektor teknologi hijau terus meningkat setiap tahunnya.
  • Status Mineral Kritis: Masuknya perak ke dalam daftar mineral kritis di Amerika Serikat memberikan sentimen positif jangka menengah yang sangat kuat.
  • Persimpangan Ekonomi: Perak berada di posisi strategis antara kebutuhan industri dan minat investasi, menjadikannya aset yang sangat responsif saat siklus ekonomi bergeser.

Brahmantya menegaskan bahwa di tengah tren harga yang terus menguat secara konstruktif, emas dan perak tetap menjadi instrumen yang sangat relevan.

Keduanya berfungsi optimal sebagai alat pelindung kekayaan (hedging) dari inflasi serta fluktuasi pasar bagi para investor jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram

Harga Emas Antam Merosot di Tahun Baru, Hari Ini Dipatok Rp 2.488.000 per Gram

Bisnis | Jum'at, 02 Januari 2026 | 08:42 WIB

Harga Perak Melemah Tipis Awal Tahun 2026, Aksi China Bisa Picu Kenaikan Lagi?

Harga Perak Melemah Tipis Awal Tahun 2026, Aksi China Bisa Picu Kenaikan Lagi?

Bisnis | Kamis, 01 Januari 2026 | 14:23 WIB

Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar

Timnas Futsal Indonesia Tutup 2025 dengan Catatan Gemilang, Raih 2 Gelar

Your Say | Kamis, 01 Januari 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×