Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan

Achmad Fauzi

Senin, 19 Januari 2026 | 09:14 WIB
IHSG Masih Betah di Level 9.000 di Pembukaan Awal Pekan
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026, bertahan di zona hijau mencapai level 9.083 dengan transaksi 4,80 miliar saham senilai Rp 2,48 triliun.
  • Proyeksi perdagangan IHSG diprediksi melemah dipengaruhi sentimen negatif pasar saham Amerika Serikat dan ketegangan geopolitik global.
  • Aktivitas investor asing menunjukkan aksi beli bersih pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di level 9.000 pada awal perdagangan Senin, 19 Januari 2026. IHSG menguat ke level 9.098

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau ke levl 9.083 atau naik 0,17 persen.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 4,80 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,48 triliun, serta frekuensi sebanyak 375.400 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 285 saham bergerak naik, sedangkan 285 saham mengalami penurunan, dan 388 saham tidak mengalami pergerakan.

Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengunjung melihat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, ESTI, BELL, ZATA, INOV, IKAN, ARGO, TRIS, NATO, RLCO, IRSX, HOPE.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, AYLS, OHEM, PGLI, WGSH, NINE, DGNS, AISA, FOLK, NASI, KIOS, WAPO.

Proyeksi IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak melemah, seiring sentimen negatif dari pasar global, khususnya Amerika Serikat.

Berdasarkan riset Samuel Sekuritas, pasar saham AS ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (16/1). Indeks Dow Jones terkoreksi 0,17 persen, S&P 500 turun 0,06 persen, dan Nasdaq melemah 0,06 persen.

Pelemahan Wall Street dipicu pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan Federal Reserve (The Fed), serta meningkatnya ketegangan geopolitik global. Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun.

Imbal hasil atau Yield US Treasury 10 tahun tercatat naik 1,71 persen ke level 4,231 persen. Sementara itu, indeks dolar AS (USD Index) menguat tipis 0,07 persen ke posisi 99,39. Kombinasi penguatan dolar dan naiknya yield menjadi tekanan tambahan bagi pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Kami memperkirakan IHSG bergerak melemah, didorong sentimen negatif pasar AS dan regional," tulis tim analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.

Di kawasan regional, mayoritas bursa Asia juga menunjukkan pergerakan bervariasi. Indeks STOXX Eropa turun 0,2 persen, EIDO melemah 0,4 persen, sementara indeks STI Singapura justru menguat 0,3 persen. IHSG sendiri pada penutupan perdagangan sebelumnya tercatat menguat 0,5 persen ke level 9.075.

Dari sisi komoditas, harga minyak Brent naik 0,6 persen ke USD 64 per barel, disusul CPO Malaysia yang melonjak 2,1 persen ke MYR 4.072 per ton. Harga batu bara ICE menguat 0,8 persen, sementara nikel terkoreksi tajam 5,4 persen ke USD 17.457 per ton. Harga emas dunia juga turun 0,4 persen ke USD 4.596 per troy ounce.

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,2 persen ke level Rp16.885 per dolar AS, memberikan sentimen penahan bagi tekanan IHSG.

Sementara itu, aktivitas investor asing pada perdagangan 15 Januari 2026 mencatatkan aksi beli bersih terbesar pada saham BBRI, PTRO, dan BMRI. Adapun saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah BUMI, NCKL, dan ARCI.

Adapun sejumlah sentimen korporasi yang menjadi sorotan pasar antara lain BMRI yang mencatatkan penyerapan dana obligasi secara penuh, BWPT yang menyuntikkan modal Rp180 miliar ke entitas anak, serta TOBA yang berencana menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar.

Dengan kombinasi sentimen global yang masih menekan dan pergerakan komoditas yang beragam, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati perkembangan eksternal serta saham-saham berbasis fundamental kuat dalam menghadapi volatilitas IHSG.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

IHSG Diprediksi Sideways, Cek Saham-saham Rekomendasi Analis Hari Ini

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 08:49 WIB

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Pergerakan Saham BUMI: Dilepas Asing, Diborong Lokal, Proyeksi Masih Kuat?

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:45 WIB

Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global

Proyeksi IHSG 19 Januari: Menimbang BI Rate di Tengah Gejolak Tarif Global

Bisnis | Senin, 19 Januari 2026 | 06:05 WIB

Terkini

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Oktober 2026 Ini Pemerintah Siapkan Wajib Halal Nasional, Ini Dampak Bagi UMKM, Bisnis, dan Konsumen

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:06 WIB

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Gubernur BI Ungkap 2 Strategi yang Disiapkan untuk Stabilkan Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:54 WIB

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:20 WIB

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Pasar Sambut Positif Rumor Chatib Basri Jadi Menkeu, tapi Ada Catatannya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:08 WIB

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Kepercayaan Pasar Jadi Taruhan, Isu Pergantian Menkeu Bisa Guncang Rupiah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:52 WIB