Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Profil Neta Auto, Perusahaan Mobil Listrik yang Stop Operasi di Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 27 Januari 2026 | 06:25 WIB
Profil Neta Auto, Perusahaan Mobil Listrik yang Stop Operasi di Indonesia
Ilustrasi Charger Gun Neta V-II Nyangkut atau Sulit Dilepas Pasca Selesai Melakukan Pengisian Daya. (Foto: Neta)

Suara.com - Dunia otomotif Indonesia sempat dikejutkan dengan kehadiran Neta Auto, sebuah merek kendaraan listrik (EV) yang membawa semangat "Tech For All".

Namun, memasuki awal tahun 2026, kabar kurang sedap menerpa produsen asal Tiongkok ini. Operasional pabrik Neta di Indonesia dilaporkan berhenti sementara di tengah proses restrukturisasi besar-besaran yang dialami perusahaan induknya.

Siapa Sebenarnya Neta Auto?

Neta Auto berada di bawah naungan Hozon New Energy Automobile, sebuah perusahaan rintisan (startup) yang didirikan pada tahun 2014 di Jiaxing, Tiongkok.

Fokus utama mereka adalah menciptakan mobil listrik pintar yang tidak hanya canggih dengan teknologi AI, tetapi juga memiliki harga yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Perjalanan Neta terbilang sangat progresif. Pada tahun 2022, mereka berhasil mengukir sejarah sebagai startup EV nomor satu di China dengan angka penjualan mencapai 150.000 unit. Kesuksesan ini mendorong Neta untuk melakukan ekspansi global ke Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika.

Kiprah Neta di Indonesia

Neta resmi menyapa publik Indonesia pada ajang GIIAS 2023. Komitmen mereka tidak main-main, Neta menggandeng PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Pondok Ungu, Bekasi, untuk merakit mobil secara lokal (Completely Knocked Down/CKD).

Beberapa model andalan yang telah mengaspal di tanah air antara lain:

  • NETA V-II: Crossover ringkas yang modern.
  • NETA X: SUV medium dengan fitur premium dan sistem keamanan cerdas (ADAS).

Namun, per Januari 2026, dilaporkan bahwa lini produksi Neta di pabrik PT Handal telah berhenti sejak enam bulan sebelumnya. Hal ini merupakan dampak langsung dari proses restrukturisasi yang tengah dilakukan oleh Hozon Auto di pusat.

Nasib Konsumen dan Jaringan Dealer

Meski operasional produksi terhenti sementara, pihak Neta Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak benar-benar pergi. Perusahaan sedang melakukan penyesuaian jaringan dealer dan lini produk.

Saat ini, layanan purna jual difokuskan pada mitra tertentu, seperti jaringan Otoklix di seluruh Indonesia dan dealer ANMA Mobil di Tangerang.

Pihak manajemen menjamin beberapa hal penting bagi pemilik kendaraan Neta:

  • Stok Suku Cadang: Bahan baku dan suku cadang diklaim masih tersedia dalam jumlah yang cukup.
  • Garansi: Kebijakan garansi tetap berlaku dan akan dipenuhi sesuai komitmen awal.
  • Target Bangkit: Restrukturisasi ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2026, di mana Neta berjanji akan kembali melayani pasar Indonesia dengan wajah baru yang lebih segar.

Perjalanan Neta di Indonesia menjadi pengingat betapa dinamisnya industri mobil listrik. Meski saat ini sedang dalam fase sulit, sejarah Neta sebagai eksportir tangguh memberikan harapan bahwa penghentian operasional ini hanyalah langkah mundur sejenak untuk melompat lebih jauh di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komparasi Dua EV Mungil: Changan Lumin vs Seres E1

Komparasi Dua EV Mungil: Changan Lumin vs Seres E1

Otomotif | Senin, 26 Januari 2026 | 18:03 WIB

5 Mobil Listrik Compact Terlaris 2025: Geely dan Wuling Bersaing Ketat, BYD Nomor 3

5 Mobil Listrik Compact Terlaris 2025: Geely dan Wuling Bersaing Ketat, BYD Nomor 3

Otomotif | Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:15 WIB

Waktu Peluncuran Suzuki e-Vitara Diprediksi Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Waktu Peluncuran Suzuki e-Vitara Diprediksi Hanya Tinggal Menunggu Waktu

Otomotif | Jum'at, 23 Januari 2026 | 16:23 WIB

Terkini

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:31 WIB

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 19:23 WIB

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:43 WIB

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:31 WIB

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:18 WIB

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:17 WIB

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:15 WIB

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:14 WIB

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:13 WIB

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 18:06 WIB