Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pasar Saham RI Dibanjiri ARB Emiten Konglomerat

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 02 Februari 2026 | 11:42 WIB
Pasar Saham RI Dibanjiri ARB Emiten Konglomerat
Pengunjung melintas dibawah layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • IHSG pada sesi perdagangan Senin, 2 Februari 2026, mengalami kemerosotan signifikan hingga lima persen akibat ARB.
  • Sejumlah saham emiten besar milik konglomerat seperti PTRO, DEWA, dan MDKA tertekan jatuh ke batas ARB.
  • ARB adalah mekanisme bursa yang menolak jual saham otomatis ketika harga menyentuh batas penurunan harian ditetapkan.

Suara.com - Pasar saham RI sangat menyedihkan pada perdagangan sesi I, Senin, 2 Februari 2026. Hal Ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot hingga 5 persen.

Kemerosotan itu tidak lepas dari saham emiten-emiten milik konglomerat dan taipan besar yang mengalami Auto Rejection Bawah (ARB).

Misalnya, seperti dilansir data Stokbit, emiten pertambangan milik Prajogo Pangestu PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang merosot 14,89 persen atau 1.050 poin ke level Rp 6.000 per lembar saham, dan telah masuk ranah ARB.

Kemudian, masih emiten di sektor yang sama milik Grup Bakrie, PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang juga anjlok 80 poin atau 14,81 persen ke level Rp 460 per lembar saham yang juga terkena ARB.

Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]
Ilustrasi pergerakan saham hari ini di IHSG BEI [Antara]

Selain DEWA, saham emiten Grup Bakrie lainnya, yaitu PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) juga merosot ke level Rp 680 per lembar saham atau turun RP 15 persen.

Selanjutnya, emiten di sektor serupa milik Happy Hapsoro PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) juga mengalami nasib yang sama memasuki ranah ARB, setelah terperosok 14,81 persen atau 640 poin ke level Rp 3.680 per lembar saham.

Emiten milik pengusaha kondang asal Kalimantan Haji Isam juga tak luput masuk radar ARB, setelah saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) ambrol ke level Rp 8.400 per lembar saham atau turun 14,94 persen.

Sementara, saham emiten ema milik Garibaldi Thohir alias Boy Thohir, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) juga merana terkena ARB, karena telah terjungkal 480 poin atau 14,95 persen ke level Rp 2.730 per lembar saham.

Pengertian ARB

Untuk diketahui, ARB adalah mekanisme penolakan otomatis oleh sistem bursa ketika harga saham turun hingga menyentuh batas penurunan harian yang telah ditetapkan.

Ketika suatu saham mengalami ARB, sistem perdagangan BEI secara otomatis menolak seluruh penawaran jual di bawah batas harga terendah tersebut.

Akibatnya, saham tidak dapat diperdagangkan lebih rendah lagi pada hari yang sama, meski tekanan jual masih tinggi.

Kondisi ARB biasanya terjadi saat sentimen negatif kuat menghantam saham atau pasar secara keseluruhan, seperti rilis data ekonomi yang buruk, aksi jual asing besar-besaran, hingga sentimen global yang memburuk.

Situasi ini kerap memicu antrean jual menumpuk karena investor berusaha melepas sahamnya, namun tidak menemukan pembeli.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Optimisme Menkeu Terbentur Realita, IHSG Hari Ini Malah Terjungkal

Optimisme Menkeu Terbentur Realita, IHSG Hari Ini Malah Terjungkal

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 10:12 WIB

IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur

IHSG Langsung Jatuh di Pembukaan Senin Setelah Dihantam Kabar Pejabat OJK Mundur

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 09:15 WIB

BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham

BEI Pasrah Bareskrim Telusuri Praktik Goreng Saham

Bisnis | Senin, 02 Februari 2026 | 08:50 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB