Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 08 Februari 2026 | 13:04 WIB
Bitcoin Terperosok ke USD 60.000, Analis Indodax Ungkap Dampaknya ke Pasar Kripto
Ilustrasi bitcoin (Photo by Traxer on Unsplash)
  • Pasar kripto terguncang sejak Februari 2026; Bitcoin sempat menyentuh level US$60.000 akibat likuidasi besar.
  • Penurunan tajam ini dipicu likuidasi leverage dan aksi institusi, diperkuat sentimen pasar global risk-off.
  • Jebolnya support krusial teknikal memicu stop-loss beruntun, menyebabkan pelemahan meluas pada aset lain.

Suara.com - Pasar kripto terguncang sejak awal Februari 2026. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), harga Bitcoin (BTC) mencatatkan penurunan tajam hingga menyentuh level psikologis US$60.000.

Saat ini, harga Bitcoin hari ini berada di angka USD 69.209, melemah tajam secara akumulatif dalam sepekan.

Dalam kurun waktu sepekan terakhir, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini telah kehilangan nilainya hampir 30 persen, dipicu oleh gelombang likuidasi posisi leverage dan aksi lepas aset oleh investor institusi.

Data pasar menunjukkan bahwa total likuidasi dalam 24 jam terakhir menembus angka US$1,8 miliar. Mayoritas berasal dari penutupan paksa posisi long yang melibatkan lebih dari 500 ribu trader.

Salah satu transaksi tunggal yang paling menyita perhatian adalah likuidasi posisi Bitcoin senilai lebih dari US$12 juta di bursa global.

Wakil Presiden INDODAX, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kejatuhan ini merupakan reaksi berantai yang sangat cepat.

"Terjadinya tekanan jual secara simultan menyebabkan pasar bergerak liar karena banyak posisi terbuka yang terpaksa ditutup dalam waktu bersamaan," ungkap Antony.

Sentimen negatif ini semakin diperkuat oleh aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot. IBIT, produk ETF milik BlackRock, mencatatkan volume transaksi harian tertinggi melampaui US$10 miliar.

Namun, lonjakan volume ini diiringi dengan penarikan dana besar-besaran, yang mengindikasikan bahwa investor institusional mulai mengurangi kepemilikan mereka secara masif.

Analisis Teknikal: Support Kunci Terlewati

Dari sudut pandang teknikal, Antony menilai struktur harga Bitcoin saat ini dalam kondisi rapuh.

"Bitcoin telah gagal mempertahankan area support krusial di rentang US$65.000 hingga US$62.000. Jebolnya level tersebut memicu efek domino berupa aktivasi stop-loss beruntun yang membawa harga langsung menuju area US$60.000," jelasnya.

Pelemahan ini tidak hanya menimpa Bitcoin, melainkan meluas ke aset lainnya:

Ethereum (ETH): Merosot hingga di bawah level US$1.800.

Solana (SOL): Terperosok ke bawah US$70, level terendah sejak akhir 2023.

Antony menekankan bahwa kondisi suram ini bukan hanya masalah internal pasar kripto. Saat ini, pasar global tengah memasuki fase risk-off di mana investor cenderung menghindari aset berisiko. Hal ini terlihat dari tekanan serupa yang melanda bursa saham teknologi dan aset berisiko lainnya.

"Pengetatan likuiditas global serta rilis data ekonomi yang kurang memuaskan dari berbagai negara menjadi alasan utama investor mengurangi eksposur risiko mereka," tambah Antony.

Menurutnya, pemulihan Bitcoin di masa depan akan sangat bergantung pada stabilitas makroekonomi dan kembalinya kepercayaan investor global.

Menyikapi situasi pasar yang tidak menentu, INDODAX menyarankan para pelaku pasar untuk mengedepankan manajemen risiko yang disiplin.

"Dalam kondisi volatilitas tinggi, sangat penting bagi investor untuk menyesuaikan strategi dengan profil risiko masing-masing dan tidak terbawa emosi pasar," tutup Antony.


DISCLAIMER:

Aset kripto memiliki risiko fluktuasi harga yang sangat tinggi. Artikel ini bersifat informatif berdasarkan analisis pasar per Februari 2026 dan bukan merupakan instruksi jual atau beli. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan individu dengan mempertimbangkan risiko kehilangan modal secara keseluruhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000

Harga Bitcoin Anjlok Parah di USD 70.000, Analis Peringatkan Ancaman Tembus USD 50.000

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 13:43 WIB

Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?

Epstein Files Ungkap Investasi Bitcoin Jefrey Sejak Belasan Tahun Lalu, Elite Global Visioner?

Tekno | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:43 WIB

Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?

Withdrawal Binance Mendadak Error, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Rabu, 04 Februari 2026 | 06:52 WIB

Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?

Harga Bitcoin Sulit Bangkit dan Terkapar di Level USD 70.000, Efek Epstein Files?

Bisnis | Selasa, 03 Februari 2026 | 14:02 WIB

FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar

FOMC 2026: The Fed Tahan Suku Bunga, Bitcoin Amblas ke Level 70.000 Dolar

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 15:51 WIB

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 09:54 WIB

Terkini

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Meski Sudah Deal, Bahlil Akui Impor Minyak Mentah dari Rusia Terhambat

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:36 WIB

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Purbaya Incar Pajak Ecommerce Usai Diprotes Pedagang Offline, Tapi Akui Belum Pede

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:28 WIB

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Pelaku Usaha: Biaya-biaya di E-Commerce Mulai Tak Masuk Akal

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:25 WIB

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bahlil Sebut Implementasi B50 Punya Peluang Molor Lagi

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:17 WIB

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Investasi Blockchain Mulai Dikenalkan ke Mahasiswa

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:10 WIB

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Masih Genggam Sedikit, Kapan Danantara Tambah Porsi Saham GOTO?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 18:02 WIB

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Botol Plastik Kini Bisa Ditukar BBG untuk Bajaj Gas

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:55 WIB