Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI

Achmad Fauzi

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:55 WIB
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Akbar Djohan (tengah). [ist].
baca 10 detik
  • IISIA menyoroti ancaman produk impor di pasar domestik akibat kelebihan pasokan global dan fluktuasi harga bahan baku.
  • Asosiasi menuntut penguatan penerapan SNI wajib bagi seluruh produk baja yang beredar termasuk baja impor.
  • Pemerintah dan asosiasi berupaya meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi baja nasional melalui sinergi.

Suara.com - Industri baja nasional menggaungkan perang melawan produk impor yang dinilai mengancam pasar domestik. Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menegaskan pentingnya penguatan pengendalian impor dan penerapan standar ketat bagi seluruh produk baja yang beredar di Tanah Air.

Ketua IISIA, Akbar Djohan, mengatakan industri baja Indonesia saat ini berada di tengah tekanan global akibat oversupply atau kelebihan pasokan dunia. Kondisi tersebut diperparah dengan fluktuasi harga bahan baku dan masuknya produk impor ke pasar domestik.

"Kita berada di tengah badai global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik," ujar Akbar seperti dikutip, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar dari proyek infrastruktur yang terus berjalan dan program hilirisasi yang semakin masif. Namun tanpa perlindungan pasar yang memadai, lonjakan permintaan baja justru berpotensi dinikmati produk luar negeri.

Ilustrasi industri Baja Indonesia.
Ilustrasi industri Baja Indonesia.

"Baja nasional harus berdaulat.Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri sendiri," tegasnya.

Salah satu poin krusial, yaitu penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi seluruh produk baja, termasuk baja impor.

IISIA menekankan bahwa seluruh baja yang beredar di Indonesia wajib memenuhi SNI sebagai jaminan keamanan, keselamatan, dan kualitas. Standarisasi dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik dan keberlanjutan industri nasional.

"Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia," kata perwakilan IISIA.

Karena itu, asosiasi mendorong pemerintah memperkuat pengawasan di perbatasan (border control) maupun pascaperbatasan (post-border monitoring), guna memastikan tidak ada produk baja yang tidak sesuai standar beredar di pasar.

baca juga

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato kuncinya menegaskan bahwa industri besi dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi nasional.

"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:22 WIB

Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI

Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 07:49 WIB

Terkini

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Pupuk Indonesia dan Pertamina Perkuat Hilirisasi, Gas Bumi Jadi Andalan

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:04 WIB

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Investor Terus Kabur dan Devisa Menipis Bikin Rupiah Semakin Melemah

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:02 WIB

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Purbaya Usul RUU PFII ke DPR, Targetkan Indonesia Jadi Pusat Keuangan Internasional

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:15 WIB

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Asuransi Syariah Mulai Bidik Seluruh Segmen Masyarakat RI

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:09 WIB

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Wisatawan Indonesia Kini Lebih Mudah Pesan Hotel di Luar Negeri, Cukup Pakai Aplikasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 WIB

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Catat Tanggalnya! Danamon Siapkan "Hujan Kejutan" Sambut HUT ke-70

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:47 WIB

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Saham Dinilai Sudah Terlalu Murah, Gimana Nasib BBNI?

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:12 WIB

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Astra Perkuat Desa Sejahtera Kemiren, Budaya Osing Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:07 WIB

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Peserta JKN Tembus 282,7 Juta Jiwa, BPJS Kesehatan Perkuat Fondasi SDM Unggul Indonesia

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:01 WIB

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

B50 Resmi Jalan, Ekonom UGM Ingatkan Ancaman APBN, Minyak Goreng hingga Deforestasi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:54 WIB

×