Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI

Achmad Fauzi

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:55 WIB
Perang Lawan Baja Impor, Pelaku Industri Desak Pengawasan Ketat dan Wajib SNI
Ketua Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), Akbar Djohan (tengah). [ist].
baca 10 detik
  • IISIA menyoroti ancaman produk impor di pasar domestik akibat kelebihan pasokan global dan fluktuasi harga bahan baku.
  • Asosiasi menuntut penguatan penerapan SNI wajib bagi seluruh produk baja yang beredar termasuk baja impor.
  • Pemerintah dan asosiasi berupaya meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi baja nasional melalui sinergi.

Suara.com - Industri baja nasional menggaungkan perang melawan produk impor yang dinilai mengancam pasar domestik. Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) menegaskan pentingnya penguatan pengendalian impor dan penerapan standar ketat bagi seluruh produk baja yang beredar di Tanah Air.

Ketua IISIA, Akbar Djohan, mengatakan industri baja Indonesia saat ini berada di tengah tekanan global akibat oversupply atau kelebihan pasokan dunia. Kondisi tersebut diperparah dengan fluktuasi harga bahan baku dan masuknya produk impor ke pasar domestik.

"Kita berada di tengah badai global. Oversupply melanda pasar dunia, harga bahan baku berfluktuasi, dan tekanan produk impor terus mengancam pasar domestik," ujar Akbar seperti dikutip, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar dari proyek infrastruktur yang terus berjalan dan program hilirisasi yang semakin masif. Namun tanpa perlindungan pasar yang memadai, lonjakan permintaan baja justru berpotensi dinikmati produk luar negeri.

Ilustrasi industri Baja Indonesia.
Ilustrasi industri Baja Indonesia.

"Baja nasional harus berdaulat.Kita harus mandiri, kompetitif, dan menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri sendiri," tegasnya.

Salah satu poin krusial, yaitu penguatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi seluruh produk baja, termasuk baja impor.

IISIA menekankan bahwa seluruh baja yang beredar di Indonesia wajib memenuhi SNI sebagai jaminan keamanan, keselamatan, dan kualitas. Standarisasi dinilai bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut keselamatan publik dan keberlanjutan industri nasional.

"Standardisasi bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang keselamatan masyarakat dan kedaulatan industri. Produk baja yang tidak memenuhi SNI berpotensi mengancam keamanan konstruksi dan nyawa manusia," kata perwakilan IISIA.

Karena itu, asosiasi mendorong pemerintah memperkuat pengawasan di perbatasan (border control) maupun pascaperbatasan (post-border monitoring), guna memastikan tidak ada produk baja yang tidak sesuai standar beredar di pasar.

baca juga

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato kuncinya menegaskan bahwa industri besi dan baja merupakan tulang punggung perekonomian nasional.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing serta kapasitas produksi nasional.

"Pemerintah terus mendorong sinergi antara pelaku usaha, asosiasi, dan regulator untuk meningkatkan daya saing, memperkuat kapasitas produksi, serta mempercepat transformasi yang berkelanjutan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Purbaya Akui Tiffany & Co Disegel Bea Cukai Gegara Impor Ilegal

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:22 WIB

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan

Jelang Ramadan, Harga Daging Sapi dan Kerbau 'Menggila', Intervensi Pemerintah Dipertanyakan

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 15:22 WIB

Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI

Airlangga Bocorkan Strategi Benteng Pertahanan Baja RI

Bisnis | Kamis, 12 Februari 2026 | 07:49 WIB

Terkini

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

KY Minta Wewenang Pecat atau Hukum Hakim Nakal Langsung Tanpa Lewat MA

Sulsel | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:05 WIB

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

JPW: Kapolri Baru Tak Berdampak Jika Pekerjaan Rumah Dibiarkan Mangkrak

Jogja | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:02 WIB

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Usai Insiden Keamanan, Bitget Tebar 30% Pendapatan Trading

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

Nuzran Joher Pimpin Ombudsman RI, Formasi Lengkap dan Kepercayaan Publik Jadi Ujian

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Berani Berhenti Sejenak: Mengapa Jeda Penting dalam Proses Bertumbuh?

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

TPA Sumompo Manado Kembali Beroperasi Normal Pascakebakaran

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:00 WIB

5 Zodiak Paling Pintar Cari Uang bak Magnet Rezeki, Keuangan Selalu Hoki

5 Zodiak Paling Pintar Cari Uang bak Magnet Rezeki, Keuangan Selalu Hoki

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:55 WIB

Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak

Timnas ke Final, Pemprov Jateng Pastikan Nobar Berlanjut hingga Laga Puncak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Polisi Geledah Toko Emas di Denpasar, Ini Kasusnya

Bali | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

Otonomi Daerah Makin Sempit, Wacana Kembali ke Sistem Federasi Mengemuka

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:35 WIB

×