Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 16 Februari 2026 | 11:39 WIB
Menanti Hasil Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Bergerak Tipis
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Brent di USD 67,72 & WTI USD 62,86 saat pasar menanti hasil perundingan AS-Iran.
  • Ketegangan militer menahan harga minyak agar tidak merosot lebih dalam
  • Produksi minyak akan dinaikkan pada April guna penuhi permintaan musim panas.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia terpantau stabil pada perdagangan Senin (16/2/2026). Pelaku pasar cenderung wait and see menanti hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik.

Mengutip laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka turun tipis 3 sen ke level USD 67,72 per barel pada pukul 08.56 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di angka USD 62,86 per barel, juga turun 3 sen. Sebagai catatan, tidak ada penyelesaian transaksi WTI hari ini karena libur pasar di AS.

Pelemahan tipis ini melanjutkan tren akhir pekan lalu, di mana Brent terkoreksi 0,5% dan WTI turun 1%. Sentimen negatif dipicu oleh pernyataan Presiden AS terkait potensi kesepakatan dengan Teheran dalam waktu dekat.

AS dan Iran dijadwalkan memulai putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa pada Selasa besok. Pihak Iran menargetkan kesepakatan ekonomi yang menguntungkan, khususnya di sektor energi, pertambangan, dan pengadaan pesawat.

Namun, ketegangan militer tetap membayangi. AS dilaporkan telah mengerahkan kapal induk kedua sebagai langkah antisipasi. Di sisi lain, Garda Revolusi Iran mengancam akan membalas setiap serangan terhadap wilayah mereka dengan menyasar pangkalan militer AS.

Di tengah ketidakpastian ini, aliansi OPEC+ dikabarkan berencana meningkatkan kembali volume produksi pada April mendatang. Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan permintaan energi saat memasuki musim panas.

Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai harga saat ini masih tertahan oleh "premi risiko" geopolitik.

"Ekspektasi kesepakatan sebenarnya sangat rendah. Ini kemungkinan hanya ketenangan sebelum badai. Jika dukungan geopolitik itu tidak ada, harga WTI kemungkinan sudah di bawah USD 60 pagi ini," ujar Sycamore.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Harga Minyak Stabil di Tengah Bayang-bayang Surplus Pasokan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:06 WIB

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Sentimen Geopolitik AS-Iran, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Tekno | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:04 WIB

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Harga Minyak Stabil di Tengah Ketegangan Diplomatik AS - Iran

Bisnis | Rabu, 11 Februari 2026 | 11:52 WIB

Terkini

Siswi SD 7 Tahun Meninggal di Madina, Kemen PPPA Minta Kasus Diusut Transparan

Siswi SD 7 Tahun Meninggal di Madina, Kemen PPPA Minta Kasus Diusut Transparan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:24 WIB

Cahya Supriyadi Bertekad Memutus Tren Positif Persija Jakarta Saat Jamu PSIM Yogyakarta

Cahya Supriyadi Bertekad Memutus Tren Positif Persija Jakarta Saat Jamu PSIM Yogyakarta

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:23 WIB

Adopsi AI Makin Cepat, Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Ancaman Siber dan Komputasi Kuantum

Adopsi AI Makin Cepat, Indonesia Mulai Bersiap Hadapi Ancaman Siber dan Komputasi Kuantum

Tekno | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Lebih dari Sekadar Hujan Peluru, One Last Shot Tutup Trilogi dengan Penuh Haru

Lebih dari Sekadar Hujan Peluru, One Last Shot Tutup Trilogi dengan Penuh Haru

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin

Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Jejak CCTV Tak Bisa Bohong: Pasutri Muda di Banyuwangi Ditangkap Usai Buang Bayi

Jejak CCTV Tak Bisa Bohong: Pasutri Muda di Banyuwangi Ditangkap Usai Buang Bayi

Jatim | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:16 WIB

Viral Turis Indonesia Kasih Makan Rusa di Jepang Pakai Sampah Plastik, Sempat Dikira Warga Malaysia

Viral Turis Indonesia Kasih Makan Rusa di Jepang Pakai Sampah Plastik, Sempat Dikira Warga Malaysia

Entertainment | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:15 WIB

5 Zodiak Paling Dominan dan Cocok Jadi Pemimpin, Leo hingga Capricorn

5 Zodiak Paling Dominan dan Cocok Jadi Pemimpin, Leo hingga Capricorn

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:12 WIB

6 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Membakar' Mandalika di IM4AC 2026, Ada Wildcard Kejutan

6 Pembalap Muda Indonesia Siap 'Membakar' Mandalika di IM4AC 2026, Ada Wildcard Kejutan

Sport | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:12 WIB

19 Reka Adegan: Usai Lahirkan Sendiri, Ibu di Balam Tega Buang Bayi ke Saluran Air Pasar Tugu

19 Reka Adegan: Usai Lahirkan Sendiri, Ibu di Balam Tega Buang Bayi ke Saluran Air Pasar Tugu

Lampung | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:08 WIB

×