Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.712

Sektor Eksternal RI Tangguh! Defisit Transaksi Berjalan 2025 Cuma 0,1 Persen PDB

Mohammad Fadil Djailani | Rina Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 20 Februari 2026 | 15:04 WIB
Sektor Eksternal RI Tangguh! Defisit Transaksi Berjalan 2025 Cuma 0,1 Persen PDB
Ilustrasi Bank Indonesia (Unsplash/nimbostratus)
  • Defisit transaksi berjalan 2025 turun drastis jadi 0,1% PDB (1,5 miliar dolar AS).
  • NPI Triwulan IV 2025 surplus 6,1 miliar dolar AS berkat derasnya investasi asing.
  • BI prediksi kinerja eksternal 2026 tetap stabil dengan defisit rendah di bawah 1%.

Suara.com - Kinerja sektor eksternal Indonesia menunjukkan ketangguhan luar biasa sepanjang tahun 2025. Meski dibayangi ketidakpastian pasar keuangan global, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga dengan defisit transaksi berjalan yang sangat terkendali.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi berjalan sepanjang tahun 2025 hanya mengalami defisit sebesar 1,5 miliar dolar AS atau setara 0,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini jauh lebih "seksi" dibandingkan defisit tahun 2024 yang mencapai 8,6 miliar dolar AS (0,6 persen dari PDB).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Ramdan Denny mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan kuatnya benteng ekonomi nasional di tengah tekanan global.

"Secara keseluruhan tahun 2025, perkembangan NPI menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap terjaga, di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," ujar Denny dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

Memasuki pengujung tahun atau triwulan IV 2025, transaksi berjalan memang mencatatkan defisit sebesar 2,5 miliar dolar AS (0,7 persen dari PDB). Posisi ini berbalik arah dari triwulan III 2025 yang sempat mencicipi surplus 4,0 miliar dolar AS (1,1 persen dari PDB).

Denny menjelaskan, neraca perdagangan nonmigas sejatinya masih mencatatkan surplus. Namun, nilainya menyusut akibat perlambatan ekonomi global dan anjloknya harga komoditas.

"Di sisi lain, neraca perdagangan migas mencatat defisit yang lebih tinggi sejalan dengan peningkatan kegiatan ekonomi domestik," imbuhnya.

Meski ada tekanan di sisi perdagangan, aliran modal ke tanah air tetap deras. Transaksi modal dan finansial tercatat surplus berkat suntikan investasi langsung (FDI), investasi portofolio, hingga investasi lainnya. Hasilnya, NPI pada triwulan IV 2025 sukses membukukan surplus 6,1 miliar dolar AS.

Beberapa faktor yang memengaruhi dinamika akhir tahun antara lain:

  • Neraca Jasa: Defisit melebar karena penurunan kunjungan turis asing pasca-musim liburan triwulan sebelumnya.
  • Pendapatan Primer: Defisit naik akibat tradisi pembayaran dividen di akhir tahun.
  • Pendapatan Sekunder: Kabar baik datang dari meningkatnya kiriman uang (remitansi) Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Menatap tahun 2026, Bank Indonesia tetap memasang radar waspada terhadap dinamika global. Sinergi antara BI, Pemerintah, dan otoritas terkait terus diperkuat demi menjaga stabilitas ekonomi.

"Kinerja NPI 2026 diprakirakan tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang tetap rendah dalam kisaran 0,1 persen sampai 0,9 persen dari PDB," pungkas Denny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini

Debut Jadi Deputi Bank Indonesia, Keponakan Prabowo Soroti Masalah Ini

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 07:17 WIB

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

BI Keluhkan Bunga Bank Baru Turun 40 Basis Poin

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:59 WIB

Bank Indonesia: Kredit Tumbuh 9,9 Persen di Januari

Bank Indonesia: Kredit Tumbuh 9,9 Persen di Januari

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:47 WIB

Terkini

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Menkeu Purbaya Dorong Peran Swasta, Optimis Ekonomi Indonesia Tumbuh Lebih Cepat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:44 WIB

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Purbaya Sebut Krisis 1998 Tak Akan Terulang, Optimis 6 Bulan Lagi Orang Susah Berkurang

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:35 WIB

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Pertamina Dorong Perempuan Berkontribusi di Industri Energi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:18 WIB

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Apa Penyebab Sumatera Blackout? Ini Kondisi Terbarunya, Disebut Beda dari Mati Lampu Biasa

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:06 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Menkeu Purbaya Optimistis Rupiah Menguat ke Rp15.000 per Dolar AS, Andalkan Strategi Ini

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:28 WIB

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Menteri PU Jelaskan Kasus Dugaan Korupsi di Dirjen SDA

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 23:05 WIB