Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 02 Maret 2026 | 10:56 WIB
Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan
Kapal tanker minyak melewati selat hormuz (Reuters/Hamad I Mohammed)
baca 10 detik
  • Harga minyak melonjak 7% akibat tewasnya Ali Khamenei dan eskalasi perang Iran-Israel.
  • Selat Hormuz ditutup, memicu ancaman krisis pasokan minyak mentah bagi kilang-kilang di Asia.
  • Analis prediksi Brent tembus USD 90 jika konflik bersenjata di jalur laut terus berlanjut.

Suara.com - Pasar energi global berguncang hebat. Harga minyak mentah dunia melonjak tajam hingga 7 persen pada perdagangan Senin (2/3/2026), menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Melambungnya harga emas hitam ini merupakan respons spontan pasar terhadap eskalasi konflik militer yang kian brutal antara Iran dan Israel.

Mengutip laporan Reuters, minyak mentah jenis Brent sempat melesat ke angka USD 82,37 per barel, sebuah rekor yang tidak pernah terlihat sejak Januari 2025. Hingga pukul 07.54 WIB, Brent stabil di kisaran USD 78,24 per barel, naik signifikan sebesar 7,37 persen.

Setali tiga uang, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut terkerek naik USD 4,66 atau 6,95 persen ke level USD 71,68 per barel, setelah sebelumnya sempat menyentuh angka psikologis USD 75,33.

Sumbu ledak kenaikan harga ini dipicu oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu lalu yang menewaskan Pemimpin Agung Iran, Ali Khamenei. Alih-alih mereda, Israel justru meluncurkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Minggu (1/3/2026), yang langsung dibalas Iran dengan hujan rudal.

Dampak konflik ini meluas ke jalur maritim paling krusial di dunia. Sedikitnya tiga kapal tanker di pesisir Teluk dilaporkan terkena hantaman rudal yang menewaskan seorang pelaut. Merespons situasi yang kian tak terkendali, Iran secara resmi menutup jalur navigasi di Selat Hormuz.

Langkah ekstrem Teheran ini praktis membuat pemerintah dan perusahaan kilang di Asia sebagai konsumen terbesar panik dan mulai mengevaluasi ketahanan stok minyak mereka.

Analis ANZ, Daniel Hynes, menilai risiko pasokan energi global kini berada di titik nadir karena aksi saling balas sudah menyasar infrastruktur pengiriman minyak. Sementara itu, tim analis dari Citi yang dipimpin Max Layton memproyeksikan Brent akan terus "menari" di kisaran USD 80 hingga USD 90 per barel sepanjang pekan ini.

"Pandangan dasar kami adalah kepemimpinan atau rezim Iran berubah signifikan sehingga perang berhenti dalam 1-2 minggu, atau AS memilih deeskalasi setelah melihat perubahan kepemimpinan dan terhambatnya program nuklir Iran," tulis laporan Citi.

Dunia kini menanti, apakah diplomasi internasional mampu mendinginkan bara di Timur Tengah, ataukah harga minyak akan terus melambung dan mencekik ekonomi global.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Cak Nun Pernah Prediksi Soal Perang Iran vs Israel - AS Sejak 2012, Indonesia Bela Siapa?

Lifestyle | Senin, 02 Maret 2026 | 10:48 WIB

Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi

Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 10:43 WIB

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Selain Serangan Amerika-Israel, Viral 'Ramalan' Cak Nun Soal Tahun 2029: Semua Berjatuhan

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 10:43 WIB

Terkini

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Geger Pengumuman MSCI, Jumat Pagi Investor Langsung Panik Jual Saham

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Fenomena Camera Eats First: Kenali Etika Memotret Makanan di Restoran Agar Tak Mengganggu

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Ulasan Film Aplikasi Iblis: Horor Digital Menakutkan Buatan Dimas Anggara

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Menag soal Fatwa Kripto: Hari Ini Mungkin Haram, Tapi Besok Bisa Jadi Halal

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:59 WIB

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

Polisi Selidiki Ojek Online Jual Pertalite Rp 200 Ribu Per 1,5 Liter ke Bule saat Krisis BBM di Bali

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Ibu Aijing A2O LITE Minta Maaf soal Dugaan Tunggakan Gaji Karyawan

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:50 WIB

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

×