- Presiden Federasi Sepak Bola Iran pesimis negaranya dapat berpartisipasi di Piala Dunia Amerika Serikat 2026 karena situasi politik terkini.
- Iran lolos kualifikasi dan tergabung dalam Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dalam undian resmi di Washington.
- FIFA menyatakan masih memonitor perkembangan situasi, meskipun turnamen dijadwalkan dimulai pada 3 Maret 2026.
Suara.com - Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengakui Timnas Iran kecil kemungkinan tampil di Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Iran sejatinya sudah memastikan tiket ke Piala Dunia sejak Maret 2025. Dalam undian resmi di Washington pada Desember lalu, Iran masuk Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Mereka dijadwalkan bermain di Los Angeles melawan Selandia Baru (15 Juni), menghadapi Belgia (21 Juni), dan kemudian bertemu Mesir di Seattle (26 Juni).
Namun situasi politik membuat masa depan mereka tak pasti.
“Dengan apa yang terjadi hari ini dan serangan Amerika Serikat, kecil kemungkinan kami bisa memandang Piala Dunia dengan optimistis. Namun keputusan ada di tangan otoritas olahraga,” ujar Mehdi Taj di televisi nasional Iran seperti dilansir dari Talksport.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya terus memonitor perkembangan.
“Kami fokus pada Piala Dunia yang aman dengan semua tim berpartisipasi. Masih terlalu dini untuk berkomentar detail,” ujarnya saat menghadiri pertemuan IFAB di Wales.
Hitung mundur 100 hari menuju kick-off dimulai 3 Maret 2026. Artinya, FIFA masih memiliki waktu untuk mengevaluasi dinamika situasi.
Sejumlah pengamat meyakini Piala Dunia 2026 tetap akan digelar sesuai rencana. Meski dunia tengah dilanda ketidakpastian geopolitik, pembatalan turnamen dinilai sangat kecil kemungkinannya.
Baca Juga: Anwar Abbas Dorong Rusia dan China Bersatu Bela Iran Hadapi Agresi AS-Israel
Namun absennya Iran, jika benar terjadi, akan menjadi pukulan besar, bukan hanya bagi sepak bola Asia, tetapi juga bagi stabilitas kompetisi secara keseluruhan.
Kontributor: Adam Ali