Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB
Rapor Bagus PGE Dinilai sebagai Sinyal Positif untuk Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
Pertamina Geothermal Energi (Dok: Pertamina)

Suara.com - Kinerja bisnis positif PT Pertamina Geothermal Energi Tbk (PGE) (IDX: PGEO) sepanjang 2025 menjadi sinyal kuat bahwa energi panas bumi kian menempati posisi strategis dalam peta transisi energi nasional. Peningkatan laba bersih, capaian produksi tertinggi sepanjang sejarah, hingga penambahan kapasitas terpasang listrik yang dilakukan PGE telah menunjukkan bahwa sektor ini tidak lagi sekadar alternatif, melainkan mulai menjadi tulang punggung bagi transisi energi bersih Indonesia.

Pengamat energi Hadi Ismoyo menilai, capaian tersebut mencerminkan momentum penting bagi pengembangan energi panas bumi di Tanah Air.

“Potensi panas bumi Indonesia sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Dari seluruh potensi yang tersedia, ruang pertumbuhan masih sangat luas,” kata Hadi lewat sambungan telepon, Selasa (17/3/2026).

Menurut Hadi, penambahan pencapaian kapasitas terpasang PGE yang kini mencapai 727 megawatt (MW), naik dari sebelumnya 672 MW, menjadi bukti bahwa akselerasi pengembangan panas bumi mulai menunjukkan hasil nyata. Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak boleh berhenti pada level korporasi semata.

“Dalam konteks bauran energi nasional, kinerja seperti ini perlu mendapatkan dukungan penuh, baik dari sisi regulasi, insentif, maupun kemudahan investasi. Panas bumi adalah energi dengan baseload yang stabil, berbeda dengan energi terbarukan lain seperti surya atau angin,” jelas Hadi.

Pemerintah sendiri menargetkan perluasan kapasitas pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 76 persen dalam periode 2025–2034 melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN.

Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS) Ali Ahmudi Achyak mengatakan, dalam skenario tersebut, panas bumi dipandang sebagai salah satu kontributor utama yang mampu menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus menekan emisi karbon. Ali menambahkan, tren positif yang ditunjukkan PGE berpotensi mempercepat laju transisi energi di Indonesia.

“Jika kinerja (bisnis) seperti ini terus dijaga dan diperluas, bukan tidak mungkin transisi energi akan berjalan lebih agresif. Panas bumi bisa menjadi game changer, terutama karena Indonesia memiliki salah satu cadangan terbesar di dunia,” kata Ali.

Ali menyebut, saat ini pemerintah mencanangkan target pertumbuhan ekonomi 8%. Untuk mencapai target pertumbuhan tersebut, kata dia, salah satunya harus ditopang suplai energi, termasuk energi listrik.

baca juga

“Karena setiap satu persen pertumbuhan ekonomi ditopang 1,8 persen pertumbuhan ketenagalistrikan,” ujarnya.

Meski demikian, ia juga mengingatkan sejumlah tantangan yang masih perlu diatasi, mulai dari tingginya biaya eksplorasi awal, risiko proyek, hingga kebutuhan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta, menurut Ali, menjadi kunci untuk membuka potensi yang masih tersimpan.

Di tengah dinamika global dan dorongan menuju dekarbonisasi, keberhasilan PGE disebut Ali bisa menjadi contoh bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk mempercepat transisi energi.

“Dengan potensi besar yang belum tergarap sepenuhnya, panas bumi bukan hanya peluang ekonomi, tetapi juga strategi jangka panjang menuju kemandirian energi yang berkelanjutan” katanya.

Sebagaimana diketahui, PGE mencatat kenaikan pendapatan sepanjang 2025. Berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2025, PGEO membukukan pendapatan sebesar USD432,72 juta, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD407,12 juta.

Selain itu, PGEO berhasil merealisasikan produksi listrik hijau tertinggi sepanjang sejarah (all-time high) perusahaan pada 2025. Tahun lalu, PGEO membukukan total produksi sebesar 5.095 gigawatt hour (GWh), naik 5,55% dibandingkan dengan produksi 2024 sebesar 4.827 GWh.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Bisnis | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:51 WIB

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global dalam Upaya Jaga Ketersediaan Pasokan Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:13 WIB

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026

Lebaran di Balik Panel Kontrol: Pekerja Kilang Pertamina Kawal Satgas Ramadan & Idulfitri 2026

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 16:05 WIB

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:33 WIB

Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode

Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:24 WIB

Terkini

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

Analis Sebut Pendekatan Terukur Dasco Lindungi Stabilitas Sistem Presidensial

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:19 WIB

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Drama Rubber Set di GOR Bandung! Mental Juara Bawa UNS Rajai Campus League Badminton 2026

Sport | Jum'at, 25 September 2026 | 21:17 WIB

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

Ekonomi Gelap Menggurita di Indonesia, Sektor Legal dan Pajak Terancam Makin Tertekan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:16 WIB

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Terancam Sanksi Disiplin Berat, Oknum Pejabat Satpol PP Kabupaten Tangerang Dilaporkan ke Polisi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 21:13 WIB

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

Dari BRGM ke BPGMN, Bisakah Badan Baru Prabowo Cegah Karhutla Berulang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 21:02 WIB

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 20:58 WIB

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Transaksi Haji Isam dan BYAN Masih Gelap, BEI Akan Obok-obok Pasar Negosiasi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 20:56 WIB

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Luke Vickery: 2024 Main di GBT Bela Australia, 2026 Cetak Assist di GBK Bersama Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 20:54 WIB

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

Perkuat Tata Kelola MBG, BGN Gelar Pelatihan di Jepang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 20:38 WIB

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Berawal dari Topi Mengapung, Pemancing yang Hilang di Eks Galian Pasir Lampung Timur Ditemukan Tewas

Lampung | Jum'at, 25 September 2026 | 20:37 WIB

×