Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

Achmad Fauzi

Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:36 WIB
Ketegangan Perang Reda, Harga Minyak Dunia Turun Tipis
Ilustrasi fasilitas minyak mentah. [Pexels].
baca 10 detik
  • Harga minyak dunia Brent dan WTI turun pada Jumat, 27 Maret 2026, karena meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah.
  • Penurunan ini dipicu rencana Presiden Trump menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama sepuluh hari.
  • Kedua acuan minyak diprediksi mencatat penurunan mingguan signifikan, lebih dari empat persen, akibat de-eskalasi konflik.

Suara.com - Harga minyak dunia mulai turun dalam perdagangan Asia pada Jumat, 27 Maret 2026. Penurunan ini setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda

Mengutip data Investing.com, harga minyak Brent untuk kontrak Mei turun 0,7 persen ke level 107,8 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga terkoreksi 0,8 persen menjadi 93,72 dolar AS per barel.

Secara mingguan, kedua acuan minyak tersebut diperkirakan mencatat penurunan lebih dari 4 persen.

Harga minyak dunia tembus 118 dolar AS per barrel. Akankah harga BBM ikut melonjak? [Suara.com/Rochmat]
Harga minyak dunia tembus 118 dolar AS per barrel. Akankah harga BBM ikut melonjak? [Suara.com/Rochmat]

Pelemahan harga ini dipicu oleh meningkatnya harapan de-eskalasi konflik di Timur Tengah, yang selama ini menjadi faktor utama lonjakan harga minyak global.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan akan menghentikan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari atas permintaan Teheran.

Trump juga menyebut bahwa negosiasi dengan Iran berjalan sangat baik, meski pejabat Iran masih memberikan pandangan lebih hati-hati terhadap proses tersebut.

Langkah tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar atas potensi gangguan pasokan, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, harga minyak bergerak sangat fluktuatif akibat meningkatnya ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

baca juga

Kekhawatiran terhadap gangguan jalur pelayaran dan fasilitas energi sempat mendorong harga melonjak tajam.

Namun, sinyal meredanya konflik kembali menekan harga, seiring pelaku pasar menilai ulang potensi gangguan pasokan global.

Awal pekan ini, harga minyak juga sempat turun tajam setelah rencana serangan yang sebelumnya disiapkan ditunda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

IESR: Elektrifikasi Jadi Tameng APBN dari Kenaikan Harga Minyak

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:26 WIB

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bahlil Jamin Indonesia Belum Darurat Energi

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 08:14 WIB

Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Awas Harga BBM Naik! Indonesia Tidak Termasuk Negara Diizinkan Lewat Selat Hormuz

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 13:18 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Purbaya Klaim Pendanaan Rp 304 T dari China Bukan Utang, Terus Apa?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Pasokan HGBT Menipis, Apa Aksi Bahlil?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:14 WIB

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:01 WIB

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:00 WIB

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:46 WIB

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:11 WIB

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:10 WIB

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:02 WIB

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:55 WIB