-
- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp100 triliun ke perbankan untuk mengatasi tekanan likuiditas.
- Keputusan tersebut diambil setelah memantau kenaikan imbal hasil obligasi dan memastikan ketersediaan kas pemerintah di Bank Indonesia yang masih berjumlah Rp400 triliun.
- Tambahan dana ini membuat total suntikan kas negara ke sistem perbankan mencapai Rp300 triliun dengan penyaluran yang lebih fleksibel, termasuk ke Bank DKI.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa diam-diam kembali menambah dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) milik Pemerintah Rp 100 triliun ke perbankan. Dengan tambahan ini, total suntikan kas negara ke bank mencapai Rp 300 triliun.
Menkeu Purbaya beralasan kalau ini dilakukan usai dirinya memantau adanya peningkatan imbal hasil atau yield di instrumen obligasi. Hal itu menjadi awal mula adanya tekanan likuiditas di sektor perbankan.
"Kalau bond yield naik 0,1 persen, saya sudah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4 persen, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank kurang atau apa penyebabnya. Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi, masukin ke sistem," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Minggu (29/3/2026).
Seminggu jelang Lebaran 2026, Purbaya memutuskan untuk menambah dana SAL Rp 100 triliun ke perbankan. Sebelum itu, dia lebih dulu berdiskusi dengan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti.
Dalam pembicaraan itu, Purbaya juga mengetahui kalau kas Pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI) masih ada Rp 400 triliun. Makanya ia menyisihkan Rp 100 triliun ke perbankan.
"Gue tadinya mau diam-diam saja. Habis lo pikir gue diam saja? Gue bilang, kita masukin. Rp 200 triliun plus Rp 100 triliun," lanjutnya.
Bendahara Negara menjelaskan kalau penempatan dana tambahan Rp 100 triliun ini lebih fleksibel ketimbang kebijakan sebelumnya. Ia tak menjelaskan lebih rinci, namun Bank DKI mendapatkan jatah Rp 2 triliun.
"Penempatannya fleksibel. Itu saya lupa bagiannya, tapi Bank DKI dapat Rp 2 T kalau enggak salah," jelasnya.
Diketahui Menkeu Purbaya menempatkan dana SAL Rp 200 triliun ke Himpunan Bank Negara (Himbara) meliputi BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, dan BSI. Ia lalu menambahkan Rp 76 triliun lagi ke Bank Mandiri, BRI, BNI, dan Bank Jakarta, yang kemudian ditarik sehingga sisa Rp 200 triliun.