Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.625.000
Beli Rp2.490.000
IHSG 5.896,134
LQ45 583,722
Srikehati 289,560
JII 342,327
USD/IDR 17.957

Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga

Achmad Fauzi

Senin, 30 Maret 2026 | 18:56 WIB
Dinilai Wajar Naik, Perbandingan Harga BBM RI dengan Negara Tetanga
Petugas mengganti papan informasi harga BBM jenis Pertamax Turbo di sebuah SPBU di Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Kenaikan harga BBM non-subsidi Indonesia relatif terkendali akibat mekanisme pasar internasional terkini.
  • Ekonom Wisnu Wibowo menyatakan lonjakan BBM ini dipicu konflik geopolitik Timur Tengah per Minggu (29/03/2026).
  • Harga BBM Indonesia lebih rendah dibanding Singapura, Thailand, Vietnam, kecuali Malaysia yang memberi subsidi besar.

Suara.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di Indonesia dinilai masih relatif terkendali jika dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo menyebut, lonjakan harga BBM yang terjadi saat ini merupakan dampak dari kenaikan harga minyak global akibat memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah.

"Kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai sebagai konsekuensi logis karena skema penetapannya mengikuti harga pasar internasional," kata Wisnu Wibowo seperti dikutip, Senin (30/3/2026).

Meski mengalami kenaikan, Wisnu menilai penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia masih tergolong moderat, yakni berada di kisaran 5 hingga 10 persen.

Ilustrasi petugas SPBU tengah melayani pelanggan yang membeli Pertamax Series. [Dok Pertamina]
Ilustrasi petugas SPBU tengah melayani pelanggan yang membeli Pertamax Series. [Dok Pertamina]

"Kenaikan BBM nonsubsidi saya prediksi masih di bawah 10 persen, sekitar 5 sampai 10 persen," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, harga BBM di Indonesia masih relatif lebih rendah. Di Singapura misalnya, harga BBM jenis RON 95 bisa mencapai sekitar Rp 45.000 per liter, bahkan RON 98 berada di kisaran Rp 52.000 hingga Rp 55.000 per liter.

Sementara di Thailand dan Vietnam, harga BBM juga berada di atas Indonesia, terutama untuk jenis solar yang berkaitan langsung dengan sektor logistik dan industri.

Sebaliknya, Malaysia yang masih memberikan subsidi besar mampu menahan harga BBM tetap lebih rendah. Namun, kebijakan tersebut juga membuat beban fiskal negara menjadi lebih berat.

Wisnu menjelaskan, stabilitas harga BBM di Indonesia tidak lepas dari peran pemerintah yang masih menahan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar untuk menjaga daya beli masyarakat.

baca juga

Selain itu, mekanisme penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia juga dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti harga acuan global, nilai tukar rupiah, serta komponen pajak.

"Variabel harga acuan dan kurs saat ini sangat dinamis, sehingga wajar jika terjadi penyesuaian harga di tingkat eceran," jelasnya.

Di tengah tekanan harga minyak dunia yang telah menembus di atas 100 dolar AS per barel, Indonesia dinilai masih berada pada posisi relatif stabil dibandingkan negara lain di kawasan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan energi nasional masih mampu menjaga keseimbangan antara mengikuti mekanisme pasar global dan melindungi daya beli masyarakat domestik.

Berikut ini komparasi harga BBM di ASEAN sejak krisis Selat Hormuz pada Maret 2026:

Indonesia (Pertamina)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat Ongkos 70%, Ini Hitungannya

Penggunaan Kendaraan Listrik Dinilai Lebih Hemat Ongkos 70%, Ini Hitungannya

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 15:14 WIB

Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?

Harga BBM Berpotensi Naik April, Gimana Nasib Operasional Transportasi Umum?

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 14:50 WIB

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Mentan Amran: Etanol Bisa Gantikan Pertalite dan Pertamax di Masa Depan

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 13:55 WIB

Terkini

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

OJK Ungkap Ancaman Baru Perbankan: Daya Beli Turun, PHK Naik, Risiko Kredit Membesar

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:56 WIB

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Pertamina Raih Cuan Banyak dari Investasi EBT di Filipina

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:55 WIB

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Negara BIsa Kehilangan Triliunan Penerimaan Negara dari Industri Rokok

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:42 WIB

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Seluruh Hotel Milik BUMN Kini Dipegang InJourney

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 08:20 WIB

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

OJK Setujui Merger BPR Ophir dan BPR Swadaya Anak Nagari, Ini Tujuannya

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:57 WIB

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas, Saham-saham Ini Bisa Jadi Cuan?

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:24 WIB

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Konflik AS-Iran Meletus Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Naik

Bisnis | Senin, 29 Juni 2026 | 07:04 WIB

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Perang AS-Iran Bisa Picu Penguatan?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:02 WIB

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Susah Cari Beras? Ini Penyebab Rak Retail Modern Mulai Kosong

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 19:34 WIB

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:57 WIB

×