Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Mohammad Fadil Djailani | Dicky Prastya | Suara.com

Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB
Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.
  • Anggaran subsidi BBM 2026 bengkak Rp 100 T demi jaga harga tak naik saat minyak dunia 110 USD.
  • Pemerintah andalkan kebijakan WFH dan Biodiesel B50 untuk hemat anggaran hingga Rp 54,2 T.
  • Pengamat nilai pembatasan BBM subsidi bagi mobil pribadi lebih efektif hemat Rp 120 T per tahun.

Suara.com - Pemerintah baru saja mengetuk palu keputusan yang cukup berisiko bagi kesehatan fiskal kita. Harga BBM subsidi resmi tidak naik per 1 April 2026.

Keputusan ini, meski menjadi oase di tengah teriknya inflasi bagi masyarakat bawah, membawa konsekuensi angka yang tidak main-main bagi kas negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus kembali "menelan" beban tambahan sebesar Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun. Angka ini murni hanya untuk subsidi energi, belum menghitung biaya kompensasi yang angkanya masih disimpan rapat di laci kementerian.

Mengapa Anggaran Kita Membengkak?

Penyebab utamanya bukan di Jakarta, melainkan ribuan kilometer di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara AS-Israel melawan Iran telah mencekik pasokan minyak dunia. Hasilnya? Harga minyak mentah melonjak ke angka psikologis 110 USD per barel.

Bagi Indonesia sebagai net importer minyak, kenaikan ini adalah pukulan ganda:

  1. Harga Beli Melambung: Kita membeli minyak dengan harga pasar global yang mahal.
  2. Harga Jual Tetap: Kita menjualnya ke rakyat dengan harga murah (subsidi).

Selisih inilah yang harus ditutup oleh negara. Dalam APBN 2026, awalnya kita hanya mengalokasikan Rp 210,1 triliun. Dengan tambahan dari Purbaya, beban subsidi energi kita bisa menembus angka fantastis di atas Rp 300 triliun.

Strategi Bertahan: Dari WFH hingga B50

Pemerintah menyadari bahwa sekadar menambah anggaran tanpa langkah efisiensi adalah tindakan bunuh diri fiskal. Ada dua strategi "pemadam kebakaran" yang disiapkan oleh pihkanya.

Pertama, kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN dan swasta kembali digulirkan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi langkah ini bisa menghemat APBN sebesar Rp 6,2 triliun karena berkurangnya mobilitas.

Kedua, mulai 1 Juli 2026, implementasi biodiesel B50 dipercepat. Dengan mencampur 50% minyak sawit ke dalam solar, Airlangga berharap bisa memangkas impor solar dan menghemat anggaran hingga Rp 48 triliun dalam enam bulan.

Kritik: Antara Wacana dan Keberanian Membatasi

Namun, pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, melihat pemerintah masih "main aman". Menurutnya, kebijakan seperti WFH dan konversi listrik adalah solusi jangka panjang yang tidak menggigit untuk kondisi darurat saat ini.

Fahmy menawarkan solusi yang selama ini menjadi "hantu" politik bagi setiap rezim yakni melakukan pembatasan BBM Bersubsidi.

Logikanya sederhana menurut dia, jika mobil pribadi dilarang mengonsumsi BBM subsidi dan hanya diperuntukkan bagi motor serta angkutan logistik, negara bisa hemat Rp 120 triliun. Sayangnya, urusan teknis seperti sistem barcode yang bocor dan ketegasan di lapangan masih menjadi ganjalan utama.

Pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo lalu, lanjut dia, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi hanya berupa wacana yang tidak pernah diterapkan hingga saat ini.

Menurut Fahmy, salah satu tantangan penerapan kebijakan itu terletak pada mekanismenya.

"Pertamina pernah uji coba penggunaan MyPertamina tetapi gagal. Saat ini digunakan barcode untuk membatasi pembelian BBM subsidi, namun banyak kendaraan pribadi yang mendapatkan barcode dengan mudah," jelas dia.

Oleh karenanya, ia mengusulkan penggunaan mekanisme sederhana dengan menetapkan kendaraan yang diperbolehkan menggunakan BBM subsidi. Kendaraan yang dimaksud antara lain sepeda motor, angkutan orang, dan kendaraan angkutan barang kebutuhan pokok. Sementara itu, mobil pribadi harus beralih dari penggunaan BBM subsidi ke BBM non-subsidi.

Kesimpulan

Saat ini, pemerintah memilih jalur "populis" dengan menjaga daya beli. Namun, dengan minyak dunia yang betah di angka 110 USD, ketahanan APBN kita sedang diuji hingga batas maksimal. Tanpa pembatasan yang tepat sasaran, tambahan Rp 100 triliun ini mungkin hanyalah awal dari lubang anggaran yang lebih dalam.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta April 2026 di Berbagai Daerah di Indonesia

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta April 2026 di Berbagai Daerah di Indonesia

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 11:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Terkini

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

IHSG Libur 4 Hari, Senin Besok Dihantui Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Investor

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 07:17 WIB

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Percepat Akselerasi KEK di Indonesia, Wahyu Agung Group Jalani MOU dengan Perusahaan China

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 06:00 WIB

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:05 WIB

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:25 WIB

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:55 WIB

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?

Bisnis | Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:16 WIB