Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz

Mohammad Fadil Djailani, Dicky Prastya

Kamis, 02 April 2026 | 13:36 WIB
Simalakama Harga BBM: Menjaga Dompet Rakyat di Tengah Gejolak Selat Hormuz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.
baca 10 detik
  • Anggaran subsidi BBM 2026 bengkak Rp 100 T demi jaga harga tak naik saat minyak dunia 110 USD.
  • Pemerintah andalkan kebijakan WFH dan Biodiesel B50 untuk hemat anggaran hingga Rp 54,2 T.
  • Pengamat nilai pembatasan BBM subsidi bagi mobil pribadi lebih efektif hemat Rp 120 T per tahun.

Suara.com - Pemerintah baru saja mengetuk palu keputusan yang cukup berisiko bagi kesehatan fiskal kita. Harga BBM subsidi resmi tidak naik per 1 April 2026.

Keputusan ini, meski menjadi oase di tengah teriknya inflasi bagi masyarakat bawah, membawa konsekuensi angka yang tidak main-main bagi kas negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus kembali "menelan" beban tambahan sebesar Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun. Angka ini murni hanya untuk subsidi energi, belum menghitung biaya kompensasi yang angkanya masih disimpan rapat di laci kementerian.

Mengapa Anggaran Kita Membengkak?

Penyebab utamanya bukan di Jakarta, melainkan ribuan kilometer di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz akibat eskalasi konflik antara AS-Israel melawan Iran telah mencekik pasokan minyak dunia. Hasilnya? Harga minyak mentah melonjak ke angka psikologis 110 USD per barel.

Bagi Indonesia sebagai net importer minyak, kenaikan ini adalah pukulan ganda:

  1. Harga Beli Melambung: Kita membeli minyak dengan harga pasar global yang mahal.
  2. Harga Jual Tetap: Kita menjualnya ke rakyat dengan harga murah (subsidi).

Selisih inilah yang harus ditutup oleh negara. Dalam APBN 2026, awalnya kita hanya mengalokasikan Rp 210,1 triliun. Dengan tambahan dari Purbaya, beban subsidi energi kita bisa menembus angka fantastis di atas Rp 300 triliun.

Strategi Bertahan: Dari WFH hingga B50

Pemerintah menyadari bahwa sekadar menambah anggaran tanpa langkah efisiensi adalah tindakan bunuh diri fiskal. Ada dua strategi "pemadam kebakaran" yang disiapkan oleh pihkanya.

baca juga

Pertama, kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi ASN dan swasta kembali digulirkan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memproyeksi langkah ini bisa menghemat APBN sebesar Rp 6,2 triliun karena berkurangnya mobilitas.

Kedua, mulai 1 Juli 2026, implementasi biodiesel B50 dipercepat. Dengan mencampur 50% minyak sawit ke dalam solar, Airlangga berharap bisa memangkas impor solar dan menghemat anggaran hingga Rp 48 triliun dalam enam bulan.

Kritik: Antara Wacana dan Keberanian Membatasi

Namun, pengamat ekonomi energi dari UGM, Fahmy Radhi, melihat pemerintah masih "main aman". Menurutnya, kebijakan seperti WFH dan konversi listrik adalah solusi jangka panjang yang tidak menggigit untuk kondisi darurat saat ini.

Fahmy menawarkan solusi yang selama ini menjadi "hantu" politik bagi setiap rezim yakni melakukan pembatasan BBM Bersubsidi.

Logikanya sederhana menurut dia, jika mobil pribadi dilarang mengonsumsi BBM subsidi dan hanya diperuntukkan bagi motor serta angkutan logistik, negara bisa hemat Rp 120 triliun. Sayangnya, urusan teknis seperti sistem barcode yang bocor dan ketegasan di lapangan masih menjadi ganjalan utama.

Pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo lalu, lanjut dia, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi hanya berupa wacana yang tidak pernah diterapkan hingga saat ini.

Menurut Fahmy, salah satu tantangan penerapan kebijakan itu terletak pada mekanismenya.

"Pertamina pernah uji coba penggunaan MyPertamina tetapi gagal. Saat ini digunakan barcode untuk membatasi pembelian BBM subsidi, namun banyak kendaraan pribadi yang mendapatkan barcode dengan mudah," jelas dia.

Oleh karenanya, ia mengusulkan penggunaan mekanisme sederhana dengan menetapkan kendaraan yang diperbolehkan menggunakan BBM subsidi. Kendaraan yang dimaksud antara lain sepeda motor, angkutan orang, dan kendaraan angkutan barang kebutuhan pokok. Sementara itu, mobil pribadi harus beralih dari penggunaan BBM subsidi ke BBM non-subsidi.

Kesimpulan

Saat ini, pemerintah memilih jalur "populis" dengan menjaga daya beli. Namun, dengan minyak dunia yang betah di angka 110 USD, ketahanan APBN kita sedang diuji hingga batas maksimal. Tanpa pembatasan yang tepat sasaran, tambahan Rp 100 triliun ini mungkin hanyalah awal dari lubang anggaran yang lebih dalam.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau anggaran subsidi energi bertambah Rp 90 triliun hingga Rp 100 triliun tahun ini. Pengumuman ini disampaikan usai Pemerintah memastikan harga BBM tak naik. Foto Gemini AI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta April 2026 di Berbagai Daerah di Indonesia

Update Harga BBM Pertamina dan Swasta April 2026 di Berbagai Daerah di Indonesia

Otomotif | Kamis, 02 April 2026 | 11:38 WIB

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Dana SAL Rp 420 Triliun, Purbaya Buka Opsi Pakai Kas Pemerintah demi Amankan APBN

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 19:32 WIB

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Mahalnya Harga BBM, Warga Singapura Pilih Isi Bensin hingga ke Malaysia

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 20:25 WIB

Terkini

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

Mantan Ketua KPU Bantah Dalil Cacat Administratif dalam Pencalonan Gibran

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:09 WIB

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Perbandingan Aries vs Leo, Siapa yang Paling Dominan Saat Menjadi Pemimpin?

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Harga HP Xiaomi Terbaru Oktober 2026 yang Dijual di Indonesia

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Short Selling Makin Diburu, 50 Investor Sudah Buka Rekening

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:03 WIB

Kepala Dispora Tangsel Mukroni Mundur, Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3

Kepala Dispora Tangsel Mukroni Mundur, Fokus Kesehatan dan Pendidikan S3

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

210 Manuskrip Kuno Keraton Solo Mulai Didigitalisasi

Foto | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Cara Menggunakan Lidah Buaya untuk Rambut Rontok, Simak 4 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:47 WIB

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

4 Micellar Water Lokal Glycerin Jaga Skin Barrier agar Lembap Bebas Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, 3 Anggota DPRD Jatim Cuma Direhab

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:33 WIB

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

7 Cara Cek Parfum Branded Ori atau Palsu, Perhatikan Kemasan hingga Wanginya

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 08:31 WIB

×