Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.570.000
Beli Rp2.450.000
IHSG 5.695,116
LQ45 556,746
Srikehati 275,044
JII 335,012
USD/IDR 0

Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 03 April 2026 | 06:40 WIB
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
Ilustrasi daging sapi. (Freepik)
baca 10 detik
  • Harga daging sapi di pasar tradisional melonjak menjadi Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram pada April 2026.
  • Kebijakan impor 700 ribu ekor sapi oleh Badan Pangan Nasional belum efektif menurunkan harga daging di pasaran.
  • IKAPPI menyarankan pemerintah memperkuat produksi pangan dalam negeri serta memperbaiki tata niaga distribusi untuk menekan lonjakan harga.

Suara.com - Harga daging sapi di pasar tradisional kembali merangkak naik. Kenaikan ini terjadi di tengah kebijakan impor sapi yang sebelumnya digadang-gadang untuk menstabilkan harga di dalam negeri.

Sekretaris Jenderal Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Reynaldi Sarijowan, mengungkapkan lonjakan harga tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan kebijakan impor.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah melakukan impor 700 ribu ekor sapi untuk kebutuhan pangan pada pertengahan Maret lalu.

"Untuk daging sapi memang terjadi kenaikan yang tentunya ini kontradiksi terhadap alasan impor daging sapi untuk stabilisasi. Namun faktanya daging masih belum terjun bebas harganya," ujar Reynaldi kepada Suara.com, Kamis (2/4/2026).

Ia menyebutkan, harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp142 ribu hingga Rp145 ribu per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harga daging sapi biasanya berada di rentang Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram.

"Sekarang harga daging sapi di pasar sudah berkisar Rp142 ribu sampai Rp145 ribu," kata Reynaldi.

Sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara, Selasa (2/9).
Sapi impor di Pelabuhan Tanjung PrioK, Jakarta Utara.

Menurut dia, kenaikan harga ini menimbulkan pertanyaan besar terhadap efektivitas kebijakan impor sapi yang volumenya cukup besar pada tahun ini. Bahkan, jumlah impor disebut mencapai ratusan ribu ekor sapi bakalan.

"Alasan untuk melakukan stabilisasi harga daging yaitu impor yang dilakukan pemerintah. Namun faktanya tidak cenderung turun harga dagingnya," ungkapnya.

Sebagai solusi, IKAPPI mendorong pemerintah untuk memperkuat sektor produksi dalam negeri, mulai dari pertanian, peternakan, hingga perikanan.

baca juga

Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan pasokan yang melimpah sehingga mampu menekan harga di tingkat konsumen.

"Yang terutama tentu penguatan sentra-sentra pertanian, peternakan dan perikanan kita baik dari infrastrukturnya atau juga stimulus fiskal maupun non fiskal agar apa? Agar produksi di dalam negeri berlimpah tentunya dan itu mampu menekan harga di pasaran," kata Reynaldi.

Tak hanya itu, perbaikan tata niaga pangan juga dinilai menjadi kunci untuk mengatasi lonjakan harga yang kerap terjadi. Mulai dari distribusi hingga mekanisme di pasar perlu dibenahi agar lebih efisien.

"Kedua memperbaiki tata niaga pangan kita baik dari hulu - distribusi - dan terakhir hilirnya yaitu di pasar," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Harga Daging Sapi di Bawah HAP, Pasokan Terjamin Jelang Lebaran 2025

Bisnis | Jum'at, 14 Maret 2025 | 11:47 WIB

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Ikappi Anggap Ucapan Viral Gus Miftah Lukai Perasaan Pedagang Kecil

Bisnis | Rabu, 04 Desember 2024 | 08:39 WIB

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Pedagang ITC Serentak Tutup Toko, Ikappi: Harusnya Pemerintah Beri Edukasi, Bukan Razia

Bisnis | Minggu, 21 Juli 2024 | 09:56 WIB

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Ditanya Soal Harga Beras Masih Mahal, Jokowi Jawab Dengan Cetus: Coba Dicek!

Bisnis | Rabu, 28 Februari 2024 | 13:48 WIB

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Kemendag Diminta Tak Terburu-buru Terbitkan Izin Impor Sapi Bakalan, Utamakan Peternak Lokal

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 07:29 WIB

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Pedagang Pasar: Harga Beras Tak Jelas, Premium Tembus Rp 18.500 per Kg

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 10:49 WIB

Terkini

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Berdayakan Pemuda, Harita Nickel Cetak Operator Bersertifikat dari Pulau Obi

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Harga Cabai Merah Tiba-Tiba Melonjak, Beras dan Bawang Ikut Naik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:06 WIB

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Rupiah Ambruk Lawan Dolar AS ke Level Rp17.984

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:44 WIB

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Tahan Beli, Harga Emas Antam Naik Jadi Rp2,64 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:39 WIB

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

IHSG Lanjut Reli Penguatan, Bergerak Level 5.700 Pagi Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:25 WIB

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Masa Penawaran Emiten Raffi Ahmad RANS Dibuka Hari Ini, Harganya Rp170

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Iran dan AS Capai Kemajuan Negosiasi, Brent Turun ke 70 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08 WIB

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Itung-itungan Driver Ojol, Kenapa Pendapatannya Turun Setelah Potongan 8% Berlaku

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:49 WIB

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Cara Menakar Nilai Wajar Mata Uang, Analis Ungkap Kunci Baca Arah Rupiah hingga Dolar

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:45 WIB

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Survei: 78,6% Konsumen Nilai Haknya Diabaikan dalam Aturan Rokok Terbaru

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:40 WIB

×