Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.857.000
Beli Rp2.730.000
IHSG 7.541,612
LQ45 735,970
Srikehati 352,397
JII 515,130

Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 14:25 WIB
Anomali Saham BBCA Jadi Peluang Emas Investor?
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diproyeksi bakal segera mengakhiri tren koreksinya di lantai bursa. Meski harga sahamnya sedang tertekan. Foto ist.
  • BBCA raup laba Rp57,5 T di 2025, fundamental kuat meski harga saham sedang anomali.
  • Analis sebut saham BBCA di bawah Rp7.000 peluang langka bagi investor kumpulkan aset blue chip.
  • Rilis kinerja kuartal I/2026 jadi pemicu utama normalisasi harga saham BBCA menuju valuasi wajar.

Suara.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diproyeksi bakal segera mengakhiri tren koreksinya di lantai bursa. Meski harga sahamnya sedang tertekan, torehan kinerja keuangan sepanjang 2025 yang cemerlang diyakini menjadi katalis kuat untuk mendongkrak kembali posisi emiten bank swasta terbesar di Indonesia ini.

Berdasarkan data laporan keuangan, BBCA berhasil mencetak laba bersih sepanjang tahun 2025 sebesar Rp57,5 triliun. Angka ini naik 4,9 persen dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp54,8 triliun. Ironisnya, performa fundamental yang "anti-badai" ini belum tercermin pada harga sahamnya yang justru merosot hingga 19 persen sejak awal tahun 2026.

Hingga perdagangan Rabu (8/4/2026), saham BBCA masih berkutat di level Rp7.000, bahkan sempat menyentuh kisaran Rp6.500 per lembar saham. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan IHSG yang terkoreksi 15,79 persen secara year to date (YTD).

Pengamat Pasar Modal, Rendy Yefta, menilai kondisi ini sebagai anomali harga yang relatif langka bagi saham kelas blue chip. Menurutnya, gap antara performa laba yang memecahkan rekor dengan harga saham yang turun drastis menciptakan fenomena undervalued.

"Mengambil BBCA di harga di bawah Rp7.000 ibarat Anda memungut Mercy di showroom dengan harga Avanza. Secara historis, pasar selalu menghargai kualitas BBCA dengan valuasi premium di kisaran PBV 4x hingga 5x," ujar Rendy di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa kepanikan pasar global dan rotasi sektor menjadi penyebab utama tekanan jual. Namun, ia memproyeksikan harga saham BBCA akan segera melakukan normalisasi dan berlari kencang kembali menuju level wajarnya.

Kini pasar tengah menanti rilis laporan keuangan kuartal I/2026 yang dijadwalkan keluar pada bulan April ini. Dengan efisiensi operasional dan loyalitas nasabah yang tinggi melalui dana murah (CASA), BBCA diprediksi akan kembali memamerkan angka laba jumbo.

Rendy mengingatkan para investor agar tidak kehilangan momentum sebelum para institusi besar kembali berebut masuk. "Orang bijak mengumpulkan emas saat harganya sedang jatuh ke lumpur, bukan saat semua orang sedang antre membelinya di toko," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

IHSG Terbang 3% ke Level 7.207 di Sesi I, 592 Saham Naik

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:47 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

Terkini

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Serap Ribuan Pekerja, Investasi Anak Usaha Harita Group di KIPP Didukung DPRD Kayong Utara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 13:01 WIB

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Mati Listrik Massal di Jakarta Landa Manggarai hingga Tebet

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:29 WIB

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Rupiah Terkapar Rp17.300, BI Pasang Badan Guyur Pasar!

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:20 WIB

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Jakarta Geser Jabar, Serap Investasi Rp78,7 Triliun di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 12:14 WIB

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Listrik Mati di Beberapa Wilayah di Jakarta, PLN Konfirmasi Terjadi Gangguan Suplai

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:55 WIB

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

SMGR Genjot Bahan Bakar Sampah, Pangkas Ratusan Ribu Ton Batu Bara

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:51 WIB

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Baru 24,4 Persen, Realisasi Investasi Awal 2026 Sentuh Rp498,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:49 WIB

JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur

JP Morgan Pangkas Bobot Obligasi Indonesia, Bisa Bikin Investor Global Kabur

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:49 WIB

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bali Disiapkan Jadi Hub Kripto Global, Platform Mulai Bergerak Ekspansi

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 11:36 WIB

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Perusahaan Emiten Tercatat

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 10:25 WIB