Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Rabu, 08 April 2026 | 16:14 WIB
Rupiah 'Pura-pura' Kuat di Level Rp17.000, Cadangan Devisa yang Keropos Jadi Ancaman Nyata
Meski mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026), posisi nilai tukar rupiah sejatinya masih berada dalam zona merah yang mengkhawatirkan. Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah stagnan di level Rp17.000 meski menguat 0,54% akibat sentimen gencatan senjata AS-Iran.
  • Waspada! Cadangan devisa yang merosot 4 bulan berturut-turut ancam posisi rupiah ke depan.
  • Penguatan rupiah kalah telak dibanding Baht dan Ringgit akibat kekhawatiran defisit anggaran.

Suara.com - Meski mencatatkan penguatan pada penutupan perdagangan Rabu (8/4/2026), posisi nilai tukar rupiah sejatinya masih berada dalam zona merah yang mengkhawatirkan. Mata uang Garuda tampak masih enggan beranjak dari level psikologis Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS), di tengah bayang-bayang menipisnya cadangan devisa nasional.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini ditutup menguat ke level Rp17.012 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan penutupan Selasa (7/4/2026) yang berada di posisi Rp17.105, terdapat kenaikan sebesar 0,54 persen. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok posisi rupiah di angka Rp17.009 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan ini lebih didorong oleh faktor eksternal ketimbang fundamental dalam negeri yang solid. Gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran memicu sentimen risk-on di pasar global.

"Rupiah menguat terhadap dolar AS didukung oleh sentimen risk-on global yang kuat merespons gencatan senjata antara AS dan Iran," ujar Lukman kepada Suara.com, Rabu (8/4/2026).

Namun, Lukman memberikan peringatan keras bahwa tren positif ini hanyalah bersifat sementara. Kondisi internal Indonesia justru menunjukkan sinyal bahaya, terutama terkait amunisi Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

"Penguatan terbatasi oleh data yang menunjukkan cadangan devisa Indonesia yang kembali turun, dan ini merupakan penurunan empat bulan berturut-turut," jelasnya ketus.

Lebih lanjut, Lukman menyoroti bahwa rupiah masih jauh dari kata ideal. Alih-alih kembali ke level Rp16.000, mata uang domestik justru "betah" di level Rp17.000. Tingginya harga minyak dunia juga menjadi beban tambahan yang mengancam defisit anggaran negara tetap membengkak.

Di kawasan Asia, penguatan rupiah tergolong loyo jika dibandingkan mata uang tetangga. Baht Thailand memimpin penguatan sebesar 1,60 persen, disusul Won Korea 1,57 persen, Peso Filipina 1,47 persen, dan Ringgit Malaysia 1,27 persen. Rendahnya persentase penguatan rupiah menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap mata uang Garuda belum sepenuhnya pulih.

Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau melandai ke level 98,78 dari posisi sebelumnya 99,85. Namun, selama persoalan cadangan devisa dan defisit anggaran belum teratasi, penguatan rupiah hari ini tak lebih dari sekadar napas buatan di tengah tekanan ekonomi yang berat.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Kronologi Kurs Rupiah Kembali ke Level Rp16.900 Setelah Sempat Tembus Rp17.100

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:20 WIB

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Dikuras untuk Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Menciut ke Titik Terendah

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:14 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×