Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram

Achmad Fauzi

Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB
Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram
Harga Emas Antam Hari mulai naik tipis jadi Rp 2.815.000 per Gram. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam pada 28 April 2026 naik menjadi Rp2.814.000 per gram dengan harga buyback Rp2.625.000 per gram.
  • Pembelian emas Antam dikenakan pajak penghasilan sesuai ketentuan PMK Nomor 34/PMK.19/2017 bagi para pemegang NPWP maupun non-NPWP.
  • Harga emas dunia merosot mendekati 4.685 dolar AS akibat kebijakan suku bunga The Fed serta ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Selasa, 28 April 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.814.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu naik tipis Rp 5.000 dibandingkan Senin, 26 April 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.625.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut melonjak Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Senin kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Emas Antam (www.logammulia.com)
Emas Antam (www.logammulia.com)

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0,5 gram: Rp1.460.643
  • 1 gram: Rp2.821.035
  • 2 gram: Rp5.581.920
  • 3 gram: Rp8.347.818
  • 5 gram: Rp13.879.613
  • 10 gram: Rp27.704.088
  • 25 gram: Rp69.134.405
  • 50 gram: Rp138.189.613
  • 100 gram: Rp276.301.030
  • 250 gram: Rp690.486.913
  • 500 gram: Rp1.380.763.300
  • 1000 gram: Rp2.761.486.500

Harga Emas Dunia Tersungkur

Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan awal pekan. Pelaku pasar kini memilih bersikap hati-hati atau wait and see menjelang keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.

Mengutip FXStreet, Selasa (28/4/2026), harga emas merosot hingga mendekati 4.685 dolar AS pada awal sesi Asia. Pelemahan ini terjadi seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan moneter The Fed serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

baca juga

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tetap di kisaran 3,5–3,75 persen, level yang sudah bertahan sejak Desember. Meski demikian, perhatian utama pasar tertuju pada pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers usai rapat.

Pelaku pasar menanti sinyal apakah bank sentral masih membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan di akhir tahun. Sikap agresif (hawkish) dari pejabat The Fed berpotensi menguatkan dolar AS dan menekan harga emas.

Selain itu, dinamika internal The Fed juga menjadi sorotan. Pasar mempertanyakan apakah Powell akan tetap menjabat di Dewan Gubernur, terutama jika figur lain seperti Warsh dikonfirmasi untuk memimpin pertemuan kebijakan berikutnya pada Juni mendatang.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik turut memengaruhi pergerakan emas. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran, termasuk penutupan Selat Hormuz, telah mendorong kenaikan harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi yang pada akhirnya memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga.

Emas sendiri dikenal sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Namun, logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga berada di level tinggi.

Laporan CNBC menyebutkan Presiden AS Donald Trump bersama tim keamanan nasionalnya tengah membahas proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai gantinya, Iran meminta pencabutan blokade serta penghentian perang yang telah berlangsung sekitar dua bulan.

Meski demikian, belum ada kepastian apakah proposal tersebut akan diterima. Ketidakjelasan ini membuat pasar masih dibayangi ketidakpastian, yang pada akhirnya menahan pergerakan harga emas.

Dengan kombinasi faktor kebijakan moneter dan risiko geopolitik, arah harga emas dalam waktu dekat diperkirakan masih akan sangat bergantung pada sikap The Fed dan perkembangan konflik global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 08:45 WIB

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 07:56 WIB

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Segini Ramalan Harga Emas Antam untuk Sepekan Depan

Bisnis | Minggu, 26 April 2026 | 16:23 WIB

Terkini

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:19 WIB

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:16 WIB

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:15 WIB

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:13 WIB

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:12 WIB

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 29 Juli 2026 | 09:09 WIB

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:59 WIB

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

Ganti 13.000 KM Pipa Tua Jakarta, PAM Jaya Siapkan Proyek Jumbo Rp22,8 Triliun

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

BUKA Kantongi Pendapatan Rp 4 T di Semester I 2026, Ditopang Segmen Gaming

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:58 WIB

×