Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram

Achmad Fauzi

Senin, 04 Mei 2026 | 09:05 WIB
Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram
Harga Emas Antam turun tipis hari ini. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Harga emas Antam pada Senin, 4 Mei 2026 turun tipis menjadi Rp2.765.000 per gram dengan harga buyback Rp2.585.000.
  • Penetapan harga emas Antam tersebut belum mencakup pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan PMK Nomor 34/PMK.19/2017.3 bagi investor.
  • Harga emas dunia melemah ke 4.605 dolar AS akibat ketidakpastian geopolitik Timur Tengah dan kebijakan moneter Federal Reserve.

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 4 Mei 2026 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 2.765.000 per gram.

Dikutip dari situs Logam Mulia, harga emas Antam itu masih turun tipis Rp 1.000 dibandingkan Sabtu, 2 Mei 2026.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 2.585.000 per gram.

Harga buyback itu juga ikut terjungkal tipis Rp 1.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Sabtu pekan kemarin.

Perlu diingat, harga tersebut belum termasuk pajak penghasilan (PPh) sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen yang tidak memiliki NPWP. Pengenaan PPh ini sesuai dengan PMK Nomor 34/OMK.19/2017.3.

Pekerja menunjukan emas Antam di Toko Emas Buana, Bandung, Jawa Barat, Senin (21/10/2024). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym/am.]
Harga Emas Antam turun tipis hari ini [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/nym/am.]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam setelah pajak pada hari ini:

  • 0,5 gram : Rp 1.451.119
  • 1 gram : Rp 2.801.988
  • 2 gram : Rp 5.543.825
  • 3 gram : Rp 8.290.675
  • 5 gram : Rp 13.784.375
  • 10 gram : Rp 27.513.613
  • 25 gram : Rp 68.658.218
  • 50 gram : Rp 137.237.238
  • 100 gram : Rp 274.396.280
  • 250 gram : Rp 685.725.038
  • 500 gram : Rp 1.371.239.550
  • 1000 gram : Rp 2.742.439.000

Harga Emas Dunia Loyo Lagi

Harga emas dunia terpantau melemah tipis pada awal perdagangan pekan ini. Mengutip laporan FXStreet, harga emas (XAU/USD) bergerak turun ke kisaran 4.605 dolar AS per troy ounce pada sesi perdagangan Asia, Senin.

Pergerakan harga emas cenderung terbatas seiring pelaku pasar menunggu perkembangan terbaru terkait ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, investor juga menantikan pernyataan Presiden Federal Reserve (The Fed) New York, John Williams, yang dijadwalkan berbicara hari ini.

baca juga

Sentimen geopolitik masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga emas. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa upaya mediasi untuk mengakhiri konflik Iran masih terus berlangsung, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai proposal perdamaian terbaru dari Teheran belum cukup memuaskan.

Trump juga mengungkapkan bahwa Amerika Serikat akan mulai memandu kapal-kapal netral yang terjebak di Teluk Persia melalui Selat Hormuz. Langkah ini dinilai berpotensi meningkatkan tensi di kawasan strategis tersebut.

Di sisi lain, seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa keterlibatan AS di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut bukan tempat untuk retorika, yang semakin menambah ketidakpastian di pasar global.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah berpotensi memicu kekhawatiran inflasi, yang pada akhirnya dapat mengurangi peluang penurunan suku bunga.

Kondisi ini menjadi sentimen negatif bagi emas, mengingat logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga kurang menarik saat suku bunga tinggi.

Meski demikian, penurunan harga emas diperkirakan masih terbatas. Permintaan kuat dari bank sentral menjadi salah satu penopang utama harga.

Salah satunya datang dari Reserve Bank of India (RBI) yang terus meningkatkan cadangan emasnya. Bank sentral India tersebut telah membawa pulang lebih dari 100 metrik ton emas ke dalam negeri selama tiga tahun berturut-turut.

Hingga akhir Maret 2026, RBI tercatat memiliki sekitar 880 metrik ton emas. Langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi cadangan devisa di tengah ketidakpastian global.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan harga emas dalam waktu dekat diperkirakan masih akan fluktuatif, bergantung pada perkembangan geopolitik serta arah kebijakan moneter global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:55 WIB

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Harga Emas Batangan Bisa Tembus Rp 3,3 Juta Hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 07:40 WIB

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:41 WIB

Terkini

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:23 WIB

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Anak Usaha Emiten MPMX Masuk Bisnis Penyewaan Kendaraan Listrik

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:08 WIB

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Investor Asing Jual Saham Rp893 Miliar, BBCA dan DSSA Paling Banyak

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:01 WIB

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

BI Naikkan Lagi Suku Bunga, Mirae Asset: Benteng Terakhir Jaga Rupiah!

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:54 WIB