Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.825.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 6.858,899
LQ45 669,842
Srikehati 328,644
JII 449,514
USD/IDR 17.509

Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:27 WIB
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
Maskot Mixue dan Bingxue. (Kolase)
  • Mixue didirikan Zhang Hong Chao tahun 1997, sedangkan Bingxue didirikan Jinan Baodao tahun 2014.
  • Kedua merek tersebut merupakan entitas bisnis berbeda dengan identitas visual, maskot, serta strategi produk yang unik.
  • Mixue menutup ratusan gerai internasional pada tahun 2025 demi efisiensi bisnis, namun perusahaan tetap mencatatkan kenaikan laba.

Suara.com - Di tengah menjamurnya gerai es krim dan minuman kekinian dengan harga terjangkau di Indonesia, dua merek yang sering disebut adalah Mixue dan Bingxue.

Keduanya identik dengan harga murah, porsi besar, dan ekspansi yang sangat masif. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah Mixue dan Bingxue berasal dari perusahaan yang sama?

Meskipun memiliki kemiripan nama dan konsep bisnis, jawabannya adalah tidak. Keduanya adalah entitas yang sepenuhnya berbeda.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa saja perbedaannya, mari simak ulasan berikut.

Asal-usul dan Kapan Didirikan

Perbedaan mendasar pertama terletak pada sejarah dan usia merek. Mixue adalah pemain lama di industri ini.

Didirikan oleh Zhang Hong Chao pada tahun 1997 di Zhengzhou, China, Mixue memulai perjalanannya dari sebuah kedai es serut kecil.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Mixue telah membangun ekosistem rantai pasokan yang sangat kuat, memungkinkannya mendominasi pasar global dengan puluhan ribu gerai.

Di sisi lain, Bingxue merupakan merek yang lebih muda. Dikelola oleh Jinan Baodao Enterprise Management Consulting Co., Ltd., gerai pertama Bingxue baru dibuka pada tahun 2014 di Shandong, China.

Meskipun tergolong pendatang baru dibandingkan Mixue, Bingxue dengan cepat mengadopsi strategi ekspansi serupa dan memfokuskan diri pada kombinasi produk "Ice Cream, Coffee, and Drinks".

Identitas Visual dan Maskot

Secara visual, kedua merek ini sangat mudah dibedakan jika kita memperhatikan detailnya.

Mixue sangat identik dengan warna merah cerah dan putih. Maskot mereka, Snow King, adalah boneka salju yang mengenakan mahkota merah dan memegang tongkat es krim. Snow King telah menjadi ikon budaya populer yang sangat dikenal di media sosial.

Sementara itu, Bingxue menggunakan identitas warna yang cenderung lebih dingin, yakni perpaduan oranye dan putih.

Maskot mereka bukan lagi manusia salju, melainkan seekor beruang kutub bernama Bobo Bear.

Strategi Produk dan Pasar

Meskipun keduanya menjual es krim cone dan teh buah, terdapat perbedaan fokus pada menu.

Mixue sangat menekankan pada efisiensi biaya produksi melalui pabrik internal mereka sendiri, yang membuat harga produk mereka sulit dikalahkan oleh pesaing.

Produk unggulan mereka seperti es krim vanilla dan fresh lemonade menjadi daya tarik utama.

Bingxue, di sisi lain, sering mempromosikan keragaman menu yang menyertakan kopi dalam lini produk utamanya.

Dengan slogan yang menekankan pada kualitas global, Bingxue berusaha memposisikan diri sebagai alternatif yang menawarkan variasi rasa yang berbeda namun tetap di rentang harga yang kompetitif bagi masyarakat luas.

Kesimpulannya, Mixue dan Bingxue bukan berasal dari satu perusahaan yang sama.

Kemiripan nama mereka berasal dari penggunaan kata mandarin "Bing" (es) dan "Xue" (salju) yang merupakan kata umum untuk bisnis minuman dingin di Cina.

Mixue adalah sang pelopor dengan sejarah panjang sejak 1997, sedangkan Bingxue adalah penantang kuat yang tumbuh pesat sejak 2014.

Sebagai konsumen, kita kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menikmati camilan manis berkualitas tanpa harus menguras kantong.

Mixue Tutup Ratusan Gerai 

Mixue resmi masuk ke Indonesia pada tahun 2020. Gerai pertamanya berlokasi di Cihampelas Walk (Ciwalk), Kota Bandung, Jawa Barat.

Setelahnya, perusahaan ini berkembang pesat di seluruh Indonesia hingga ribuan gerai.

Tetapi setelah ekspansi yang luar biasa masif, Mixue menutup ratusan gerai sepanjang tahun 2025 di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan mencatat jumlah gerai internasional Mixue menyusut total 428 unit sepanjang tahun 2025.

Penurunan itu terjadi ketika Mixue mulai operasional bisnis waralaba di luar China serta menyeleksi gerai-gerai yang dinilai kurang efisien.

Meski jumlah tokonya menyusut, pendapatan perusahaan ini justru melonjak. Tahun lalu mereka mencatatkan pendapatan naik mencapai 35 persen menjadi 33,56 miliar yuan atau sekitar Rp84,92 triliun. Begitu pula dengan laba bersih yang naik 33 persen menjadi 5,93 miliar yuan atau sekitar Rp14,98 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Cara Dapat iPhone 17 dan Infiinix HOT 60i dari Belanja di Bingxue

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 17:40 WIB

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik

Video | Jum'at, 10 April 2026 | 12:00 WIB

Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat

Ada Hormon Serotonin di Balik Kebahagiaan yang Muncul Saat Makan Es Krim Cokelat

Lifestyle | Sabtu, 14 Februari 2026 | 16:01 WIB

Terkini

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Harga Sembako Naik Hari Ini : Cabai Rp88 Ribu, Beras Premium Rp21 Ribu per Kg

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:30 WIB

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Harga Minyak Kembali Turun, Diprediksi Bertahan di Atas 80 Dolar AS hingga Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:15 WIB

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis, 300 Peserta Ikuti Screening dan 125 Orang Jalani Operasi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43 WIB

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:40 WIB

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:37 WIB

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32 WIB

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:27 WIB

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

IHSG Dibuka Langsung Anjlok ke Level 6.700 Setelah Rebalancing MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:15 WIB

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 09:14 WIB