Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.655.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
Era disrupsi dan ekspansi agresif yang selama ini menjadi ciri khas fintech mulai berganti menjadi fase konsolidasi akuntabilitas sebagai kunci keberlangsungan bisnis. Foto ist.
baca 10 detik
  • Fintech RI geser dari fase ekspansi agresif ke fase akuntabilitas dan kepatuhan.
  • Strategi growth at all costs berakhir, fokus kini pada kualitas aset dan regulasi.
  • Industri butuh talenta compliance-ready yang paham teknologi sekaligus hukum.

Suara.com - Lanskap industri financial technology (fintech) di Indonesia tengah mengalami pergeseran fundamental. Era disrupsi dan ekspansi agresif yang selama ini menjadi ciri khas, kini mulai berganti menjadi fase konsolidasi yang mengutamakan akuntabilitas sebagai kunci keberlangsungan bisnis.

Pengamat keuangan dari Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Arfan Wiraguna, menilai industri fintech nasional telah melampaui fase adopsi massal. Menurutnya, ukuran keberhasilan pemain fintech saat ini tidak lagi hanya diukur dari kecepatan meluncurkan produk baru, melainkan kemampuan menjaga transparansi dan manajemen risiko.

"Fintech Indonesia sudah melewati fase disrupsi dan adopsi. Sekarang masuk fase akuntabilitas," ujar Arfan dalam kajiannya yang bertajuk “Dari Disrupsi ke Adopsi: Talent FinTech yang Compliance-Ready.” dikutip Rabu (6/5/2026).

Arfan menyoroti bagaimana sistem seperti QRIS dan BI-FAST kini bukan lagi sekadar inovasi keren, melainkan telah menjadi infrastruktur dasar ekonomi digital Indonesia. Namun, kemudahan transaksi instan ini membawa risiko fraud yang lebih besar serta tuntutan tata kelola yang jauh lebih tinggi.

Pergeseran ini sangat terasa pada sektor Buy Now Pay Later (BNPL). Model bisnis yang dulu meledak lewat pertumbuhan pengguna secara masif, kini dipaksa mengerem dan beradaptasi dengan pengawasan regulasi yang semakin ketat.

Industri kini dituntut beralih dari sekadar mengejar kuantitas menuju kualitas aset dan perlindungan konsumen. Di titik ini, strategi pertumbuhan tanpa kontrol atau growth at all costs dianggap sudah tidak relevan lagi.

Di sisi lain, adopsi Artificial Intelligence (AI) dan Generative AI (GenAI) di sektor fintech semakin krusial, terutama dalam penilaian kredit dan deteksi penipuan. Arfan mengingatkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat pendukung efisiensi, melainkan sudah menjadi pengambil keputusan.

"Karena itu, setiap model harus bisa dijelaskan, diaudit, dan dipertanggungjawabkan," tegasnya. Tanpa mekanisme human-in-the-loop, penggunaan AI dikhawatirkan dapat memicu risiko sistemik baru.

Perubahan peta industri ini otomatis mengubah standar talenta yang dibutuhkan. Perusahaan fintech kini berburu tenaga kerja multidisiplin yang tidak hanya jago teknologi, tapi juga paham regulasi atau compliance-ready.

baca juga

Merespons kebutuhan ini, institusi pendidikan seperti Universitas Prasetiya Mulya mulai memperkuat kurikulum pada Program S1 Finance & Banking dan S1 Financial Technology. Langkah ini diambil untuk memastikan lulusan mampu menyeimbangkan antara ambisi inovasi dan tanggung jawab profesional di tengah ketatnya audit industri keuangan masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Perkuat Kesiapan Asesmen Skala Nasional, 91 Ribu Siswa Ikuti Try Out Digital PIJAR

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:56 WIB

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Community Gateway Telkomsat Dorong Percepatan Digital Inklusif di Wilayah 3T

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:27 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Harga Minyak Dunia Terus Naik Sejak Selat Hormuz Kembali Diblokir

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:14 WIB

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 08:01 WIB

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:54 WIB

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:45 WIB

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:39 WIB

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket

Bisnis | Senin, 22 Juni 2026 | 07:34 WIB

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB