BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 06 Mei 2026 | 13:13 WIB
BPS: Ibu Hamil di Indonesia Timur Hadapi Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS RI, Jakarta, Selasa (5/5/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • BPS melaporkan bahwa angka kematian ibu nasional turun menjadi 144 per 100.000 kelahiran hidup.
  • Kawasan Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua memiliki risiko kematian ibu tiga kali lipat lebih tinggi dibanding Jawa-Bali.
  • Disparitas layanan kesehatan antarwilayah menyebabkan kesenjangan signifikan pada angka kematian bayi nasional, khususnya di wilayah Papua Pegunungan.

Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih tingginya angka kematian ibu melahirkan di kawasan timur Indonesia, khususnya Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Meskipun, secara nasional indikator kesehatan ibu dan anak menunjukkan perbaikan.

Data Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) 2025 menunjukkan kesenjangan tajam layanan kesehatan maternal antarwilayah masih menjadi persoalan besar, dengan risiko kematian ibu di Indonesia timur hampir tiga kali lipat dibanding Jawa-Bali.

"Meskipun MMR menurun, tetapi masih terdapat kesenjangan MMR (Maternal Mortality Ratio) antarwilayah," kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Ilustrasi Ibu hamil membawa gunting. [ChatGPT]
Ilustrasi Ibu hamil. [ChatGPT]

BPS mencatat Angka Kematian Ibu Melahirkan nasional hasil Supas 2025 berada di level 144 kematian per 100.000 kelahiran hidup, turun 45 poin dibanding Long Form Sensus Penduduk 2020.

Namun penurunan nasional tersebut belum merata. Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua justru masih mencatat angka tertinggi, yakni 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

"Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, Papua masih memiliki MMR tertinggi, yaitu 317 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, di mana angka ini hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan wilayah Jawa-Bali yang hanya sebesar 114," ujar Amalia.

Artinya, seorang ibu di kawasan timur Indonesia menghadapi risiko kematian saat hamil, melahirkan, atau pasca persalinan jauh lebih besar dibanding ibu di wilayah barat yang infrastruktur kesehatannya lebih baik.

Tak hanya ibu, BPS juga mencatat disparitas serupa pada kematian bayi. Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate/IMR) nasional memang turun menjadi 14,12 per 1.000 kelahiran hidup, tetapi kesenjangan antarprovinsi masih sangat lebar.

"Wilayah timur Indonesia cenderung memiliki kematian bayi yang lebih tinggi dibandingkan wilayah barat," kata Amalia.

baca juga

Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan IMR tertinggi, mencapai 37,04 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, jauh di atas DKI Jakarta yang mencatat 9,26.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:10 WIB

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Purbaya Bantah Ekonomi RI Seperti Krisis 1998: Ekonom Salah Prediksi, Kecele

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:52 WIB

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Airlangga Klaim MBG Ikut Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:28 WIB

Terkini

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Belajar Agama Lewat Layar Ponsel, Buku Gus Nadir Ingatkan Pentingnya Sanad Keilmuan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:22 WIB

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Pelatih Malaysia Gemetar Melihat Skuad Mewah Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 21 September 2026 | 13:21 WIB

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

10 Rekomendasi Mesin Cuci 10 Kg Muat Bedcover dan Selimut Tebal

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Ajo Kawir Ingin Terlihat Jantan atau Malah Terjebak Toxic Masculinity?

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:20 WIB

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Cara Mematikan Aplikasi Latar Belakang di HP Android, Bikin Lancar Bebas Lag

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Alami Kecelakaan, Lee Chung Ah Berencana Mundur dari The Obedient Killer

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:16 WIB

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Yamaha Sapa Ribuan Pelajar Jabodetabek Lewat Break Time Bareng AEROX

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 13:15 WIB

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Kapan Sebaiknya Mulai Memakai Eye Cream? Ini Panduan Lengkap Berdasarkan Usia

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 13:13 WIB

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Bawa Teror dari Indonesia Timur ke Layar Lebar, Ini Review Jujur Film Suanggi: Ilmu Kutukan

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 13:09 WIB

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

DPR Gelar Panja RUU Reforma Agraria, Besok Dijadwalkan Dibawa ke Paripurna

News | Senin, 21 September 2026 | 13:08 WIB

×