Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Achmad Fauzi

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
KAI mulai Menutup perlintasan sebidang. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • PT KAI bersama DJKA menutup 24 perlintasan liar dan menyempitkan 5 akses di berbagai wilayah Indonesia selama 27 April hingga 9 Mei 2026.
  • Langkah percepatan penutupan perlintasan dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas kereta api yang sering terjadi di jalur tidak terjaga.
  • KAI menargetkan penanganan 1.810 titik perlintasan sebidang dari total 3.674 lokasi untuk meningkatkan standar keselamatan perjalanan kereta api di masa depan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mempercepat penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang liar usai kecelakaan maut KRL di Bekasi Timur yang menelan banyak korban. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta yang selama ini banyak terjadi di perlintasan tidak terjaga.

Dalam periode 27 April hingga 9 Mei 2026, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan sejumlah pemangku kepentingan telah melakukan 24 penutupan perlintasan serta 5 penyempitan akses di berbagai wilayah Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba mengatakan percepatan penanganan perlintasan dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terulang.

PT KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar di petak jalan antara Stasiun Batuceper (BPR) – Stasiun Tanah Tinggi (THI) pada kilometer 17+3/4, tepatnya di Jalan Kikil, RT 04/04, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (10/2/2025). ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.
PT KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang.  ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.

"Keselamatan di perlintasan menjadi perhatian serius karena kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti mendadak saat terdapat hambatan di jalur," ujar Anne di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Penanganan dilakukan di berbagai daerah, mulai dari Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, Yogyakarta, Solo Raya, Jawa Timur, hingga Sumatera. Sejumlah titik perlintasan liar dan tidak terjaga ditutup karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya misalnya, penutupan dilakukan di sejumlah titik seperti lintas Tigaraksa–Cikoya di Banten, Parung Panjang–Cilejit di Jawa Barat, hingga Sukabumi–Gandasoli. Sementara di Jawa Barat dilakukan penyempitan perlintasan di jalur Cicalengka–Nagreg dan penutupan akses di lintas Cireungas–Lampegan.

KAI juga menutup sejumlah perlintasan di wilayah Yogyakarta dan Solo Raya, termasuk lintas Purwosari–Wonogiri, Brambanan–Yogyakarta, hingga Wates–Rewulu. Langkah serupa dilakukan di Madiun, Blitar, Jombang, Jember, Banyuwangi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data KAI, saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk ditutup karena kondisi jalan yang terbatas, sedangkan 1.638 titik lainnya membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.

Data evaluasi keselamatan juga menunjukkan dalam periode 2023 hingga 2026 terdapat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang. Sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang belum terjaga.

baca juga

Selain penutupan dan penyempitan akses, KAI bersama DJKA terus melakukan pendataan perlintasan, koordinasi dengan pemerintah daerah, sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, hingga pengembangan fasilitas keselamatan di titik prioritas.

Anne pun meminta masyarakat tidak kembali membuka akses liar yang sudah ditutup demi keselamatan bersama.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur rel. Perlintasan liar yang telah ditutup diharapkan tidak dibuka kembali karena penutupan dilakukan berdasarkan evaluasi keselamatan dan potensi risikonya," pungkas Anne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×