Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 5.999,038
LQ45 587,746
Srikehati 290,482
JII 351,378
USD/IDR 17.937

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Achmad Fauzi

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB
Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang
KAI mulai Menutup perlintasan sebidang. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
baca 10 detik
  • PT KAI bersama DJKA menutup 24 perlintasan liar dan menyempitkan 5 akses di berbagai wilayah Indonesia selama 27 April hingga 9 Mei 2026.
  • Langkah percepatan penutupan perlintasan dilakukan guna menekan angka kecelakaan lalu lintas kereta api yang sering terjadi di jalur tidak terjaga.
  • KAI menargetkan penanganan 1.810 titik perlintasan sebidang dari total 3.674 lokasi untuk meningkatkan standar keselamatan perjalanan kereta api di masa depan.

Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai mempercepat penutupan dan penyempitan perlintasan sebidang liar usai kecelakaan maut KRL di Bekasi Timur yang menelan banyak korban. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan di jalur kereta yang selama ini banyak terjadi di perlintasan tidak terjaga.

Dalam periode 27 April hingga 9 Mei 2026, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan sejumlah pemangku kepentingan telah melakukan 24 penutupan perlintasan serta 5 penyempitan akses di berbagai wilayah Indonesia.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba mengatakan percepatan penanganan perlintasan dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terulang.

PT KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang liar di petak jalan antara Stasiun Batuceper (BPR) – Stasiun Tanah Tinggi (THI) pada kilometer 17+3/4, tepatnya di Jalan Kikil, RT 04/04, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (10/2/2025). ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.
PT KAI Daop 1 Jakarta menutup perlintasan sebidang.  ANTARA/HO-PT KAI Daop 1 Jakarta.

"Keselamatan di perlintasan menjadi perhatian serius karena kereta api memiliki jarak pengereman yang panjang dan tidak dapat berhenti mendadak saat terdapat hambatan di jalur," ujar Anne di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Penanganan dilakukan di berbagai daerah, mulai dari Jakarta dan sekitarnya, Jawa Barat, Yogyakarta, Solo Raya, Jawa Timur, hingga Sumatera. Sejumlah titik perlintasan liar dan tidak terjaga ditutup karena dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan masyarakat.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya misalnya, penutupan dilakukan di sejumlah titik seperti lintas Tigaraksa–Cikoya di Banten, Parung Panjang–Cilejit di Jawa Barat, hingga Sukabumi–Gandasoli. Sementara di Jawa Barat dilakukan penyempitan perlintasan di jalur Cicalengka–Nagreg dan penutupan akses di lintas Cireungas–Lampegan.

KAI juga menutup sejumlah perlintasan di wilayah Yogyakarta dan Solo Raya, termasuk lintas Purwosari–Wonogiri, Brambanan–Yogyakarta, hingga Wates–Rewulu. Langkah serupa dilakukan di Madiun, Blitar, Jombang, Jember, Banyuwangi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Berdasarkan data KAI, saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Sebanyak 172 perlintasan diarahkan untuk ditutup karena kondisi jalan yang terbatas, sedangkan 1.638 titik lainnya membutuhkan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.

Data evaluasi keselamatan juga menunjukkan dalam periode 2023 hingga 2026 terdapat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang. Sekitar 80 persen kecelakaan terjadi di perlintasan yang belum terjaga.

baca juga

Selain penutupan dan penyempitan akses, KAI bersama DJKA terus melakukan pendataan perlintasan, koordinasi dengan pemerintah daerah, sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, hingga pengembangan fasilitas keselamatan di titik prioritas.

Anne pun meminta masyarakat tidak kembali membuka akses liar yang sudah ditutup demi keselamatan bersama.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan di sekitar jalur rel. Perlintasan liar yang telah ditutup diharapkan tidak dibuka kembali karena penutupan dilakukan berdasarkan evaluasi keselamatan dan potensi risikonya," pungkas Anne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Jangan Menduga-duga, Menhub Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Investigasi Kecelakaan KRL

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 19:56 WIB

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Kemenhub Tak Urus Prasarana Kereta Api Lagi, Diserahkan ke KAI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Duduk Lesu dan Baju Lusuh saat Tragedi KRL Bekasi, Harta Kekayaan Dirut KAI Bobby Rasyidin Disorot

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 12:35 WIB

Terkini

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:19 WIB

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:14 WIB

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:00 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:17 WIB

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:11 WIB

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:05 WIB

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:54 WIB

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 17:53 WIB