Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 11 Mei 2026 | 17:49 WIB
OSL Indonesia Resmi Gabung Ekosistem ICEx Group, Perkuat Infrastruktur Kripto Nasional
Ilustrasi Kripto (Unsplash.com/Kanchanara)
baca 10 detik
  • OSL Indonesia resmi gabung ekosistem ICEx Group per 7 Mei 2026 untuk perkuat kepatuhan regulasi.
  • Integrasi bursa, kliring, dan kustodian di bawah ICEx Group demi lindungi 21 juta investor.
  • Transisi 11 bursa kripto pendiri ke ICEx dilakukan bertahap tanpa gangguan layanan pasar.

Suara.com - Lanskap aset keuangan digital di Indonesia memasuki babak baru. ICEx Group mengumumkan bahwa PT Multikripto Exchange Indonesia (OSL Indonesia) telah resmi menyelesaikan transisi dan bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group efektif per 7 Mei 2026.

Langkah strategis ini menandai OSL Indonesia, yang sebelumnya merupakan anggota CFX, kini resmi beroperasi di bawah naungan ICEx Group sebagai organisasi self-regulatory (SRO) berlisensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transisi ini merupakan bagian dari onboarding bertahap 11 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) pendiri ke dalam infrastruktur terintegrasi ICEx.

Perpindahan ini terjadi saat industri kripto tanah air tengah naik daun. Data OJK per Maret 2026 mencatat jumlah investor kripto telah menembus 21,37 juta orang, melampaui jumlah investor pasar modal. Dengan nilai transaksi spot bulanan mencapai Rp22,24 triliun, kebutuhan akan infrastruktur yang aman menjadi mendesak.

CEO ICEx Group, Kai Hamza, menegaskan komitmennya untuk membangun ketahanan pasar. "Kami menyambut baik OSL Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan infrastruktur yang menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan ketahanan jangka panjang bagi seluruh pelaku pasar," ujarnya.

ICEx Group hadir sebagai ekosistem terpadu yang terdiri dari tiga pilar utama di bawah pengawasan OJK:

  1. ICEx: Bursa aset keuangan digital.
  2. CACI: Lembaga kliring.
  3. ICC: Pengelola tempat penyimpanan (custodian).

Struktur ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi investor. OSL Group sendiri memandang Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis. CEO OSL Group, Kevin Cui, menyebut Indonesia memiliki kombinasi langka antara skala pasar yang besar dan kejelasan regulasi.

Selain OSL Indonesia, sepuluh PAKD pendiri lainnya seperti Indodax, Tokocrypto, Ajaib, dan Reku juga akan menyelesaikan transisi secara bertahap. Proses ini dilakukan dengan koordinasi erat bersama CFX guna memastikan layanan kepada investor tetap berjalan lancar tanpa gangguan.

Dengan bergabungnya pemain global seperti OSL ke dalam ekosistem ICEx, likuiditas pasar aset digital Indonesia diharapkan semakin kuat dan mampu bersaing di kancah internasional.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Menkeu Purbaya Batal Aktifkan BSF: Kita Enggak Krisis

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:53 WIB

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Purbaya Hapus Kebijakan Tax Amnesty Sri Mulyani, Bahaya untuk Pegawai Pajak

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 14:02 WIB

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Mengapa Strategi Purbaya Kuatkan Rupiah Justru Berbahaya?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 13:18 WIB

Terkini

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 01:25 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:04 WIB

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:21 WIB

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:10 WIB

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:09 WIB

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:05 WIB

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:59 WIB

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:56 WIB

×