Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI

M Nurhadi

Selasa, 12 Mei 2026 | 09:08 WIB
Saham-saham Paling Banyak Diborong dan Dijual Asing Jelang Pengumuman MSCI
Ilustrasi perdagangan sesi I IHSG hari ini [Ist/Antara]
baca 10 detik
  • Investor asing mencatat jual bersih sebesar Rp751,2 miliar di pasar modal Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026.
  • Aksi jual terjadi karena investor mengantisipasi pengumuman rebalancing indeks global MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026.
  • Meski terjadi tekanan jual pada saham blue chip, pasar menunjukkan rotasi sektoral dengan masuknya dana ke beberapa emiten.

Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah berada dalam fase krusial seiring dengan penantian pelaku pasar terhadap pengumuman tinjauan indeks global yang sangat berpengaruh. Berdasarkan data perdagangan pada Senin, 11 Mei 2026, investor mancanegara mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) dengan nilai yang cukup signifikan, yakni mencapai Rp751,2 miliar di seluruh pasar.

Tekanan jual ini muncul di tengah sikap antisipatif investor terhadap hasil rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan meluncur pada hari ini, Selasa, 12 Mei 2026.

Meskipun secara kumulatif dana asing mengalir keluar, gerak pasar menunjukkan adanya anomali yang menarik. Aliran dana tidak sepenuhnya meninggalkan lantai bursa, melainkan terjadi rotasi sektoral yang cukup dinamis.

Saham Pilihan di Tengah Tekanan Jual

Meski tertekan aksi jual, setidaknya ada sepuluh emiten yang paling banyak dikoleksi asing pada perdagangan kemarin. Selain tiga besar di atas, daftar tersebut mencakup PT Astra International Tbk (ASII) dengan nilai Rp37,9 miliar, PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) Rp23,3 miliar, dan raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp23,2 miliar.

Selanjutnya, terdapat PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) Rp20,3 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) Rp17,9 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp15,6 miliar, serta PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) senilai Rp12,6 miliar.

Sebaliknya, aksi jual paling masif justru terjadi pada saham-saham berkapitalisasi pasar besar (blue chip) dan emiten yang baru-baru ini mengalami reli tinggi.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menduduki posisi puncak daftar jual dengan nilai net sell mencapai Rp334,71 miliar. P

Selain perbankan, sektor tambang juga tertekan hebat. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dilepas asing sebesar Rp135,36 miliar, diikuti oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) senilai Rp115,86 miliar. Nama-nama besar lainnya yang masuk dalam daftar jual asing adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp89,83 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp59,95 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp41,93 miliar.

baca juga

Melengkapi daftar tersebut, terdapat PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp38,86 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp38,56 miliar, PT Timah Tbk (TINS) Rp33,98 miliar, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp30,93 miliar.

Ketegangan di lantai bursa saat ini bersumber dari satu agenda besar: Pengumuman rebalancing MSCI Mei 2026. Indeks MSCI merupakan salah satu acuan utama bagi manajer investasi global dalam menyusun portofolio mereka.

Perubahan bobot, masuknya saham baru, atau keluarnya sebuah emiten dari indeks ini hampir selalu diikuti oleh aliran dana masuk (inflow) atau keluar (outflow) dalam skala masif secara otomatis oleh dana-dana pasif.

Konteks pasar kali ini menjadi lebih sensitif karena MSCI sempat melakukan langkah yang tidak biasa pada April 2026, yakni membekukan rebalancing saham-saham Indonesia.

Keputusan tersebut sempat memicu tanda tanya besar dan meningkatkan risiko ketidakpastian di pasar domestik.

Oleh karena itu, tinjauan rutin yang dilakukan empat kali setahun ini (Februari, Mei, Agustus, dan November) menjadi momentum pembuktian apakah kepercayaan asing terhadap pasar modal Indonesia masih solid.

Disclaimer: Investasi saham memiliki risiko fluktuasi harga yang dapat menyebabkan keuntungan maupun kerugian modal. Artikel ini bersifat informatif berdasarkan data pasar yang tersedia dan bukan merupakan rekomendasi atau perintah untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Pembaca diharapkan melakukan analisis mandiri secara mendalam atau berkonsultasi dengan ahli keuangan profesional sebelum mengambil keputusan investasi pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Gegara MSCI dan Perang, IHSG Telah Merosot 20,14% Sejak Awal Tahun

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:49 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!

Jelang Pengumuman MSCI, Saham 'Gorengan' dan 'Konglomerat' Bisa Bikin IHSG Turun Kelas!

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:39 WIB

Wanti-wanti OJK Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini

Wanti-wanti OJK Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI Hari Ini

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 08:14 WIB

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, IHSG Diproyeksi Masih Anjlok

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:49 WIB

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Terkini

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Bangkai Paus Terdampar di Perairan Indragiri Hilir Dievakuasi Tim Gabungan

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 07:47 WIB

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

5 Bahaya Menumpuk Steker Colokan Listrik di Satu Stop Kontak, Bisa Berakibat Fatal

Tekno | Sabtu, 26 September 2026 | 07:43 WIB

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Donald Trump Kembali Izinkan CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:36 WIB

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Promo BRI di Swiss-Belhotel, Liburan Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Jebol

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Pulang Sekolah Ditodong Senpi, Bocah 13 Tahun di Way Kanan Jadi Korban Begal

Lampung | Sabtu, 26 September 2026 | 07:33 WIB

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Dua Batu Yoni Keramat di Jember Raib Dijarah Maling, Anggota DPRD Lapor Polisi

Jatim | Sabtu, 26 September 2026 | 07:24 WIB

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

Polusi Udara Jakarta Masuk 10 Besar Terburuk Dunia Pagi Ini

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:21 WIB

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

Innalillahi, Guruh Soekarnoputra Berpulang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:18 WIB

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia Pagi Ini

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 07:13 WIB

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

Peran Tentara Dinilai Semakin Dominan, Pengamat: Militerisme Tak Kompatibel dengan Demokrasi

News | Sabtu, 26 September 2026 | 07:04 WIB

×