Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok

Liberty Jemadu

Senin, 11 Mei 2026 | 20:04 WIB
Aliran Dana Asing ke Indonesia Ditentukan Pengumuman MSCI Besok
MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan indeks Indonesia pada 12 Mei 2026 yang memengaruhi aliran dana asing dalam jangka pendek. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • MSCI akan mengumumkan hasil tinjauan indeks Indonesia pada 12 Mei 2026 yang memengaruhi aliran dana asing dalam jangka pendek.
  • Mandiri Sekuritas menargetkan IHSG mencapai level 9.050 meski terdapat risiko tekanan margin akibat kenaikan beban energi global.
  • Kinerja keuangan emiten diprediksi positif hingga kuartal III 2026 yang ditopang oleh likuiditas investor domestik yang melimpah.

Suara.com - Mandiri Sekuritas memproyeksikan bahwa pengumuman hasil tinjauan indeks global oleh MSCI pada 12 Mei besok akan menentukan aliran dana asing ke Indonesia via pasar modal dalam dua bulan ke depan.

MSCI dijadwalkan mengumumkan MSCI Indonesia Index pada 12 Mei 2026 besok, setelah pada Februari lalu membekukan indeksnya di Tanah Air. Pengumuman besok sudah diantisipasi oleh para pelaku pasar mengingat sejak Februari lalu Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan sudah melakukan sejumlah reformasi pasar sesuai permintaan MSCI.

Deputi Kepala Equity Research & Strategy Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat, di Jakarta, Senin (11/5/2026) mengatakan apakah bobot emiten Indonesia dalam indeks MSCI dipertahankan, ditambah, atau dikurangi akan menentukan arah aksi beli maupun jual investor asing dalam dua bulan ke depan.

Tetapi ia menekankan bahwa pengumuman MSCI itu hanya akan menjadi katalis jangka pendek terhadap pergerakan IHSG.

Menurut Mandiri Sekuritas, IHSG tahun ini dapat mencapai level 9.050. Meski demikian, perseroan tetap mencermati adanya potensi revisi proyeksi ke bawah di tengah meningkatnya tekanan geopolitik yang berimbas pada kenaikan beban energi dan pasar keuangan.

Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]
Ilustarsi [Suara.com/Ist/MSCI-Gemini]

“Mengenai target IHSG ke depannya, kami masih menjaga target IHSG kami di 9.050 poin. Tapi kembali memang kami melihat potensi revisi ke bawah mengingat adanya potensi tekanan margin akibat dari volatilitas makro yang meningkat dan juga tekanan beban energi ke depannya,” kata Kresna .

Selain itu, Mandiri Sekuritas mengingatkan adanya risiko penurunan margin keuntungan emiten besar akibat lonjakan harga energi.

Kresna mengatakan, kenaikan biaya energi berpotensi menekan laba bersih emiten apabila perusahaan tidak mempunyai kemampuan untuk meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen atau tidak memiliki pricing power yang memadai. Kondisi itu pada akhirnya dapat menekan valuasi saham.

Di sisi lain, Mandiri Sekuritas masih melihat adanya tren positif pada kinerja keuangan emiten yang diperkirakan berlanjut hingga kuartal III 2026.

baca juga

Menurut Kresna, titik balik pertumbuhan laba yang mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 masih berlanjut pada kuartal I 2026, terutama pada sektor perbankan dan komoditas.

“Kalau kita cermati di kuartal II dan kuartal III tahun lalu (2025), itu earnings base-nya cukup rendah. Karena memang pada waktu itu kita menghadapi tekanan margin akibat dari kenaikan beban bunga dan juga beban provisi. Jadi harusnya earnings growth yang positif itu masih bisa berlanjut minimal untuk sektor banking dan commodities di kuartal II dan kuartal III (2026). Dan itu harusnya bisa menjaga sentimen pasar yang relatif positif,” jelasnya.

Mandiri Sekuritas juga menilai likuiditas domestik yang melimpah menjadi faktor penopang pasar saham Indonesia.

Dari paparannya, Kresna menyampaikan per April 2026, tingkat kas investor institusi domestik tercatat mencapai 30,3 persen, naik dibandingkan posisi tahun 2023 sebesar 19,6 persen.

Apabila investor domestik kembali mengalokasikan sekitar 5 persen dari aset kelolaan (asset under management/AUM) mereka ke pasar saham, hal tersebut dinilai cukup kuat untuk mendorong performa IHSG ke depan.

“Jadi kalau mereka bisa kembali aja berarti 5 persen dari AUM mereka itu bisa kembali ke pasar saham dan bisa mendorong performa pasar saham Indonesia ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bos Danantara Nilai IHSG Goyah Karena Rupiah Lemes, Faktor MSCI Kurang Signifikan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 19:43 WIB

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Investor Masih Nahan Dana, IHSG Terus Meluncur Turun ke Level 6.905

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 17:11 WIB

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

OJK Bahas Rebalancing MSCI, Ada Saham yang Bakal Didepak dari IHSG?

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 16:07 WIB

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Rebalancing MSCI Diumumkan Besok, Danantara Pede Pasar Modal RI Tak Turun Kasta

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 15:35 WIB

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

IHSG Semakin Tenggelam di Sesi I ke Level 6.800, 462 Saham Anjlok

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 12:39 WIB

Terkini

Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan

Bank BJB Diduga 'Kondisikan' Hasil Audit BPK Terkait Pengadaan Iklan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Prabowo

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:14 WIB

Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa

Malam Kelam di Sungai Burung, Nelayan Muda yang Hilang Ditemukan Tak Bernyawa

Lampung | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan

Lingkungan Rusak Bukan karena Tak Tahu, tetapi karena Tak Dibiasakan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Kantor Kemenko Polkam Tak Aman? Motor Jurnalis iNews Hilang, Tak Ada CCTV di Lokasi

Kantor Kemenko Polkam Tak Aman? Motor Jurnalis iNews Hilang, Tak Ada CCTV di Lokasi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:00 WIB

OJK Bidik Generasi Muda dan Lansia, Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan

OJK Bidik Generasi Muda dan Lansia, Literasi Keuangan Masih Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:59 WIB

Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci

Orang Dekat Eks PM Italia Jadi Otak Serangan Bom ke Jurnalis Investigasi Sigfrido Ranucci

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Bos BEI Buka Suara Isu Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal

Bos BEI Buka Suara Isu Masjid Istiqlal Masuk Pasar Modal

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:53 WIB

5 Posisi Foto Pernikahan yang Baik dan Membawa Hoki di Dalam Rumah

5 Posisi Foto Pernikahan yang Baik dan Membawa Hoki di Dalam Rumah

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:52 WIB

2,7 Juta Rokok Ilegal Digulung Bea Cukai Kalbar dari Gudang Ekspedisi Prajurit Laut

2,7 Juta Rokok Ilegal Digulung Bea Cukai Kalbar dari Gudang Ekspedisi Prajurit Laut

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 07:49 WIB

×